Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • WHO Gunakan Physical Distancing untuk Cegah COVID-19, Apa Artinya?

WHO Gunakan Physical Distancing untuk Cegah COVID-19, Apa Artinya?

Bukan lagi social distancing, kini anjuran untuk mencegah COVID-19 adalah physical distancing. Apa bedanya dan bagaimana menerapkannya?

Sejak hari Jumat lalu (20/3), Badan Kesehatan Dunia menganjurkan untuk mengubah istilah “social distancing” menjadi “physical distancing” sebagai salah satu cara mencegah penularan COVID-19. Sama-sama jaga jarak, apa beda antara keduanya?

Alasan Social Distancing Diganti Menjadi Physical Distancing

Menurut dr. Jeff Kwong, Spesialis Penyakit Menular dan Profesor Departemen Kedokteran Keluarga dan Komunitas University of Toronto, Kanada, alasan digantinya social distancing menjadi physical distancing karena sebagian masyarakat tidak memahami betul istilah tersebut.

Mereka berpikir, social distancing akan mengisolasi mereka secara sosial. Mereka juga menganggap bahwa hal tersebut dapat memutus tali silaturahmi, sehingga makin bikin stres di masa pandemi global seperti sekarang ini.

Bagaimanapun juga, menghadapi masa-masa sulit sendirian sungguh tak enak, bukan? Mengingat manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, tentu sulit bila harus melakukan pembatasan secara sosial.

“Jadi itulah kenapa kita seharusnya menggunakan istilah ‘physical distancing’, karena artinya adalah pembatasan atau pemisahan secara fisik, tapi secara sosial kita tetap harus bersama—tetapi dengan cara virtual,” kata Dr. Jeff seperti dikutip dari Global News Kanada.

Sederhananya, berdiam diri di rumah untuk memutus rantai penularan memang penting, tetapi bukan berarti harus memutus kontak dengan orang-orang tersayang.

Itulah penjelasan singkat kenapa istilah untuk jaga jarak yang lebih dianjurkan untuk digunakan adalah “physical distancing”, bukan lagi “social distancing”.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 3 halaman

Cara Menerapkan Physical Distancing

Physical distancing alias jaga jarak fisik adalah pembatasan dan/atau pemisahan fisik, misalnya tidak bertatap muka atau bersentuhan langsung. Sosialisasi tetap bisa dilakukan, tapi harus memperhatikan jarak aman atau lewat virtual.

Kalau kata Kepada Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, jarak harus dibatasi antara 1-2 meter bila Anda harus keluar rumah, misalnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Di tengah wabah penyakit COVID-19, dukungan mental sangat diperlukan. Anda tetap harus terkoneksi dengan orang-orang terdekat, bila perlu setiap hari, sehingga mental tetap sehat dan tak menciptakan gejala sakit fisik yang berasal dari pikiran kelewat kalut (psikosomatis).

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Apa Manfaat Physical Distancing?

Jaga jarak secara fisik tentu sangat berpengaruh dalam membantu mencegah penyebaran COVID-19 akibat virus SARS-CoV-2.

Bila tidak konsisten diterapkan, misalnya nekat mudik ke kampung halaman untuk bersama keluarga, bila Anda sudah terinfeksi maka virus bisa disebarkan ke keluarga. Ini bisa berbahaya bila ada lansia atau orang lain yang sudah punya penyakit kronis seperti diabetes atau jantung, atau penyakit autoimun.

Bukannya melepas rindu, Anda justru melepas petaka.

Pahamilah, dalam konteks pandemi ini, melepas rindu tak harus dengan bertemu langsung. Jangan egois untuk tetap bertemu dengan orang yang Anda sayang, padahal Anda sendiri sedang dalam kondisi yang tidak fit.

Perlu diingat bahwa meski Anda terlihat atau merasa “sehat”, bukan berarti tidak bisa menularkan virus corona ke orang lain, terutama jika Anda berasal dari wilayah pusat outbreak.

Sebab, dr. Rio Aditya mengatakan, tidak semua penderita infeksi virus corona mengalami gejala demam tinggi, sesak napas, dan batuk-batuk.

“Hal ini terjadi karena virus corona membutuhkan waktu inkubasi beberapa hari. Inkubasi sendiri adalah proses virus menginfeksi tubuh sampai akhirnya menimbulkan gejala pada orang yang terkena,” jelasnya.

“Nah, pada masa inkubasi inilah orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala dan diam-diam dapat menularkan virus pada orang lain,” dr. Rio melengkapi. Jadi, tetap disiplin untuk menerapkan physical distancing, ya!

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Sementara itu, data penyebaran kasus positif virus corona menunjukkan, wilayah terbanyak masih dipegang oleh DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, dr. Achmad Yurianto menilai, jika masih ada kontak dekat dan physical distancing tidak diterapkan di wilayah tersebut, maka penyebaran virus corona masih akan terus terjadi.

Bahkan, saat pemakaman almarhumah ibundanya, Presiden Jokowi menerapkan physical distancing.

Menteri Sekretaris Negara, Pratikno meminta masyarakat untuk menahan diri dari menghadiri pemakaman. Masyarakat diminta untuk berkabung dan mendoakan dari rumah saja karena pemerintah telah menerapkan jarak fisik untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Jokowi pun sempat mengatakan kepada anggota kabinetnya untuk tinggal di Jakarta dan tidak menemaninya ke Solo, sehingga mereka dapat berkonsentrasi pada tugas mereka. Ia juga menyarankan, mereka yang hadir di pemakaman harus menjaga jarak secara fisik.

Petugas medis selalu siaga untuk memeriksa suhu tubuh pengunjung dan membawa mereka ke bilik disinfektan. Lalu, sekitar 500 kursi disiapkan untuk pelayat tetapi dengan jarak yang cukup jauh.

Pemakaman berlangsung 50 menit tanpa pidato dan Jokowi segera meninggalkan lokasi setelah prosesi pemakaman selesai! Yok, dukung usaha pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona dengan disiplin menerapkan physical distancing.

Sebagai informasi, KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk menekan angka persebaran virus corona. Salah satunya adalah meluncurkan layanan telemedicine cek virus corona online COVID-19 lewat tautan ini.

Bila masih ingin tahu lebih lanjut tentang penerapan physical distancing dan cara mencegah penularan COVID-19 lainnya, Anda juga bisa memanfaatkan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter untuk konsultasi dengan dokter saat di rumah.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar