Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penyanyi Pink Bagikan Pengalamannya Hadapi Virus Corona Bersama Anak

Penyanyi Pink Bagikan Pengalamannya Hadapi Virus Corona Bersama Anak

Dunia dikejutkan dengan kabar Pink dan anaknya yang didiagnosis positif virus corona. Tapi kini, ia dinyatakan sudah sembuh. Bagaimana kisah lengkapnya?

Meningkatnya jumlah kasus virus corona di dunia memang menyeramkan, ya! Tidak hanya di Indonesia saja yang jumlah kasusnya semakin banyak, di negara-negara lain pun juga demikian.

Salah satu negara yang kini jumlah korban terinfeksinya paling tinggi adalah Amerika Serikat, yakni dengan kasus sebanyak 398.185 jiwa. Dengan angka tersebut, tidak heran jika setiap lapisan masyarakat rentan terinfeksi virus corona.

Salah satu public figure yang terkena COVID-19 adalah penyanyi Alecia Beth Moore, atau yang akrab disapa Pink. Bagaimana keadaannya sekarang? Simak informasi lengkapnya lewat uraian berikut ini.

Pink Akui Terinfeksi Virus Corona Lewat Sosmed Pribadinya

Beberapa waktu lalu, penyanyi Pink beserta anaknya Jameson yang berusia 3 tahun, dikabarkan tengah menjalani tes coronavirus dan hasilnya positif. Hal ini disampaikan oleh Pink dalam akun instagram pribadinya @pink.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

“Tiga minggu yang lalu putraku yang berusia 3 tahun, Jameson, dan aku menunjukan gejala COVID-19. Beruntung dokter kami memiliki akses agar kami bisa melakukan tes dan aku dinyatakan positif setelah menjalani tes tersebut, ” ungkap Pink lewat caption di postingan instagram-nya, Sabtu lalu.

Sesudah dinyatakan positif oleh tim dokter, Pink dan keluarga langsung melakukan isolasi diri di rumah dan mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh dokter.

Lalu, setelah melakukan isolasi diri selama dua minggu, pelantun Just Give Me a Reason itu dinyatakan sembuh.

“Beberapa hari yang lalu, kami dites ulang dan syukurlah sekarang hasilnya sudah negatif,” tambah Pink dalam caption foto instagram-nya.

Dalam postingan-nya, Pink melontarkan beberapa kritik terhadap pemerintah. Seharusnya, pemerintah memberikan akses lebih mudah untuk masyarakat yang ingin melakukan tes COVID-19, menurutnya.

Pink juga mengatakan, orang-orang perlu tahu bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja termasuk mereka yang berkecukupan maupun kurang mampu.

“Kita harus membuat tes gratis yang lebih mudah diakses untuk melindungi anak-anak, keluarga, teman, dan masyarakat kita, ” tulisnya.

Tidak hanya itu, Pink mendonasikan sebanyak Rp 16 miliar untuk membantu melawan virus corona. Ia memberikan sumbangan kepada Temple University Hospital Emergency Fund di Philadelphia.

Hal ini dilakukan untuk menghormati Ibu dari Pink, Judi Moore, yang sudah bekerja di Cardiomyopathy and Heart Transplant Center.

Sedangkan setengah dari donasinya, yaitu Rp 8 miliar ia sumbangkan kepada Wali Kota Los Angeles untuk Emergency COVID-19 Crisis Fund. Pink mengucapkan terimakasih untuk tenaga medis dan semua orang di dunia yang telah bekerja keras untuk melindungi orang-orang yang dicintai saat pandemi virus corona berlangsung.

Artikel Lainnya: Gejala Pasien Virus Corona, dari Ringan hingga Kritis!

1 dari 3 halaman

Pink Harus Melakukan Perawatan dengan Nebulizer

Dilansir dari USA Today, dalam wawancaranya di IGTV dengan Jen Pastiloff Sunday, Pink mengatakan kondisinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Sebab, kejadian yang kemarin adalah hal yang paling mengerikan bagi ia dan anaknya.

“Jameson benar-benar merasa sakit, saya pun juga. Saya menggunakan nebulizer untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, ” ujar Pink yang memang memiliki riwayat penyakit asma.

Nebulizer sendiri adalah alat yang digunakan untuk mengubah obat cair menjadi uap untuk dihirup melalui hidung. Nebulizer umumnya memang digunakan untuk metode pengobatan asma untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Menurut dr. Arina Heidyana, kondisi asma maupun penyakit pernapasan lainnya memang bisa jadi semakin buruk saat terserang coronavirus.

Pasalnya, virus corona memang bisa dengan cepat menginfeksi tubuh, termasuk paru-paru dan sistem pernapasan manusia lainnya.

“Ini dia kenapa, para penderita asma yang positif virus corona harus diperhatikan karena sistem pernapasannya bisa semakin terganggu. Penggunaan inhaler atau nebulizer memang dianjurkan tapi tetap harus dengan instruksi yang jelas dari tim medis. Jika memang kambuh, ya sebaiknya digunakan,” ujar dr. Arina pada KlikDokter.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Anak Pink Mengalami Gejala yang Cukup Buruk

Masih dalam sesi wawancara dengan Jen Pastiloff, Pink juga menceritakan bagaimana anaknya, Jameson, mengalami gejala yang lebih berat ketimbang dirinya.

Pink mengatakan, demam yang dialami Jameson dan dirinya diumpamakan seperti roller coaster.

Di mana artinya, suhu badan Pink dan Jameson bisa naik atau turun kapan saja.  Selain itu, Pink juga menjelaskan bahwa Jameson mengalami diare, sembelit, dan muntah ketika menjalani isolasi di rumah.

Ya, diare dan mual memang bisa jadi gejala tidak biasa dari virus corona. Dikutip dari CBS News, para peneliti menganalisis gejala lain di luar batuk dan sesak napas dari data 204 pasien COVID-19.

Pasien yang diteliti rata-rata berusia hampir 55 tahun dan dirawat di tiga rumah sakit di Provinsi Hubei antara 18 Januari dan 28 Februari 2020.

Menurut data, dokter menemukan masalah pencernaan seperti diare yang menjadi salah satu dari banyak gejala virus corona.

Penelitian pun mengungkapkan, pasien dengan gejala pencernaan biasanya lebih lama untuk memeriksakan diri ke rumah sakit. Sebab, pasien tidak yakin apakah mereka telah terinfeksi virus corona atau tidak.

Dokter Arina juga menambahkan, diare merupakan salah satu gejala tidak biasa yang menandakan seseorang terinfeksi coronavirus. Diare mungkin terjadi ketika virus masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi tubuh bagian dalam seperti pencernaan.

“Tidak hanya paru-paru, tapi sistem pencernaan juga bisa kena dampak dari virus yang menginfeksi. Jika Anda hanya merasakan diare aja tanpa ada gejala lainnya, bisa jadi ini bukan karena virus corona. Namun, karena adanya masalah pada sistem pencernaan,” ujar dr. Arina.

Anjuran Pink untuk Tetap di Rumah Selama Pandemi Virus Corona

Tingginya kasus yang menimpa wilayah California, tempat dimana Pink tinggal, memang menjadi rawan bagi banyak masyarakat. Sampai saat ini tercatat sekitar 16.000 kasus virus corona yang ada di California.

Dengan kasus yang menimpa dirinya, Pink mengimbau agar masyarakat tidak menganggap remeh pandemi virus corona. Pink mengatakan, sebaiknya masyarakat tetap berada di dalam rumah dan tidak melakukan kontak fisik dengan orang di luar.

KlikDokter telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 gunakan fitur LiveChat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar