Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pocong untuk Menakuti Warga, Benarkah Efektif Mencegah Virus Corona?

Pocong untuk Menakuti Warga, Benarkah Efektif Mencegah Virus Corona?

Dua orang rela berpakaian pocong guna menyukseskan isolasi mandiri. Apakah cara menakut-nakuti seperti ini efektif untuk mencegah virus corona?

Berbagai cara dilakukan untuk bisa menekan kerumunan orang di tengah pandemi virus corona. Mulai dari pengusiran paksa, menutup pusat keramaian, hingga imbauan untuk tetap di rumah.

Namun, cara berbeda dilakukan oleh dua warga Tuk Songo di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Mereka melakukan cara unik, yakni menjadi hantu pocong demi membatasi jumlah orang yang keluar masuk kampung tersebut.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara desa, Angko Setiyarso Widodo angkat bicara. Ia mengatakan soal keputusan untuk mengisolasi desa sebagai upaya memutus penyebaran virus corona.

“Bersama dengan penghuni lain, pocong akan memeriksa siapa saja yang melewati gerbang, termasuk menyemprotkan desinfektan. Pocong hanya bertugas di malam hari, sementara warga lainnya menjaga gerbang di siang hari,” jelas Angko.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Cerita Kemunculan Pocong yang Viral

Cerita pocong untuk menjaga kampung kemudian viral di mana-mana. Beredar video orang lari tunggang-langgang saat melihat makhluk halus dengan pakaian putih yang membungkus tubuh tersebut.

Bahkan, cerita pocong Purworejo tersebut sampai diberitakan oleh media Korea Selatan yang cukup besar, SBS.co.kr. Dalam judulnya yang menggunakan huruf asli Korea, Hangul, SBS menulis "Pencegahan COVID-19, Desa di Indonesia Sampai Dijaga Hantu Pocong".

Berita tersebut sontak viral di media sosial. Banyak warganet yang membagikan dan menjadikannya bahan tertawaan guna mengusir kepanikan di tengah pandemi virus corona seperti sekarang.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 dari 3 halaman

Pocong Palsu untuk Dukung Self Isolation Virus Corona

Pocong Purworejo merupakan bagian dari upaya pengurus RT dan RW setempat untuk menekan angka orang untuk keluar rumah.

Dengan isolasi yang berkelanjutan, semua akses lain ke kampung ditutup dan penduduk hanya bisa masuk melalui gerbang yang dijaga pocong. Menurut Angko, ada pesan penting di balik alasan pocong dijadikan penjaga.

"Pocong ini untuk mengingatkan kita akan kematian, sehingga siapa pun yang ngeyel (keras kepala) dan tidak ingin berpartisipasi dalam tindakan pencegahan virus corona dapat dengan sendirinya menjadi pocong,” ujar Angko.

“Harapan kami adalah agar pandemi virus corona ini segera berakhir,” sambungnya.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Amankah Menakuti Warga untuk Perketat Self Isolation Corona?

Kalau dibilang efektif atau tidak, cara ini memang bisa dibilang sangat membantu. Orang-orang pasti takut untuk keluar karena harus berhadapan dengan sosok pocong yang menakutkan.

Tapi, apakah cara menakut-nakuti seperti itu aman bagi kesehatan mental? Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, cara ini sebenarnya hanya fokus pada sisi mistis belaka. Ia juga mengungkapkan bahwa cara menakut-nakuti seperti halnya pocong Purworejo sebenarnya kurang memiliki arti.

"Mungkin ada masyarakat punya pengalaman tidak enak dengan hal mistis. Bisa dibilang, takutnya itu bukan takut virus corona, tapi lebih takut dengan pocong," ujar Ikhsan saat dihubungi KlikDokter.

"Tujuan orang ini (jadi pocong palsu) mungkin supaya mereka yang masih keluyuran juga ingat dengan kematian di tengah wabah virus corona. Hanya saja, pesan itu kurang sampai karena tidak ada tulisannya juga," lanjutnya.

Melanjutkan penjelasan, Ikhsan berkata bahwa pocong memang bisa membantu menekan keinginan seseorang untuk keluar rumah. Tapi, kalau tujuannya untuk mendukung kesuksesan self isolation, ia agak sangsi.

"Bisa jadi orang malah menyangkanya itu sebagai prank atau sebuah keisengan belaka. Jadi, kalau menurut saya, cara seperti ini memang bisa, tapi harusnya pesannya bisa lebih sampai," pungkasnya.

Penggunaan sosok menyeramkan seperti halnya pocong Purworejo untuk mendukung isolasi diri memang tidak begitu efektif. Namun, cara tersebut memang bisa menekan minat seseorang untuk keluar dari rumah.

Terlepas dari itu, mari bersama dukung pemerintah untuk memutus penyebaran virus corona di Indonesia dengan menerapkan physical distancing (menghindari kontak fisik), dan tetap di #dirumahaja.

Jika punya pertanyaan mengenai virus corona atau kesehatan secara umum, Anda bisa mengandalkan Live Chat 24 jam gratis dari KlikDokter. Anda  juga bisa memanfaatkan Cek Corona Gratis dari KlikDokter dengan klik di sini. KlikDokter telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk ikut serta dalam menekan angka pesebaran virus corona di Indonesia.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar