Sukses

Jaga Kesegaran Napas dengan Bahan Alami Ini

Agar napas segar bebas bau mulut, kesehatan gigi dan mulut harus dijaga. Yuk, katakan tidak pada bau mulut dengan mengandalkan bahan alami ini.

Napas segar adalah salah satu kunci untuk tampil percaya diri. Agar napas selalu segar dan bebas bau mulut, kesehatan gigi dan mulut harus dijaga. Ternyata, ada, lho, bahan alami yang bisa mengusir bau mulut dengan mudah. Penasaran?

Mungkin tak pernah dikatakan terang-terangan. Tetapi napas segar adalah salah satu standar seseorang bisa diterima dengan baik dalam interaksi sosial, baik dalam dunia karier maupun pergaulan.

Untuk dapat menghilangkan bau mulut, pertama-tama harus dicari tahu dulu penyebabnya. Dari situ, baru bisa diatasi tepat sasaran.

Berbagai Penyebab Bau Mulut

Bau mulut bisa terjadi karena dua sebab, yaitu 90 persen faktor dari dalam mulut dan sisanya faktor dari organ lainnya.

  1. Faktor dari Dalam Mulut

Mengapa 90 persen penyebab bau mulut berasal dari dalam mulut?

Suhu di dalam mulut bisa mencapai 37 derajat Celsius (bisa berubah antara 34-37 derajat Celsius). Dalam suhu yang hangat ini, kuman dapat berkembang biak dengan sangat baik.

Sekadar informasi, di dalam mulut terdapat 500 lebih jenis kuman yang sebagian besar dapat memproduksi zat-zat yang dapat membuat napas berbau tak sedap. Oleh karena itu, kondisi rongga mulut yang buruk menjadi faktor utama penyebab terjadinya bau mulut.

Faktor penyebab dari dalam mulut yang perlu diketahui adalah:

  • Kuman di dalam mulut banyak menempel di permukaan lidah, sehingga permukaannya tampak seperti ada lapisan berwarna putih.
  • Selain itu, kuman juga banyak terdapat di celah gusi yang terbentuk akibat adanya karang gigi.
  • Kondisi adanya gigi bungsu yang baru tumbuh lalu mengalami peradangan. Hal ini juga dapat meningkatkan terjadinya bau mulut.
  • Keadaan gusi yang membengkak akibat penggunaan obat-obat tertentu seperti phenytoin, cyclosporine, dan obat jantung calcium channel blockers juga dapat meningkatkan risiko terjadinya bau mulut.
  • Gigi berlubang yang dalam dan belum ditambal dapat menyebabkan sisa makanan dan kuman terjebak di dalamnya, sehingga dapat menyebabkan bau mulut.
  • Faktor air ludah juga sangat penting, karena fungsinya untuk membersihkan sekaligus menyeimbangkan jumlah kuman di dalam mulut. Jika produksi air ludah berkurang, maka bau mulut bisa terjadi. Menurunnya jumlah air ludah bisa disebabkan karena penggunaan obat-obatan seperti antidepresan, anti-hipertensi, kemoterapi, radioterapi, dan lainnya.
  • Kondisi gigi berlubang sampai saraf gigi, gigi yang mengalami infeksi bernanah, kanker mulut, habis cabut gigi, pemakaian kawat gigi, pemakaian gigi palsu yang tidak dilepas dan jarang dibersihkan, crown gigi yang tidak pas dan tidak dibersihkan dan sisa makanan yang tersangkut di celah gigi—semuanya dapat berperan dalam terjadinya bau mulut.

Semua faktor di atas secara garis besar bisa menyebabkan sisa makanan dan plak gigi menempel dan tersangkut, sehingga kuman di area tersebut bertambah. Kuman dalam jumlah banyak akan mengeluarkan zat volatile compound sulfur (VCS) yang merupakan zat penyebab bau mulut.

  1. Faktor dari Luar Mulut

Nah, sisa 10 persen penyebab bau mulut merupakan faktor dari luar mulut. Adanya gangguan sistem pernapasan, gangguan pencernaan, gangguan liver, gangguan sistem peredaran darah dan kelenjar, serta gangguan metabolisme tubuh (walau kasusnya jarang) dapat menjadi sebab terjadinya bau mulut.

Selain itu, faktor makanan juga bisa memengaruhi. Misalnya konsumsi makanan yang mengandung bawang putih atau bawang bombai.

Makanan akan dicerna, lalu zat yang penyebab bau akan diserap dan beredar dalam darah, masuk ke paru-paru, lalu zat tersebut keluar melalui napas. Tak hanya itu, makanan yang tinggi protein dan gula juga dapat menyebabkan bau mulut.

1 dari 2 halaman

Bahan Alami Pengusir Bau Mulut

Untuk mengatasi masalah bau mulut, Anda harus menemukan dan menghilangkan faktor penyebabnya terlebih dulu, lalu senantiasa menjaga kebersihan gigi dengan sikat gigi setidaknya dua kali sehari—pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.

Menurut jurnal medis “Journal Of Pharmaceutical Sciences Anda Research”, ada bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi bau mulut, yaitu ekstrak biji fennel.

Bahan alami tersebut diketahui dapat meningkatkan PH air ludah dan PH plak gigi, serta meningkatkan produksi air ludah agar bau mulut tak menghampiri.

Kabar baiknya, ada pasta gigi yang mengandung ekstrak fennel, yaitu Sensodyne Herbal. Pasta gigi ini dapat memenuhi kebutuhan khususnya pemilik gigi sensitif yang juga ingin memastikan napasnya tetap segar.

Dalam satu kemasan, Sensodyne Herbal memiliki keampuhan potasium nitrat  yang dapat membantu mengurangi gejala gigi sensitif dan ekstrak fennel yang sudah lama dikenal sebagai penyegar napas.

Tak hanya itu, pasta gigi ini juga diperkaya ekstrak eucalyptus. Kombinasi semuanya dapat memberi perlindungan 24 jam terhadap gigi sensitif, menjaga kebersihan rongga mulut, serta bisa membantu membuat napas jadi segar!

Salah satu cara menjaga kesegaran napas adalah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut serta siap sedia pasta gigi berbahan yang tepat seperti Sensodyne Herbal. Satu lagi yang tak kalah penting, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi agar kondisi gigi dan mulut tetap sehat, dan bila ada masalah bisa segera diatasi.

(RN/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar