Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Menteri Kesehatan RI Sebut Tamiflu Jadi Obat Virus Corona, Benarkah?

Menteri Kesehatan RI Sebut Tamiflu Jadi Obat Virus Corona, Benarkah?

Menkes Terawan mengatakan salah satu cara pemerintah mengatasi virus corona adalah menggunakan obat tamiflu. Benarkah obat itu efektif?

Menteri Kesehatan Indonesia, Terawan Agus Putranto, membawa kabar baru terkait obat virus corona. Menurutnya, pihaknya akan menggunakan obat Tamiflu untuk menangani pasien positif COVID-19 di Indonesia.

Pakai Tamiflu untuk Atasi Virus Corona

Dilansir dari CNN Indonesia, Menteri Terawan mengungkapkan bahwa Tamiflu digunakan berdasarkan protokol yang dikeluarkan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

"Kita menggunakan Tamiflu yang persediaannya ada," kata Terawan, dalam rapat kerja dengan Komisi IX, Kamis (2/4) lalu.

Dokter yang terkenal karena terapi "cuci otak" ini mengatakan bahwa pemerintah sudah membagikan sekitar 450 ribu tablet Tamiflu ke rumah sakit-rumah sakit rujukan COVID-19.

Dia menambahkan, Rabu (1/4) kemarin, sudah datang bahan baku untuk Tamiflu. Dalam 1-2 minggu mendatang, bisa didapatkan sekitar 1 juta tablet.

Menurut Terawan, pemerintah sudah menyiapkan skenario untuk menahan laju perkembangan COVID-19, bahkan apabila terjadi lonjakan pasien positif. Diperlukan peningkatan kapasitas rumah sakit, termasuk sarana, prasarana, dan kesiapan sumber daya manusia rumah sakit.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Apa Itu Tamiflu?

Tamiflu merupakan obat yang mengandung oseltamivir sebagai zat aktifnya. Oseltamivir sendiri berfungsi untuk mengobati gejala penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti virus influenza tipe A dan B; serta untuk mencegah penularan virus influenza.

Lebih lanjut, dikutip dari Web MD, Tamiflu dapat membantu memperbaiki kondisi, seperti hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, demam hingga mengigil, nyeri tubuh, serta rasa letih. Antivirus ini dipercaya dapat mempercepat waktu pemulihan hingga 1-2 hari.

Tamiflu digunakan untuk mengobati gejala flu yang disebabkan oleh virus influenza pada orang yang memiliki gejala kurang dari 2 hari. Obat ini juga dapat diberikan untuk mencegah influenza pada orang yang mungkin terpapar, tetapi belum memiliki gejala.

Tapi perlu diingat, Tamiflu termasuk ke dalam golongan obat keras. Artinya, Anda membutuhkan resep dokter saat membeli dan menggunakannya.

Selain itu, dosis penggunaan antivirus ini juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Dosis setiap individu bisa berbeda-beda, bergantung pada berat tidaknya keluhan yang diderita.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 dari 3 halaman

Efektifkah Tamiflu untuk Virus Corona?

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa belum ada obat pasti untuk meredakan virus corona. Obat-obatan yang diminum pasien saat ini berguna untuk meringankan gejalanya.

Lalu, bagaimana dengan Tamiflu? Sampai saat ini, memang belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa antivirus tersebut efektif untuk mengobati virus corona. 

Akan tetapi, menurut dr. Theresia Rina Yunita, obat ini memang dipergunakan khusus di rumah sakit saja. Dalam artian, diberikan pada pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit.

"Tapi, ini bukan obat untuk meredakan gejala COVID-19. Kalau gejalanya batuk, ya minum obat batuk. Kalau gejalanya demam, obat demam yang diminum. Tamiflu ini obat keras yang hanya diberikan pada pasien di rumah sakit," ujar dr. Theresia.

Meski digunakan sebagai pengobatan COVID-19 di Indonesia, hal sebaliknya dilakukan di Iran. Kementerian Kesehatan Iran, melalui juru bicaranya, mengatakan bahwa sebuah penelitian menunjukkan kalau Tamiflu tidak efektif mencegah atau mengobati infeksi coronavirus.

“Masalah ini diangkat dalam komite ilmiah dan juga dibahas di Markas Besar Nasional untuk memerangi coronavirus. Itu (Tamiflu) juga dihapus dari protokol pengobatan COVID-19," tulis jubir Kementerian Kesehatan Iran di akun Twitter.

Menurut dia, tamiflu adalah obat untuk mengobati flu. Namun, obat tersebut tidak akan melindungi orang dari infeksi coronavirus. 

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Adakah Efek Samping Tamiflu?

Penggunaan obat Tamiflu memang tidak boleh sembarangan. Selain karena tergolong obat keras, Tamiflu diketahui juga memiliki efek samping.

Antara lain, kebingungan mendadak serta tremor atau badan gemetar. Selain itu, obat ini juga bisa menyebabkan perilaku yang tidak biasa, seperti halusinasi, sakit kepala, mual, dan muntah.

Pada beberapa orang, Tamiflu bisa menimbulkan tanda reaksi alergi. Seperti, gatal, sulit bernapas, serta bengkak di wajah atau tenggorokan; atau berupa reaksi kulit yang parah, misalnya sakit kulit dan ruam kulit merah dengan luka melepuh/ mengelupas. Segera hubungi dokter apabila mengalami reaksi tersebut.

Keputusan pemerintah menggunakan obat Tamiflu sebagai salah satu pengobatan virus corona tentu sudah melalui pertimbangan matang. Semoga obat ini juga bisa bereaksi baik di tubuh pasien. Tapi ingat, ini adalah obat keras. Jangan mengonsumsinya tanpa petunjuk dokter. 

KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menekan angka persebaran virus corona. Anda bisa mendapatkan layanan cek virus corona secara online di aplikasi KlikDokter.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar