Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hampir 2 Juta Orang, Dunia Hadapi Gelombang Baru Infeksi Virus Corona

Hampir 2 Juta Orang, Dunia Hadapi Gelombang Baru Infeksi Virus Corona

Kasus terus bertambah, gelombang kedua virus corona kini jadi momok masyarakat dunia. Lantas, bagaimana perkembangan selanjutnya?

Dua sampai tiga bulan lalu, kasus virus corona terbanyak ada di Tiongkok dan beberapa negara Asia lainnya. Kondisi tersebut sampai mengharuskan Negeri Tirai Bambu untuk melakukan lockdown demi menghambat penyebaran COVID-19.

Namun sekarang, episentrum dari penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu justru berpindah ke Amerika Serikat dan Eropa.

Ya, ketika Tiongkok sudah angkat status lockdown dan laju kasus positif serta kematian di negara Asia mereda, kini giliran dua benua itu yang gigit jari.

Sebenarnya, banyak yang meragukan keputusan Tiongkok untuk melepas status lockdown-nya. Sebagian pihak merasa, keputusan itu terlalu cepat dan dikhawatirkan, akan ada gelombang kedua dari infeksi virus corona.

WHO Minta Jangan Terlalu Cepat Angkat Status Lockdown Negara

Keraguan itu tak datang dari masyarakat awam saja. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun melontarkan pernyataan senada.

Menurut mereka, mengangkat status lockdown virus corona terlalu dini bisa memicu “kebangkitan mematikan” dari infeksi virus corona.

Terlepas dari dampak ekonomi yang hancur akibat status lockdown, Tedros Adhanom Ghebreyesus dari WHO, menyarankan para pemimpin negara untuk terus berhati-hati.

Intinya, jangan terlena dengan status stuck atau penurunan kasus, sebab penurunan bisa sama berbahayanya dengan kenaikan jika tidak dikelola dengan baik.

Artikel Lainnya: Perhatikan, Ini 5 Gejala Virus Corona yang Tidak Biasa

Arahan ini bukan hanya untuk Tiongkok, tetapi juga untuk dua negara di Eropa, yakni Italia dan Spanyol yang sudah mulai melonggarkan pembatasannya di minggu ini.

Di Spanyol, mereka telah membiarkan sebagian pihak untuk kembali bekerja, khususnya di bagian konstruksi dan produksi pabrik. Sedangkan di Italia, toko buku dan toko pakaian sudah mulai beroperasi.

Spanyol sendiri menjadi negara yang memiliki jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 170 ribu lebih.

Sementara Italia, memiliki kasus positif corona sebanyak 159 ribu lebih. Kedua negara ini menduduki peringkat dua dan tiga untuk kasus corona terbanyak (AS masih di peringkat pertama).

1 dari 4 halaman

Gelombang Kedua Virus Corona Muncul saat Musim Panas?

Ada sebuah studi yang melaporkan, gelombang kedua virus corona akan muncul di belahan bumi utara pertengahan musim panas, yakni periode Juni sampai September 2020.

Namun, itu semua masih dugaan. Pertimbangan tersebut dimaksudkan agar seluruh negara siap, khususnya di bagian fasilitas serta tenaga medisnya.

Beragam upaya sudah dilakukan demi menghambat penyebaran virus corona, mulai dari lockdown, physical distancing, serta anjuran-anjuran lainnya, seperti penggunaan masker, rajin cuci tangan, penggunaan disinfektan, dan menerapkan pola hidup sehat.

Namun, ketika status lockdown dicabut, virus corona masih berpotensi menyebar. Wabah infeksi virus corona ini diramalkan sulit berhenti sampai ditemukannya vaksin penangkal, yakni minimal satu tahun atau 18 bulan lagi.

Artikel Lainnya: Waspada! WHO Peringatkan Adanya Peredaran Obat Virus Corona Palsu!

2 dari 4 halaman

Beberapa Negara Muncul Kasus Baru setelah Mereda

Bicara soal pemulihan kondisi suatu negara di tengah pandemi COVID-19, di bawah ini ada daftar negara yang jumlah kasus virus corona mereda, tetapi muncul lagi kasus baru meski tidak banyak.

Sebetulnya, ini menjadi bukti bahwa penyebaran virus SARS-CoV-2 memang tidak akan benar-benar mereda sampai vaksin ditemukan. Adapun negara yang dimaksud, meliputi:

  • Korea Selatan. Sebanyak 116 orang yang dinyatakan sembuh, kembali mendapatkan hasil tes positif dari otoritas kesehatan.
  • Tiongkok. Sebanyak 108 kasus coronavirus dilaporkan beberapa hari lalu. Sebagian besar merupakan imported case (terinfeksi di luar negeri dan terbawa ke negara asal).
  • Jepang. Di Hokkaido, aturan pembatasan diperpanjang lagi hingga 6 Mei, meski di Maret lalu sudah sempat dilonggarkan. Hal itu disebabkan oleh peningkatan jumlah kasus di Tokyo dan Osaka.

Hongkong, Taiwan, dan Singapura adalah negara yang dianggap siap menghadapi gelombang kedua corona jika sampai terjadi.

Sebab, langkah-langkah mereka di gelombang pertama sangat matang sehingga peningkatan kasus positif dan angka kematiannya bisa ditekan.

3 dari 4 halaman

Tes Antibodi untuk Cegah Gelombang Kedua Virus Corona

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), Robert Redfield, mengatakan kita memang sedang mendekati titik puncak pandemi virus corona.

Ke depannya, untuk mengetahui siapa saja yang kebal terhadap virus tersebut, mereka akan melakukan tes antibodi.

Tes antibodi bukanlah tes untuk menentukan apakah seseorang sakit atau tidak.Tapi, tes ini akan mencari apakah di dalam darah seseorang ada antibodi atau tidak.

Menurut dr. Devia Irine Putri, antibodi adalah bentuk respons terhadap infeksi. Jika di dalam darah seseorang sudah ada hal tersebut, berarti mereka sudah sembuh total dan cukup sulit terinfeksi virus corona lagi (jika tidak terpapar secara intens dan terus-menerus, ya).

Hal itu juga bisa menahan gelombang dua virus corona. Semakin banyak kita mengetahui orang-orang yang punya antibodi, maka gelombang kedua corona kemungkinan besar tidak akan terjadi karena virus sudah kehilangan inang untuk bersarang.

Semoga saja gelombang kedua virus corona yang akan datang di musim panas hanya “ramalan” belaka.

Pasalnya, dampak yang ditimbulkan oleh virus berbahaya terhadap semua aspek sangatlah parah. Tetaplah lakukan physical distancing selama wabah ini belum berakhir.

KlikDokter bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar infeksi virus corona, gunakan fitur Live Chat untuk konsultasi dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa coba Cek Corona Online di sini. Baca terus info menarik seputar kesehatan di KlikDokter!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar