Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mau Suami Istri Tetap Harmonis Saat Karantina, Ikuti Cara Ini

Mau Suami Istri Tetap Harmonis Saat Karantina, Ikuti Cara Ini

Bukannya semakin dekat, tapi karantina juga bisa buat hubungan suami istri jadi semakin menjauh. Apa penyebabnya? Yuk, simak penjelasan psikolog.

Karantina mungkin jadi kata yang akan paling diingat sepanjang tahun 2020 ini. Pasalnya, sejak kemunculannya di akhir tahun 2019, coronavirus memang selalu jadi berita utama di dunia. Setiap negara menyerukan aksi karantina mandiri di rumah sebagai upaya menekan jumlah penyebaran virus corona.

Sayangnya, tidak semua karantika berjalan dengan baik. Ada yang merasa stres berada di rumah dan juga ada yang merasa tertekan.

Nah, saking lamanya pemerintah menyerukan aksi social distancing dan karantina di rumah, tidak sedikit pasangan suami istri jadi bertengkar atau bahkan bercerai! Kira-kira, apa penyebabnya?

Tingkat Perceraian di Tiongkok Pasca Lockdown Meningkat

Ada beberapa kasus nyata yang menunjukan bahwa berdiam diri di rumah bersama pasangan dengan rentan waktu cukup lama, bisa memicu keributan bahkan perceraian.

Dikutip dari Bloomberg, ketika virus corona mewabah di Tiongkok, seorang ibu rumah tangga bernama Wu (berusia 30 tahun), di Provinsi Guangdong Selatan, terpaksa harus menghabiskan hampir dua bulan dalam isolasi di rumah bersama dengan pasangannya yang tidak bekerja.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Dalam waktu dua bulan tersebut, Wu dan suaminya terus bertengkar akibat permasalahan ekonomi keluarga, pekerjaan rumah yang berantakan, perawatan anak yang tidak dibagi secara adil dan sebagainya.

Akibatnya, Wu pun melakukan gugatan cerai dan sekarang sedang melakukan proses perceraian. 

Setiap tahunnya Tiongkok memang menerbitkan statistik nasional tentang perceraian, tapi laporan media di berbagai kota menunjukan, kasus perceraian melonjak tinggi sejak Maret lalu. 

Kota Xian, di Tiongkok tengah, dan Dazhou, di Provinsi Sichuan, keduanya melaporkan jumlah pengajuan perceraian yang tinggi pada awal Maret. Alhasil, ini menyebabkan antrian panjang  di kantor pemerintahan, khususnya bagian yang mengurus tentang kasus perceraian.

Pengacara perceraian Shanghai Steve Li di Gentle & Trust Law Firm juga mengatakan, beban kasusnya telah meningkat 25% sejak masa karantina mulai dilonggarkan pada pertengahan Maret.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 dari 3 halaman

Mengapa Karantina Justru Membuat Pasangan Ingin Berpisah?

Meski tidak semua, tapi fenomena perceraian di Tiongkok ini tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi di negara-negara lain yang melakukan karantina, termasuk Indonesia.

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog menjelaskan ada beberapa faktor yang mungkin bisa jadi alasan mengapa pasangan suami istri banyak yang ingin cerai pasca melakukan karantina. Antara lain seperti:

  • Tekanan dari Virus Corona Itu Sendiri

Menurut Ikhsan, wabah virus corona itu sendiri saja sudah memberikan ‘sumbangan’ tekanan yang sangat berdampak pada psikis setiap orang, termasuk suami-istri.

Setelah tekanan itu dibawa ke rumah, maka tekanan dalam pikiran itu akan terus menetap dan tidak bisa dilampiaskan ke tempat atau kegiatan lain.

“Karantina ini membuat siapa saja tidak bisa melakukan aktivitasnya luar rumah. Ini membuat rasa marah, sedih, kesal, panik akan terkumpul semua di dalam satu titik (rumah) dan akan terus berkembang di dalam situ. Inilah yang nantinya buat pasangan jadi saling adu argumen, bertengkar dan sebagainya, ” ujar Ikhsan.

  • Terlalu Sering Bertemu

Bukannya tidak boleh bertemu, tapi menurut Ikhsan, rutinitas yang itu-itu saja mungkin buat setiap individu juga jadi bosan, jenuh, bahkan jengkel.

“Kita tidak tahu, mungkin kebiasaan sehari-hari pasangan itu jarang bertemu karena sibuk dengan aktivitasnya seperti bekerja. Mungkin ketemu pas di pagi dan malam hari. Tapi ketika dipaksakan untuk karantina dan harus dipaksakan untuk bertemu setiap saat, mungkin ini yang jadi masalah,” kata Ikhsan.

  • Ekspektasi yang Tidak Sesuai

“Jika memang suami istri jarang bertemu dan sekali bertemu, mungkin ada ekspektasi yang tidak bisa dipenuhi satu sama lain. Ini juga nantinya bisa jadi konflik rumah tangga, ” papar Ikhsan.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Tips Tetap Harmonis Saat Karantina

Seperti yang dikatakan sebelumnya, kejadian ini bisa menimpa siapa saja termasuk diri Anda dan pasangan. Untuk itu, penting bagi setiap pasangan mengetahui beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan tetap harmonis selama karantina, seperti berikut ini.

  1. Menentukan Ulang Tujuan Pernikahan

Ketika masalah mulai datang dan selalu menimbulkan permasalahan, coba bicarakan kembali pada pasangan, apa tujuan kalian menikah. Jika memang tujuan itu dirasa sudah pudar atau sudah dilakukan, coba tentukan kembali tujuan pernikahan kalian.

Dengan membicarakan hal ini, biasanya masalah demi masalah akan bisa diselesaikan dengan baik dan kedekatan Anda pun semakin meningkat.

  1. Terbuka Satu Sama Lain

Jika ada hal yang tidak enak di hati, Anda diharapkan selalu terbuka dengan pasangan. Misalnya, sang suami merasa ada yang berbeda dengan perilaku istrinya, sebaiknya segera tanyakan dengan baik masalah apa yang sedang dihadapi. Begitu juga dengan sebaliknya.

  1. Cari Kesamaan Satu Sama Lain

Menurut Ikhsan, dengan mencari kesamaan satu sama lain akan ada kegiatan-kegiatan baru yang bisa dilakukan bersama selama masa karantina.

Misalnya, Anda dan pasangan sama-sama suka membuat konten video. Hal ini bisa digunakan untuk mengisi waktu kosong selama karantina berlangsung. Konten-konten itu nantinya bisa Anda upload di media sosial untuk dibagikan ke orang-orang.

  1. Pertahankan Komunikasi

Komunikasi adalah bagian paling penting di setiap hubungan. Pastikan Anda tetap menjaga komunikasi dengan baik agar masalah demi masalah bisa diselesaikan dengan baik.

Jika kedua belah pihak masih saling emosi, sebaiknya hindari dulu berkomunikasi sampai kedua emosi sudah sama-sama reda. Beri waktu diri sendiri untuk berpikir, barulah Anda dan pasangan saling berbicara.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan pasangan untuk menjaga keharmonisannya selama karantina di masa pandemi virus corona ini. Untuk mengetahui tips keluarga lainnya, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan psikolog via LiveChat di Aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar