Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Titiek Puspa Hadapi Kanker Serviks Hingga Pakai Alat Pacu Jantung

Titiek Puspa Hadapi Kanker Serviks Hingga Pakai Alat Pacu Jantung

Dalam bincang podcast bersama mantan pesulap Deddy Corbuzier, artis senior Titiek Puspa mengaku kena kanker Serviks. Selain itu, ia juga pernah mengidap penyakit jantung.

Siapa yang tak tahu Titiek Puspa, artis senior multitalenta yang lahir pada tahun 1937 tersebut masih sering bermunculan di televisi sampai sekarang. Tapi, tahukah Anda bahwa artis senior ini sempat terkena kanker serviks?

Meski sudah berusia 82 tahun, Titiek memang memiliki wajah yang masih segar dan terlihat sehat. Namun, ternyata itu bukan jaminan kalau beliau sehat. Titiek sedang mengidap beberapa penyakit yang mana umum terjadi pada lansia. Simak penuturan Titiek serta tanggapan dokter berikut ini.

Di Usia 73 Tahun, Titiek di diagnosis kanker serviks

Dari sesi wawancara podcast dengan mantan pesulap Deddy Corbuzier, Titiek Puspa mengatakan bahwa dirinya adalah ‘gudang penyakit’.

Maksudnya, sejak masih kecil hingga sekarang, tubuhnya selalu dipenuhi dengan berbagai macam penyakit

“Sejak kecil itu saya sudah ganti nama tiga kali. Sakit, Adarwati, diganti Sudarwati sakit lagi, ganti lagi jadi Sumarti dan sakit lagi. Karena sakit-sakit terus, ya udah, saya ganti saja nama saya jadi Titiek Puspa, ” ujar Titiek dalam podcast Deddy.

Diketahui juga, pada usianya yang ke-73, Titiek didiagnosis menderita kanker serviks. Sama dengan reaksi pada umumnya, Titiek pun merasa sangat terkejut.

Titiek mengatakan, kanker serviks yang dialami oleh dirinya sudah masuk ke stadium 3, di mana terasa sangat sakit hingga ia tidak bisa lagi merasakan keberadaan tubuhnya.

“Kalau melahirkan anak sakitnya skala 100, ini benar-benar tidak bisa dibandingkan. Aku itu sampai tanya ‘mana badan aku mana’ saking sakitnya sudah nggak terasa lagi. Anakku langsung pegang tanganku, baru bisa terasa itu tangan,” ujarnya.

Kanker serviks sendiri menempati peringkat ketiga sebagai jenis kanker yang sering dialami oleh wanita di seluruh dunia. Serviks adalah area terbawah dari rahim yang disebut juga dengan leher rahim, serta menghubungkan antara vagina dengan rahim. Saat terjadi infeksi, perkembangan kanker pun bisa saja terjadi.

Menurut penjelasan dr. Arina Heidyana, seseorang yang memang sudah memasuki stadium 3, akan merasakan sakit yang luar biasa akibat penyebaran kanker yang dialami.

Umumnya, penderita kanker akan mengalami perdarahan, nyeri di bagian panggul, tubuh terasa sangat lemas, keputihan berbau, nyeri saat buang air kecil, dan rasa tidak nyaman di vagina.

Artikel Lainnya: 5 Gejala Kanker Serviks yang Wajib Anda Tahu

1 dari 4 halaman

Titiek Puspa Sembuh dari Kanker Serviks dengan Meditasi dan Atur Pola Makan

Dalam sesi wawancaranya dengan Deddy, Titiek Puspa mengaku tidak mengalami kemajuan berarti setelah menjalani pengobatan medis.

Kemudian ia mendapat rekomendasi untuk mengikuti meditasi. Tidak berapa lama setelah rutin mengikuti meditasi, Titiek pun dinyatakan sembuh, ia pun sempat tidak percaya dengan hal ini.

Untuk itu, ia membuktikan kesembuhannya dengan periksa ke rumah sakit di Singapura, Hasilnya, Titiek memang benar dinyatakan sembuh dari kanker serviks.

Bukan hanya dari meditasi, mengatur pola makan sehat juga jadi andalan Titiek selama menjalani perawatan kanker serviks.

Namun, benarkah hanya dengan meditasi dan atur pola makan seseorang bisa sembuh dari kanker serviks?

“Sampai saat ini belum ada penelitian yang mengatakan meditasi bisa menyembuhkan kanker tanpa obat. Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi kanker serviks adalah dengan kemoterapi dan melakukan pengobatan medis lainnya, ” ujar dr. Arina

“Tapi mungkin bisa juga diikuti meditasi. Karena meditasi bisa buat pikiran jadi lebih rileks sehingga tubuh tidak mengalami stres. Jika Anda mengalami stres atau cemas berlebih sistem imun justru akan semakin menurun dan buat kondisi tubuh jadi semakin parah,” tambahnya.

