Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 3 Positif COVID-19, Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk Dikarantina

3 Positif COVID-19, Ratusan Jemaah Masjid Kebon Jeruk Dikarantina

Tiga jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk, Jakarta Barat, positif virus corona (COVID-19). Ratusan jemaah lainnya terpaksa harus dikarantina sejak Kamis (26/3). Bagaimana kronologinya?

Ratusan jemaah Masjid Jami Kebon Jeruk terpaksa harus dikarantina sejak Kamis (26/3). Hal ini dikarenakan tiga dari ratusan jamaah masjid tersebut dikabarkan positif virus corona atau COVID-19.

Tiga jamaah Masjid yang positif terinfeksi virus corona sudah dibawa ke Rumah Sakit Darurat COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Sementara itu, ratusan jamaah Masjid lainnya kini sudah berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Para jemaah pun diwajibkan untuk menjalani isolasi di Masjid selama 14 hari, yang terhitung sejak Kamis (26/3) kemarin. Hal ini diberlakukan sejak tenaga kesehatan setempat melakukan Rapid Test di hari yang sama.

Dikutip dari Tempo, Risan Mustar selaku Camat Taman Sari mengatakan bahwa kini masjid sudah dijaga ketat oleh Polisi dan TNI. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya warga yang masuk ataupun keluar dari Masjid.

Risan juga mengatakan bahwa di dalam masjid tersebut terdapat ratusan WNA yang sempat terlibat dalam acara keagamaan. Para WNA yang diisolasi pun ada yang mengeluhkan batuk dan pilek.

Lebih lanjut, Risan berujar bahwa jemaah yang mengalami gejala-gejala mirip infeksi virus corona derajat ringan telah ditangani oleh petugas kesehatan. Sementara untuk konsumsi, ia mengeluarkan surat untuk memasok makanan siap saji.

“Bantuannya makanan siap saji, karena daripada dia mondar-mandir keluar makanya kami minta bantuan," ujar Risan di Jakarta, Jumat (27/3) malam, dikutip dari Republika.co.id,

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 2 halaman

Virus Corona Tidak Selalu Bergejala

Virus corona atau COVID-19 memang menjadi perbincangan paling hangat beberapa waktu belakangan. Hal ini lantaran virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 itu telah menyebabkan pandemi dan ribuan orang di seluruh dunia menderita sakit ringan hingga berat, bahkan berujung pada kematian.

Virus corona atau coronavirus merupakan virus RNA helai tunggal yang berasal dari kelompok coronaviriade. Virus ini memang mematikan dan dapat menular dari satu manusia ke manusia dengan cepat.

Artikel Lainnya: Perhatikan Gejala Virus Corona Bukan Batuk Berdahak, tapi Batuk Kering

Ironisnya, orang yang terinfeksi virus corona belum tentu menunjukkan gejala. Hal ini membuat mereka bisa menjadi agen penyebar virus tanpa disadari.

Dijelaskan oleh dr. Rio Aditya, virus membutuhkan waktu inkubasi sekitar tiga sampai tujuh hari untuk akhirnya bisa menginfeksi. Pada masa inkubasi inilah virus tidak akan mencetuskan gejala sehingga penderitanya bisa menularkan ke orang lain secara diam-diam.

Atas dasar itu, pemerintah memiliki sistem kebijakan di mana orang-orang wajib melakukan social distancing dan work from home. Selain berguna untuk fokus pada kesembuhan orang yang positif virus corona, kebijakan ini juga dibuat untuk menekan jumlah korban virus corona yang terus meningkat setiap harinya.

Ayo, dukung pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19 di Indonesia. Caranya, terapkan aturan social distancing dan tetap #dirumahaja jika tidak ada urusan yang benar-benar darurat.

Punya pertanyan seputar masalah kesehatan secara umum? Anda bisa ngobrol langsung dengan dokter dari KlikDokter melalui Live Chat 24 jam. Gratis, lho!

Namun, jika curiga akan adanya gejala infeksi coronavirus, Anda  bisa memanfaatkan Cek Corona Gratis dari KlikDokter dengan klik di sini. KlikDokter telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk ikut serta dalam menekan angka pesebaran virus corona di Indonesia.

(NB/RPA)

1 Komentar