Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Belum Sempat Jalani Tes, Sam Smith Yakin 100 Persen Positif Virus Corona

Belum Sempat Jalani Tes, Sam Smith Yakin 100 Persen Positif Virus Corona

Kabar mengejutkan datang dari penyanyi Sam Smith. Dia mengaku terinfeksi virus corona. Uniknya, Sam mengaku belum melakukan tes!

Kewajiban untuk tidak keluar rumah berlaku untuk semua orang di masa pandemi virus corona ini –tak terkecuali bagi selebritas seperti Sam Smith. Namun, solois pria itu diketahui sempat menerima kecaman dari warganet akibat unggahannya di media sosial terkait karantina.

Dilansir Dailymail UK, penyanyi berusia 27 tahun itu dikritik pedas karena menuliskan captionstages of a quarantine meltdown’. Followers-nya menganggap pelantun ‘How Do You Sleep’ itu tak menunjukkan rasa empati pada dunia yang sedang menghadapi pandemi.

Tak berapa lama, Sam Smith mengklarifikasi dan mengaku hanya bercanda. “Unggahan itu sudah cukup lama. Saya tahu ini waktu yang salah untuk bercanda. Mungkin saya menganggap bahwa isi media sosial saya hanya teman-teman saya,” ujarnya. 

Sempat melemparkan guyon terkait karantina, kini Smith mengaku bahwa dirinya terinfeksi virus corona. Uniknya, pengakuan itu terucap meski dirinya belum melakukan tes.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

1 dari 4 halaman

Belum Dites, Kenapa Sam Smith Yakin Positif Virus Corona?

Kepada Zane lowe dalam acara Apple Music, penyanyi berkebangsaan Inggris itu mengaku belum melakukan tes COVID-19. Namun begitu, Smith yakin sudah terinfeksi lantaran mengalami gejala yang sangat mirip dengan infeksi virus corona.

“Saya belum melakukan tes, tapi saya tahu 100% saya terinfeksi. Saya yakin karena semua mengarah ke sana. Jadi, saya pikir, saya terinfeksi,” ujar Smith pada Zane Iowe.

Tak hanya dirinya sendiri, pria bernama lengkap Samuel Frederick Smith itu juga meyakini saudara perempuannya turut terinfeksi coronavirus karena menunjukkan gejala serupa. Mengikuti saran pemerintah, Sam Smith dan saudaranya mengisolasi diri di rumah. 

“Saya dan saudara perempuan saya mengisolasi diri di rumah. Kami tahu kami positif virus corona. Kami juga memiliki nenek yang sudah tua, sehingga kami tidak mau mengambil risiko apa pun,” dia menuturkan.

2 dari 4 halaman

Mungkinkah Virus Corona Bisa Dideteksi Tanpa Tes? 

Dijelaskan oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong, jika seseorang mengalami kondisi yang sangat mirip dengan gejala virus corona, yakni sesak napas, batuk/ flu, sakit tenggorokan, dan demam tinggi, orang tersebut bisa masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan atau PDP. Terlebih jika sebelumnya orang tersebut pernah melakukan kontak fisik dengan pasien positif corona.

Namun, untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang sudah terkena infeksi virus corona, tes PCR atau GeneXpert perlu dilakukan di rumah sakit. 

PCR adalah metode yang paling cepat untuk mengetahui apakah tubuh seseorang yang masuk dalam kategori “suspect” memiliki virus SARS-Cov-2 yang merupakan penyebab dari coronavirus.

Hasilnya pun cepat. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk mengetahui apakah seseorang positif/negatif corona. 

“Jika memang ada gejala ringan, isolasi mandiri memang harus dilakukan. Tapi protokol isolasi dirinya harus benar-benar diikuti agar tidak salah langkah,” ujar dr. Sepriani.

Beberapa ahli menyatakan, isolasi atau karantina 14 hari merujuk pada masa inkubasi virus corona. Nah, tujuan karantina mandiri ini untuk meyakinkan setelah dua minggu tidak lagi muncul gejala COVID-19 pada tubuh pasien yang dinyatakan sembuh. 

Selain karantina mandiri, pasien yang sudah keluar dari rumah sakit tetap akan menjalani tes COVID-19. Di mana fungsi tes ulang ini untuk memastikan masih ada atau tidaknya virus corona di tubuh pasien yang sudah keluar dari RS.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

3 dari 4 halaman

Protokol Isolasi Mandiri di Rumah

Kepada KlikDokter, dr. Sepriani menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dipahami ketika melakukan isolasi mandiri, yaitu: 

  • Tetap tinggal di dalam rumah 
  • Tidak pergi bekerja atau ke tempat umum lainnya 
  • Tidak menggunakan transportasi umum 
  • Dan tidak membiarkan orang lain masuk ke dalam rumah Anda

Agar lebih maksimal, aturan-aturan tersebut mesti dikombinasikan dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Pastikan memiliki kontak dinas kesehatan di kota atau kabupaten dan puskesmas yang menjadi pengawasan kondisi Anda.
  • Gunakan kamar tidur dan kamar mandi terpisah dengan anggota keluarga lain.
  • Anggota keluarga lain tidak boleh masuk ke dalam kamar tidur pasien.
  • Kalau kamar mandi hanya satu, gunakan bergantian. Pasien mandi di awal atau di akhir. Setelah pasien selesai, bersihkan kamar mandi termasuk toilet dengan cairan pembersih.
  • Hindari melakukan kegiatan bersama, termasuk makan dengan anggota keluarga lainnya.
  • Bila berada di ruang yang sama dengan anggota keluarga lain, jaga jarak setidaknya 1 meter.
  • Pakai masker saat bersama yang lain. Anggota keluarga yang ada di rumah juga sebaiknya pakai masker dan rutin membersihkan diri, terutama tangan.
  • Agar tak jenuh, pasien bisa bermain musik di dalam kamar, membuat prakarya, baca buku, binge-watch serial TV atau film menarik, atau berolahraga ringan. Setelah 14 hari, pasien pun bisa lebih bugar.
  • Cuci alat makan dan pakaian secara terpisah dari anggota keluarga lainnya. Gunakan spons cuci yang berbeda.
  • Bersihkan benda yang sering disentuh, seperti smartphone, keyboard laptop, pegangan pintu, remote TV dan AC, meja, kursi, dan lain-lain secara teratur dengan cairan pembersih. Gunakan sarung tangan karet saat membersihkan rumah.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun secara teratur, setidaknya 20 detik. Terutama setelah batuk, bersin, dari kamar mandi, sebelum makan, dan setelah melepas atau memasang masker.
  • Cek kondisi kesehatan diri secara teratur setiap pagi.
  • Hindari dulu memegang dan mencium hewan peliharaan, seperti kucing atau anjing.
  • Usahakan rumah atau kamar memiliki ventilasi yang baik. Buka pintu dan jendela setiap hari agar udara segar masuk.
  • Ungsikan anggota keluarga yang memiliki daya tahan tubuh rendah, seperti lansia dan orang yang sedang dalam pengobatan penyakit kronis.

Tindakan yang dilakukan Sam Smith usai mencurigai dirinya terinfeksi virus corona memang sudah tepat. Akan tetapi, apabila gejala yang dialami semakin buruk, segera periksakan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya agar penanganan lebih maksimal. 

KlikDokter bersama Kementerian Kesehatan dan BNPB berusaha menekan angka persebaran virus corona. Yuk, update terus berita seputar virus corona di aplikasi KlikDokter

[HNS/ RH]

4 Komentar