Lalu, mengatur pola makan juga penting untuk dilakukan karena dengan mengonsumsi makanan yang sehat, asupan gizi dalam tubuh akan terpenuhi. Inilah yang nantinya bisa meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh melawan sel kanker jahat.

2 dari 4 halaman

Sembuh dari Kanker, Titiek Puspa Pakai Alat Picu Jantung

Diketahui sejak 2018 lalu, Titiek Puspa memang sudah menggunakan alat picu jantung akibat penyakit jantung yang dialaminya. Alat ini berguna membantu detak jantung bisa kembali normal. 

Dalam wawancaranya bersama Deddy Corbuzier, Titiek menceritakan bahwa setahun yang lalu dirinya pernah mengalami sesak napas dan kemudian diberikan alat pacu jantung oleh dokter.

Dijelaskan oleh dr. Alvin Nursalim Sp.Pd, dalam keadaan normal, detak jantung pada orang biasa bisa berkisar 60 sampai 100 kali per menit. Detak jantung itu sendiri bisa dikatakan tidak normal apabila frekuensinya atau iramanya 20 sampai 30 kali per menit.

“Alat pacu jantung sendiri biasanya digunakan jika ada gangguan irama jantung. Gangguan irama ini pun juga bermacam-macam dan tidak semuanya memerlukan alat pacu jantung. Tapi jika iramanya cukup berat misalkan total AV block, maka fungsi pompa jantung tidak dapat berjalan dengan baik. Sehingga butuh alat pacu untuk membantu merangsang pemompaan jantung,” jelas dr. Alvin.

Artikel Lainnya: Apa Bedanya Kanker Serviks dan Kanker Ovarium?

3 dari 4 halaman

Mengapa Lansia Rentan Terkena Penyakit?

Memiliki pola hidup sehat tentu ingin dimiliki oleh setiap orang, baik yang berusia muda maupun lanjutan usia (lansia). Tetapi pada kenyataannya, saat masuk ke usia  lansia, tubuh tidak lagi seprima dulu seperti saat masih muda.

Sebab, sistem imunitas lansia semakin menurun, sehingga tubuh pun akan lebih rentan terkena penyakit.

Menurut penjelasan dr. Karin Wiradarma, ada beberapa cara yang lansia bisa lakukan untuk untuk mendapatkan tubuh prima dan mencegah penyakit datang. Beberapa hal yang bisa dilakukan di antaranya:

  1. Miliki Waktu Tidur yang Cukup

Untuk mencegah penyakit pada lansia, tidur selama 7 hingga 9 jam merupakan suatu hal yang wajib dilakukan setiap harinya.

Perlu diketahui bahwa tidak cukup tidur dapat meningkatkan resiko berbagai macam penyakit, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

“Saat tidur, tubuh akan melepaskan hormon pertumbuhan yang bisa meningkatkan kembali kolagen serta elastin. Ini berfungsi untuk menciptakan kulit yang lebih sehat. Jadi, meski usia Anda sudah tua, wajah tetap bisa terlihat lebih awet muda,” ujar dr. Karin Wiradarma pada KlikDokter.

  1. Tetap Rutin Olahraga

Olahraga tetap wajib dilakukan guna menjaga kebugaran tubuh. Kondisi fisik yang mulai menurun tentunya tidak bisa dipaksakan untuk melakukan olahraga berat.

Cukup melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki minimal 15 menit di sekitar komplek, itu sudah dapat membantu melancarkan peredaran darah.

  1. Berhenti Merokok

Merokok di usia senja, merupakan sumber penyakit pada lansia. Dokter Karin menyarankan agar Anda segera berhenti dari kebiasaan buruk tersebut guna menurunkan risiko berbagai penyakit menyerang tubuh.

“Merokok merupakan ‘mesin pembunuh’ secara instan yang bisa menyebabkan kanker, stroke dan gagal jantung. Merokok juga dipercaya bisa menyebabkan penyakit disfungsi ereksi pada pria lansia, ” tambah dr. Karin.

  1. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi

Selanjutnya, menjaga tubuh tetap terhidrasi juga bisa menjadi cara agar tubuh tetap sehat. Minum air putih adalah cara yang luar biasa untuk memastikan  tubuh mendapatkan semua perawatan yang layak.

Air sifatnya sangat penting, karena tidak ada sel, jaringan, dan organ dalam tubuh Anda yang dapat bekerja dengan baik tanpa bantuan air. Selain air mineral, jus buah atau jus sayuran juga dapat mencukupi kebutuhan air tubuh yang banyak.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit pada lansia. Tips tersebut juga dapat digunakan untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. Jika ada pertanyaan terkait kondisi kesehatan lainnya, Anda bisa langsung konsultasi dengan dokter via LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar