Sukses

Tocilizumab, Obat yang Konon Bisa Atasi Virus Corona!

Obat tocilizumab konon katanya bisa mengatasi virus corona. Mari ketahui obat yang biasanya dipakai untuk pengobatan radang sendi tersebut.

Sampai saat ini, vaksin untuk penyembuhan virus corona masih belum ditemukan. Akan tetapi, penelitian terbaru menyebutkan obat jenis tocilizumab bisa menyembuhkan covid-19. Mari ketahui tentang obat radang sendi ini.

Dilansir dari kantor berita Italia, ANSA, obat jenis ini sudah digunakan untuk mengatasi virus corona. Paolo Ascierto, seorang dokter di Rumah Sakit Pascale, Naples, menyatakan bahwa pasien sakit kritis yang menderita covid-19 menunjukkan peningkatan yang signifikan ketika diberikan tocilizumab.

Obat ini pun secara masif digunakan di Italia. Seperti diketahui, Negeri Piza ini adalah salah satu negara paling terdampak parah coronavirus.

Angka kasus positifnya mencapai 81.828 pada Jumat (27/3) siang WIB. Namun, yang paling mencengangkan adalah angka kematiannya, yakni mencapai 8.215 orang, sekaligus menjadi yang terbanyak saat ini di dunia.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 3 halaman

Apa Itu Tocilizumab?

Obat tocilizumab mungkin asing terdengar di telinga Anda. Namun sebenarnya, obat ini sering digunakan pada penderita radang sendi. Hal ini seperti diungkap oleh dr. Devia Irine Putri

"Tocilizumab itu adalah obat golongan imunomodulator atau obat yang digunakan yang meningkatkan kekebalan tubuh. Biasanya, obat ini digunakan untuk kasus rheumatoid artritis," ujar dr. Devia Irine.

Obat ini berbentuk cairan yang kemudian diinfuskan ke dalam tubuh pasien. Tocilizumab bekerja menghambat protein Interleukin-6 (IL-6) yang berlebihan dalam tubuh.

Kadar IL-6 yang tinggi diketahui terjadi pada orang dengan rheumatoid arthritis atau kondisi autoimun lainnya. IL-6 yang terlalu banyak dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan. Itu sebabnya, tocilizumab telah menjadi pilihan untuk pengobatan penyakit radang.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Obat ini memang tersedia di banyak negara. Dalam artian, ini sangat mudah untuk ditemukan sehingga bisa membantu pasien virus corona di beberapa negara.

Namun, penggunaan obat ini bukan tanpa efek samping. Bisa juga Anda yang meminumnya mengalami beberapa masalah kesehatan.

Disampaikan dr. Devia Irine, efek samping yang paling umum adalah muncul reaksi gatal pada kulit. Selain itu, sakit kepala juga bisa dialami penggunanya.

"Efek sampingnya bisa muncul reaksi alergi. Ini seperti gatal-gatal, kemerahan di kulit, atau bisa syok anafilatik. Setelah meminumnya, bisa juga pasien mengeluhkan sakit kepala, tensi tinggi, dan gangguan fungsi hati," ungkap dr. Devia Irine.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Benarkah Tocilizumab Ampuh untuk Atasi Virus Corona?

Selain di Italia, dokter di Tiongkok juga menggunakan obat tocilizumab sebagai pengobatan virus corona.

Dokter Xiaoling Xu memberikan obat itu kepada 20 pasien selama puncak epidemi corona di negara itu, Februari lalu. Dia mengklaim, 19 orang berhasil keluar dari rumah sakit dalam waktu dua pekan.

Pasien yang diberi terapi rutin tocilizumab sudah didiagnosis sebagai pasien dengan kondisi parah atau kritis. Mereka dirawat di dua rumah sakit terpisah di provinsi timur Anhui di China, yakni RS Universitas Sains dan Teknologi Tiongkok serta RS Rakyat Anhui Fuyang.

Menurut dr. Xiaoling Xu dan rekan, dalam beberapa hari, demam pasien berangsur turun dan gejala lain yang dirasakan membaik. Sebanyak 15 dari 20 pasien yang terlibat dalam uji coba dapat menurunkan asupan oksigen, dan satu pasien lainnya bisa bernapas tanpa bantuan ventilator.

Sementara itu, 17 pasien mengalami penurunan kadar sel darah putih. Namun, pada hari kelima, kondisi tersebut kembali normal pada 10 pasien. Hingga akhirnya, 19 pasien (95%) dipulangkan setelah 13,5 hari. Menurut penelitian tersebut, pasien lain pun pulih dengan baik.

Para peneliti pun menyimpulkan, "Tocilizumab adalah pengobatan yang efektif pada pasien covid-19 yang parah, sekaligus memberikan strategi terapi baru untuk penyakit yang sangat menular ini."

Dilansir dari Daily Mail, pejabat kesehatan di Tiongkok sejak itu menyetujui Tocilizumab sebagai obat untuk merawat pasien coronavirus dengan kerusakan paru-paru serius akibat peradangan tinggi.

Hasil positif ini tentu menggembirakan dunia kesehatan dunia. Bahkan, Food Drug Administartion (FDA) pun mulai melakukan uji coba pada pasien coronavirus di Amerika Serikat (AS).

Penggunaan tomcilizumab sebagai salah satu terapi pengobatan pasien dengan virus corona memang belum diakui oleh organisasi kesehatan mana pun. Namun, penelitian awal ini setidaknya dapat menjadi titik terang yang baik untuk penyembuhan covid-19.

KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk menekan angka persebaran virus corona. Karena itu, Anda bisa mendapatkan layanan cek virus corona secara online di aplikasi KlikDokter.

[HNS]

0 Komentar

Belum ada komentar