Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Banyak Dibuat, Bilik Disinfektan Bisa Jadi Berbahaya bagi Tubuh

Banyak Dibuat, Bilik Disinfektan Bisa Jadi Berbahaya bagi Tubuh

Banyak yang beranggapan bahwa bilik disinfektan yang kini mulai banyak disediakan bisa membunuh virus corona. Namun, seberapa efektifkah metode ini?

Dengan semakin meningkatnya jumlah kasus virus corona, masyarakat semakin peduli untuk melindungi diri. Jumlah kasus di Indonesia sendiri telah mencapai 1.155 (29/03, pukul 08.00 WIB).

Salah satu cara yang banyak digunakan untuk mencegah virus corona adalah dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke setiap tempat yang ramai dikunjungi banyak orang.

Tidak hanya itu, kini bilik disinfektan pun mulai beredar banyak di area perkantoran maupun gedung lainnya untuk mencegah virus COVID-19. Tapi tunggu dulu, apa ini benar efektif? Simak terus ulasan ini, ya!

Hari ke hari, jumlah pasien positif virus corona semakin bertambah. Baik dari jumlah yang sembuh maupun meninggal, keduanya sama-sama meningkat.

Untuk menekan angka penyebaran virus corona, pemerintah sendiri menetapkan kebijakan social distancing. Tapi, bagi mereka yang masih harus melaksanakan pekerjaan di luar rumah, bilik disinfektan bisa jadi solusi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 4 halaman

Maraknya Pembuatan Bilik Disinfektan

Salah satu perusahaan yang telah menerapkan pemakaian bilik disinfektan adalah PT PLN. Kantor PLN telah menyediakan bilik disinfektan untuk pegawai-pegawainya yang masih harus pergi ke kantor.

Dikutip dari Kompas, upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif virus corona menyebar ke area kantor. Bilik ini disediakan di pintu masuk, sehingga seluruh pegawai harus melakukan sterilisasi sebelum masuk ke area kerja.

Tidak hanya gedung perkantoran, tapi sejumlah bilik disinfektan juga telah didistribusikan ke Wisma Atlet Kemayoran yang kini dijadikan sebagai Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19.

Dilansir dari Liputan6, ini adalah upaya untuk membantu mengurangi penyebaran virus dengan pembersihan badan saat masuk ke ruang kerja, ungkap Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan.

Apa Anda sudah terbayang mengenai fasilitas ini? Umumnya, terdapat cairan disinfektan dan kipas di dalam bilik. Kipas tersebut berguna untuk menyebar cairan disinfektan.

Cara pakainya cukup mudah. Anda hanya perlu masuk ke dalam bilik, menutup kedua mata, dan berputar. Disinfektan yang disemprotkan akan menjangkau seluruh tubuh.

Karena dianggap efektif mencegah penyebaran virus corona, banyak orang yang bahkan membuat sendiri bilik disinfektan yang bisa digunakan di tempat umum maupun di rumah.

Seperti Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Solo yang membuat alat bernama disinfectant chamber, yang digunakan untuk mengurangi risiko penularan virus corona.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 4 halaman

Bilik Disinfektan Tidak Disarankan WHO

 

Sebelum Anda buru-buru ingin bersih-bersih tubuh di bilik disinfektan, ketahui dulu bahwa cara ini tidak masuk ke dalam rekomendasi pencegahan COVID-19 oleh WHO, lho!

Menurut pernyataan Chandra Risdian (peneliti biokimia LIPI) yang dipublikasikan oleh Tempo, WHO tidak memiliki rekomendasi untuk menggunakan disinfektan ke tubuh manusia.

Bilik yang berisikan cairan disinfektan seperti alkohol, H2O2, dan clorin dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia (bersifat karsinogenik).

Hal ini pun juga dikhawatirkan oleh dr. Sara Elise Wijono. Sebaiknya orang-orang tidak langsung semata-mata mengandalkan bilik disinfektan.

“Sebenarnya, disinfeksi dimaksudkan untuk benda-benda mati (meja, kursi, dan lainnya). Kalau untuk tubuh, yang boleh digunakan adalah antiseptik. Berdasarkan panduan disinfeksi, cairan disinfektan memang tidak diperuntukkan untuk manusia,” jelas dr. Sara.

Ia menambahkan, pada saat proses disinfeksi udara berlangsung di sebuah tempat, tidak disarankan pula bagi seseorang untuk berada di dalam ruangan tersebut.

“Kalau untuk badan, yang disarankan memang cuci tangan dengan air dan sabun. Bila konteksnya seluruh badan, bisa mandi dan keramas. Hand sanitizer juga bisa dipakai kalau tidak ada air atau sabun,” dr. Sara berpesan.

Ketika diimbau masuk ke bilik disinfektan, tanyakan kejelasan alat dengan teliti. Pastikan cairan yang digunakan aman untuk tubuh, bila perlu minta diperlihatkan surat atau informasi yang menyatakan bahwa alat yang dipakai benar-benar aman untuk kesehatan.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

3 dari 4 halaman

Social Distancing dan Jaga Kesehatan Tetap Paling Utama

Dokter Sara menyarankan, tetap utamakan penerapan social distancing dan pola hidup sehat, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah.

Social distancing adalah kegiatan di mana Anda diminta untuk menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antarmanusia. Tujuannya tentu untuk menekan jumlah infeksi suatu penyakit seperti COVID-19.

Menurut dr. Sara, social distancing sangat penting dilakukan di masa-masa genting seperti sekarang ini.

Sebab, ini bisa memperlambat penularan dan menyediakan waktu untuk tenaga medis mengobati orang-orang yang sebelumnya sudah terlebih dahulu terpapar virus corona.

Selain itu, praktikkan juga pencegahan lainnya seperti rajin cuci tangan, makan makanan bergizi, olahraga rutin, dan tidak merokok serta minum alkohol.

“Perhatikan juga kondisi tubuh. Apabila Anda merasa tidak enak badan, jangan dipaksakan untuk pergi ke luar dan bekerja di luar rumah. Segera periksakan diri ke rumah sakit bila mendapati gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas,” tambah dr. Sara.

KlikDokter bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB dalam menekan angka persebaran virus corona.

Jadi, jangan hanya mengandalkan bilik disinfektan, ya! Pencegahan lainnya tetap harus dilakukan untuk terhindar dari virus corona. Konsultasi mudah dengan dokter bisa pakai Live Chat di aplikasi, dan cek kondisi pribadi di Cek Corona Online. Selalu ikuti info terbaru soal corona dan tips kesehatan lainnya dari KlikDokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar