Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • AS Coba Vaksin Virus Corona ke Manusia, Kapan Benar-benar Siap?

AS Coba Vaksin Virus Corona ke Manusia, Kapan Benar-benar Siap?

Amerika Serikat dikabarkan sedang membuat vaksin untuk obat virus corona. Kapan vaksin ini benar-benar siap untuk digunakan ke publik?

Jumlah pasien positif virus corona semakin meningkat setiap harinya. Data yang didapat dari Johns Hopkins CSSE menyebutkan, pasien yang terinfeksi virus corona di seluruh dunia telah mencapai 198.178 per hari Rabu (18/3). 

Sampai saat ini, Tiongkok masih menduduki peringkat teratas jumlah pasien positif corona dengan kasus terinfeksi sebanyak 81.086. Lalu, diikuti oleh Italia dengan jumlah pasien positif corona sudah mencapai 31.506. 

Sementara itu, dari keseluruhan jumlah negara yang dilaporkan memiliki kasus positif corona, jumlah orang yang meninggal sudah mencapai 7.954 hingga Rabu siang ini. 

Di Indonesia sendiri, pasien positif virus corona berjumlah 172 orang, 9 di antaranya dinyatakan sembuh dan 7 orang lainnya meninggal dunia. 

Hingga kini, memang belum ada obat pasti yang dapat menyembuhkan virus corona. Namun, Amerika Serikat (AS) mengaku telah membuat vaksin untuk virus corona dan akan segera diuji coba pada manusia. Apakah berhasil?

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

AS Lakukan Percobaan Vaksin Virus Corona ke Manusia

Dilansir dari BBC, Amerika Serikat mulai menguji coba klinis vaksin virus corona pada Senin (16/3) lalu kepada orang-orang yang terpilih. Uji coba ini rencananya akan dilakukan oleh Kaiser Permanente Washington Health Research Institute yang berlokasi Seattle. 

National Institute of Health (NIH), sebagai pihak yang mendanai percobaan vaksin ini mengatakan, uji coba akan dilakukan dengan melibatkan 45 sukarelawan muda dan sehat. 

Mereka akan disuntikan dosis vaksin virus corona yang berbeda-beda. Vaksin ini tidak akan menyebabkan sukarelawan tersebut terinfeksi virus corona, tetapi mengandung beberapa kode genetik tidak berbahaya yang mirip dengan virus penyebab penyakit. 

Orang pertama yang mendapatkan suntikan ini adalah seorang ibu dengan dua anak berusia 43 tahun dari Seattle. Vaksin ini diberi nama mRNA-1273, dan sekali lagi ditekankan, virus yang disuntikan tidak menyebabkan COVID-19. 

Dr. Anthony Fauci selaku direktur NIH menyatakan, jika memang tahap awal vaksin ini berjalan dengan baik, maka dalam satu sampai satu setengah tahun nanti vaksin bisa digunakan ke publik atau masyarakat luas. 

Akan tetapi, dr. Fauci berpendapat, bahwa masih butuh studi lebih lanjut mengenai vaksin virus corona. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah vaksin bisa benar-benar melindungi orang yang tidak terinfeksi dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 dari 2 halaman

Mengapa Butuh Vaksin Corona?

Menurut dr. Dian Asri Gumilang Pratiwi dari KlikDokter, vaksin corona sendiri akan sangat dibutuhkah apabila penelitian mengenai vaksin ini berhasil dan terbukti dapat menyembuhkan banyak orang. 

“Sampai sekarang, vaksin untuk virus corona sendiri masih dalam tahap penelitian. Jadi penting tidak pentingnya itu tergantung dari keberhasilannya. Tapi, kalau secara garis besar, tentu vaksin untuk corona itu sangat penting. Apalagi jika memang itu adalah obat yang selama ini dicari,” ujar dr. Asri saat diwawancarai.  

“Karenanya, mari kita terus berdoa agar vaksin itu bisa segera digunakan pada manusia. Baik dari Amerika maupun dari negara lainnya, ya, semoga saja bisa cepat-cepat ditemukan,” tambahnya. 

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

Negara yang Sedang Mengembangkan Vaksin Virus Corona 

Adapun beberapa negara lainnya selain Amerika yang ikut mengembangkan vaksin untuk virus corona yakni: 

  1. Tiongkok

Dikutip dari Katadata, sejak Januari lalu, China memang dikabarkan telah memiliki kandidat untuk antivirus corona. Obat yang diberi nama Remdesivir itu, diuji coba oleh Gilead Sciences Inc, selaku perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat.

Para peneliti menemukan Remdesivir dan obat anti malaria yang disebut Chloroquine, punya dampak yang sangat efektif ketika diuji coba ke COVID-19 di laboratorium. 

Selain itu, China juga mencoba terapi dengan plasma darah yang diambil dari para pasien virus corona yang sudah sembuh. Plasma darah ini nantinya akan memproduksi antibodi yang memperkuat imunitas tubuh terhadap virus corona. 

  1. Israel 

Tidak hanya Tiongkok dan Amerika, Israel juga berusaha untuk membuat obat untuk menangkal virus corona. Dikutip dari Suara, para ilmuwan Israel dalam beberapa hari ke depan diyakini akan mengumumkan keberhasilannya dalam mengembangkan sebuah vaksin untuk melawan virus corona. 

Para ilmuwan dari Institut Riset Biologis yang berada di bawah Kantor Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, baru-baru ini berhasil membuat terobosan dalam mengungkap mekanisme dan kualitas virus corona. Salah satu kemajuannya termasuk menciptakan antibodi untuk mereka yang sudah terinfeksi virus corona. 

Meski demikian, sebelum diproduksi massal, dan disebarkan ke seluruh dunia, vaksin ini masih butuh serangkaian uji coba yang memakan waktu beberapa bulan.  

Walaupun sampai saat ini belum ada obat pasti yang bisa menyembuhkan virus corona, Anda tetap diminta untuk menjaga kesehatan dan tetap mewaspadai setiap gejalanya. 

Semoga vaksin segera ditemukan dan infeksi virus corona di Indonesia bisa segera diatasi. Jika Anda mengalami gejala virus corona, jangan sungkan untuk periksa ke rumah sakit atau konsultasi langsung dengan dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Tetap semangat dan jangan pantang menyerah, ya!

(OVI/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar