Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Perhatikan! Susah Mencium Bau Jadi Gejala Terbaru Virus Corona

Perhatikan! Susah Mencium Bau Jadi Gejala Terbaru Virus Corona

Indra penciuman terganggu atau bahkan hilang? Waspadalah, itu disebut-sebut adalah gejala baru COVID-19 akibat virus corona strain baru. Kok, bisa?

Wabah COVID-19 masih menjadi ancaman global. Dilanda kekhawatiran, masyarakat pun makin dibuat cemas dengan penemuan gejala baru penyakit, yaitu indra penciuman yang terganggu, bahkan hilang.

Sejak awal Maret, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkan status penyakit yang disebabkan oleh virus corona strain baru SARS-CoV-2 ini sebagai pandemi global. Per hari ini (26/3), tercatat 472,109 kasus secara global, dengan 21.308 jumlah kematian dan 114.870 berhasil pulih.

Di Indonesia, kasus yang terkonfirmasi mencapai 893, 78 di antaranya tutup usia, dan 35 orang dinyatakan pulih.

Masyarakat pun sangat diimbau untuk mengisolasi diri secara mandiri di rumah untuk menekan angka penularan virus dan tidak membuat tenaga dan fasilitas medis kewalahan. Pasalnya, virus tersebut bisa dengan mudah menyebar lewat cairan tubuh (droplet) saat penderitanya batuk atau bersin.

Berdasarkan angka yang ada, dengan cukup tingginya tingkat kematian pasien di Indonesia dibandingkan beberapa negara lain, tentunya virus ini sama sekali tak boleh diremehkan.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 4 halaman

Mengapa Tak Bisa Mencium Bau Bisa Jadi Gejala Virus Corona?

Melihat dari meningkatnya jumlah kasus di berbagai belahan dunia, American Academy of Otoloraryngology – Head and Neck Surgery (AAO-HNS) dan badan keanggotaan profesional yang mewakili ilmu bedah THT dan spesialisasi terkait di Inggris (ENT), memberi peringatan tentang pasien COVID-19 positif yang hanya mengalami gejala gangguan atau kehilangan kemampuan indra penciuman atau indra pengecap.

“Bukti anekdot dengan cepat terakumulasi dari berbagai negara bahwa anosmia dan dysgeusia adalah gejala penting yang berkaitan dengan pandemi COVID-19,” kata AAO-HNS dalam sebuah pernyataan.

Anosmia adalah hilangnya penciuman sementara, sedangkan dysgeusia adalah perubahan atau penyimpangan pada indra perasa.

Di Jerman, dilaporkan bahwa lebih dari 2 dari 3 kasus yang dikonfirmasi memiliki anosmia. Di Korea Selatan, di mana pengujian telah lebih luas, 30 persen pasien yang dites positif menderita anosmia sebagai gejala utama dalam kasus ringan.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 4 halaman

Haruskah Gejala Tersebut Masuk dalam Daftar Gejala COVID-19 yang Mesti Diwaspadai?

AAO-HNS menyarankan bahwa kedua gejala tersebut harus ditambahkan ke daftar untuk skrining pasien terkait kemungkinan infeksi COVID-19, sedangkan ENT Inggris mengatakan bahwa gejala tersebut memperingatkan tenaga kesehatan untuk selalu menangani pasien dengan alat pelindung lengkap.

Kata Dr. James C. Denneny III, wakil presiden eksekutif dan CEO AAO-HNS, beberapa pasien mengalami gejala tersebut pada tahap awal penyakit, sedangkan beberapa lainnya mengalaminya pada tahap lebih lanjut.

“Gejala-gejalanya tak seumum batuk, demam, dan sesak napas, tapi bila ada gangguan penciuman tanpa penyebab, ini bisa jadi identifikasi tambahan untuk pasien yang terinfeksi,” kata Dr. James seperti dikutip di laman USA Today.

Kepada KlikDokter, dr. Alvin Nursalim, SpPD, mengatakan, “gejala COVID-19 dimulai dengan demam, diikuti oleh batuk kering dan sesak napas. Tingkat keparahan dari penyakit berkisar dari seperti flu ringan hingga pneumonia berat yang mengancam nyawa.

 Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

3 dari 4 halaman

Coba Lakukan Ini Saat Sulit Mencium Bau!

Gangguan pada indra penciuman tak selalu menandakan infeksi virus corona SARS-CoV-2. Bisa juga penyebabnya adalah flu atau alergi yang cukup parah. Meski begitu, mengingat dunia sedang dilanda pandemi global, masyarakat perlu mewaspadai gejala tersebut.

Dilansir dari ABC, Prof. Peter Friedland, ahli THT dari Australia, seseorang dengan gejala tersebut harus mengisolasi diri. Supaya, jika memang itu benar positif virus corona, orang tersebut tidak akan menyebarkan virus ke orang lain.

Anda juga mengonsultasikan gejala tersebut ke dokter Anda, atau lakukan secara online bila tak mau keluar rumah dengan tim dokter KlikDokter dengan mudah di sini. Layanan ini merupakan kerja sama antara KlikDokter dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), demi membantu pemerintah terkait penanganan COVID-19.

Jadi, selain demam, batuk, dan sesak napas, waspadai gangguan pada indra penciuman (seperti tak bisa mencium bau mendadak tanpa penyebab yang jelas) dan indra perasa, karena bisa jadi itu gejala infeksi virus corona. Hal penting lainnya, tetap patuhi imbauan pemerintah untuk tetap di rumah, serta jaga kesehatan dan kebersihan diri, ya!

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar