Sukses

Ternyata Ada Kecanduan Travelling Alias Dromomania!

Anda gemar travelling dan addict dengan jalan-jalan? Bisa jadi Anda masuk kategori Dromomania. Yuk, cari tahu lebih lanjut di artikel ini.

Liburan di dalam atau luar negeri memang jadi salah satu cara untuk mengusir stres dan penat. Tapi sayang, plesiran sementara tak bisa dilakukan akibat wabah virus corona. Jadi, bagaimana nasib orang-orang yang kecanduan travelling alias dromomania yang harus stay di rumah?

Apa Itu Dromomania?

Dromomania adalah sebuah kecenderungan yang masuk dalam kategori maniak, di mana seseorang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri ketika ingin pergi jalan-jalan atau travelling

Dijelaskan psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi., orang yang masuk dalam kategori dromomania sebenarnya tidak memiliki tujuan tertentu ketika memutuskan untuk liburan. Jadi, bisa dikatakan ini hanya keinginan impulsif dari sang “pencandu”. 

“Jadi tidak ada tujuan atau ambisi tertentu. Dia tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak pergi travelling. Dia pun bisa melakukan apa pun agar bisa pergi jalan-jalan dan memenuhi hasratnya tersebut, ” ujar Ikhsan saat diwawancarai. 

Artikel lainnya: Perangi Post Vacation Blues setelah Libur Lebaran!

Selain itu, dikutip dari Holidify, dromomania adalah sebuah diagnostik dan statistik gangguan mental yang dikaitkan dengan masalah kejiwaan dan gangguan kontrol impuls.

Ini bukan seperti ketergantungan pada narkoba atau zat adiktif lainnya, tapi kecanduan yang muncul pada otak akibat ada zat-zat tertentu di dalamnya.

Tak sedikit orang yang kecanduan jalan-jalan. Penyebarannya pun sebenarnya sangat cepat, terutama pada generasi millenial. Hal ini karena adanya cerita-cerita menarik akan suatu lokasi yang tersebar di media sosial. 

“Karena ini sebuah kebiasaan yang tidak bisa dikontrol dan datang kapan saja, dari riset yang saya lihat, bahkan beberapa orang yang memiliki dromomania tidak sadar mengapa dirinya bisa sampai ke satu kota atau satu negara. Jadi, seakan-akan dirinya dihipnotis,” ucap Ikhsan.

Artikel lainnya: 5 Tips agar Semangat Kerja Usai Libur Lebaran

1 dari 3 halaman

Penyebab Dromomania dan Ciri-cirinya

Sampai saat ini, belum diketahui pasti penyebab seseorang bisa dikategorikan sebagai dromomania. Namun, Ikhsan menjelaskan ini bisa terjadi karena ada permasalahan pada otak orang tersebut. 

“Sama seperti maniak lainnya, orang yang memiliki dromomania cenderung memiliki permasalahan di otaknya sehingga ada suatu zat yang memengaruhi cara dia berpikir,” kata psikolog tersebut.

Lantas, bagaimana Anda bisa tahu bahwa seseorang adalah pengidap dromomania? Dijelaskan Ikhsan, berikut adalah beberapa ciri-cirinya:

  • Anda adalah seorang yang gagal untuk menolak dorongan atau kemauan implusif. Dalam arti, Anda sulit menolak keinginan impulsif, terutama untuk jalan-jalan ke luar rumah. Anda pun merasa harus mengikuti semua kemauan impulsif tersebut.
  • Suka melakukan aksi secara spontan tanpa ada perencanaan sebelumnya. Jadi, ketika ingin pergi ke suatu tempat, Anda tidak segan-segan untuk langsung membeli tiket pesawat atau alat transportasi lainnya untuk sampai ke tujuan.
  • Anda memiliki kecemasan tersendiri sehingga memilih untuk jalan-jalan atau pergi travelling untuk mengatasi masalah tersebut. Sayangnya, hal ini sering dilakukan tanpa perencanaan yang matang. 

Artikel lainnya: Tetap Seru Meski Liburan dalam Kota

2 dari 3 halaman

Bagaimana Pengidap Dromomania Hadapi Wabah COVID-19?

Seperti yang dikatakan di atas, pandemi virus corona atau COVID-19 mengharuskan semua orang berada di dalam rumah sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Kalau untuk orang biasa saja berat, imbauan stay at home bagi pencandu travelling ini bisa saja terasa menyiksa.

“Bagi mereka yang punya dromomania dan tinggal sendiri, saya rasa mereka akan tetap nekat untuk pergi-pergi demi memuaskan nafsu impulsifnya,” tutur Ikhsan.

Sementara, kalau mereka tinggal bersama keluarga atau orang lain, keinginan jalan-jalan itu bisa ditahan karena adanya larangan untuk pergi keluar dari orang rumah. 

“Hanya saja, mungkin mereka jadi lebih mudah emosi dan merasa stres ketika berada di rumah saja. Hal inilah yang harus dicari solusinya,” ujar Ikhsan. 

Artikel lainnya: Kiat Aman Travelling Naik Pesawat di Trimester Akhir

Untuk mengatasi rasa stres ini, Ikhsan menyarankan agar para dromomania bisa menyibukkan diri dengan kegiatan lain, tapi tetap berhubungan dengan travelling. Misalnya saja, membuat list negara atau kota yang nantinya akan dituju usai pandemi selesai.

Selain itu, para pecandu travelling juga bisa budget list yang akan dikeluarkan di perjalanan berikutnya. Saat waktunya tiba, persiapannya pun sudah lebih tertata.

Tidak hanya itu, cari juga kegiatan baru lainnya untuk mengalihkan perhatian Anda pada jalan-jalan. Misalnya saja, memasak, menggambar, menulis, atau berkebun. Saat ditekuni, bisa saja ini malah menjadi hobi baru.

Anda merasakan hal yang sama seperti dromomania di atas? Sementara ini, tahan keinginan Anda untuk travelling, ya. Sibukkan diri dengan kegiatan menyenangkan hingga wabah virus corona berakhir. Untuk tahu info seputar kesehatan mental lainnya, silakan unduh aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar