Sukses

Penelitian Terbaru, Virus Corona Bisa Bermutasi 40 Kali

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa virus corona bisa bermutasi sebanyak 40 kali. Bagaimana bisa? Cari jawabannya di artikel ini.

Berbagai penelitian terus dilakukan untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Tapi, tak cuma itu, perilaku COVID-19 ini terus diteliti. Salah satunya, virus yang diyakini berasal dari kelelawar ini diketahui bisa bermutasi. Bahkan, mutasi coronavirus bisa mencapai 40 kali!

Apa yang Dimaksud dengan Mutasi Virus?

Mutasi virus adalah proses biologis yang memungkinkan virus menyerang tubuh manusia sejak awal.

Pada ilmuwan percaya bahwa infeksi ini sebenarnya telah hinggap pada hewan selama bertahun-tahun, bahkan bisa beberapa dekade sebelumnya, hingga berpindah kepada manusia.

Ingatkah Anda, di awal wabah COVID-19 para peneliti pernah menyebutkan bahwa kelelawar dan ular menjadi dua binatang yang membawa virus mematikan ini? 

Analisis saat itu, menurut ilmuwan Tiongkok, virus corona ditularkan dari kelelawar, lalu kelelawar itu dimakan oleh ular. Reptil ini juga disebut sebagai hewan penyebar virus corona.

Karena kedua hewan tersebut dijual bebas di Tiongkok dan warganya kerap mengonsumsi hewan-hewan itu, penularan coronavirus kepada manusia pun terjadi.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 2 halaman

Bagaimana Virus Corona Bisa Bermutasi?

Dikutip dari Daily Mail UK, 40 jenis mutasi ini ditemukan dengan cara menganalisis swab test yang dilakukan kepada pasien positif corona di Islandia. Di negara tersebut, hampir 600 kasus telah dilaporkan sejauh ini.

Dengan metode urutan genetik, para peneliti berhasil mengidentifikasi berapa banyak mutasi yang telah diakumulasi oleh virus tersebut. Varian genetik ini nantinya bisa berperan sebagai tanda untuk menunjukkan dari mana COVID-19 tersebut berasal.

Ilmuwan di Islandia ini mampu melacak virus corona akan kembali ke tiga negara, yakni Eropa (Austria), Italia (sebagai pusat penyebaran), dan Inggris. Tujuh dari banyak pasien yang dilakukan swab test, semuanya terinfeksi setelah menonton pertandingan yang ada di Inggris. 

Ilmuwan Islandia menyelidiki kasus coronavirus di negara mereka sendiri, di mana satu kematian telah dilaporkan. Otoritas kesehatan Islandia, bersama perusahaan genetika DeCode Genetics, menguji 9.768 orang untuk virus corona.

Ini termasuk siapa saja yang telah didiagnosis, serta orang-orang dengan gejala atau mereka yang berada dalam kelompok berisiko tinggi untuk coronavirus.

Sebanyak 5.000 orang yang tidak memiliki gejala terinfeksi virus, setuju untuk berpartisipasi dalam pengujian. Hasilnya, 48 orang dari mereka yang tak menunjukkan gejala, ternyata positif COVID-19.

Penelitian yang dilakukan para ilmuwan dalam rangka membantu deCODE Genetics mengetahui bagaimana virus corona SARS-COV-2 itu masuk ke Islandia.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Wajar Jika Virus Corona Bermutasi

Meski masih perlu ditinjau kembali, ahli virologi di Departemen Imunologi dan Mikrobiologi Universitas Kopenhagen, Denmark, Allan Randrup Thomsen mengatakan bahwa temuan ini masuk akal. 

Ini karena ada 40 varian spesifik yang terbagi dalam tiga kelompok yang bisa ditelusuri ke sumber infeksinya.

Lalu, coronavirus juga dikenal sebagai virus yang memang bisa bermutasi dengan cukup baik. Karena itu, dia mengatakan bahwa temuan dari ilmuwan Islandia itu bisa masuk akal. 

Ewan Harrison, manajer proyek ilmiah untuk COVID-19 Genomics UK Consortium, berpendapat bahwa bermutasi adalah normal bagi virus.

"Virus bermutasi secara alami sebagai bagian dari siklus hidup mereka," Ewan Harrison menambahkan.

Kabar baiknya, menurut para ahli, banyaknya mutasi virus corona sejauh ini tidak menghambat perkembangan vaksin yang terus diteliti.

Bagaimana Langkah untuk Mencegah Penyebarannya? 

Ada pun beberapa cara yang terbilang efektif dalam menekan jumlah korban infeksi virus corona atau mencegah penyebarannya, seperti berikut ini.

  • Lakukan Social Distancing 

Program pemerintah yang mengharuskan kita untuk melakukan social distancing merupakan salah satu cara yang terbilang efektif dalam menekan angka korban virus corona.

“Hal ini bisa dilakukan dengan cara menjauhi perkumpulan, menghindari acara-acara ramai dan menjaga jarak antar manusia, ” tutur dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BmedSc, Hons

Social distancing memang tidak menjamin semua orang jadi tidak sakit. Namun, tujuannya adalah untuk memberikan waktu dan memastikan setiap orang yang telah terinfeksi mendapatkan penanganan terlebih dahulu.

  • Work From Home 

Kebijakan pemerintah lainnya yang juga disarankan dr. Alberta adalah dengan melakukan metode work from home atau bekerja dari rumah.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

Dengan metode ini, secara tidak langsung Anda akan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjaga diri dari lingkungan yang mungkin sudah terpapar virus corona. 

  • Segera Lakukan Tes Covid-19 

Jika memang Anda menemui gejala-gejala COVID-19, seperti demam, batuk, flu, sakit tenggorokan, dan sulit bernapas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Dengan mengecek secara dini, Anda bisa menekan jumlah korban virus corona dengan mencegah penularan terhadap orang sekitar. 

Jika Anda telah dinyatakan positif, langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan di rumah sakit dan prosedur lainnya yang telah ditetapkan. 

  • Menjaga Pola Hidup Sehat 

“Menjaga pola hidup sehat juga tidak kalah penting dengan tiga poin di atas. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat, tubuh akan memiliki sistem imun yang kuat-yang bisa menangkal berbagai macam virus penyebab penyakit termasuk COVID-19, ” kata dr. Alberta.

Olahraga secara rutin dengan durasi waktu minimal 30 menit dalam sehari juga bisa meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Jangan lupa juga untuk istirahat yang cukup dan hindari kebiasaan merokok ataupun minum alkohol. 

Info mutasi virus corona di atas mungkin mengagetkan Anda. Tapi jangan panik, lakukan cara-cara di atas untuk mencegah penyebarannya.

Untuk tahu informasi terkait virus corona, Anda bisa mengunduh aplikasi KlikDokter agar dapat bisa mencoba layanan LiveChat 24 jam dan cek coronavirus online di sini. KlikDokter juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk menekan angka persebaran virus corona. 

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar