Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pasien Positif Virus Corona Terus Melonjak, Ini Alasan Pemerintah

Pasien Positif Virus Corona Terus Melonjak, Ini Alasan Pemerintah

Pasien positif virus corona di Indonesia kian mengalami peningkatan yang membuat kita semua harus tambah waspada. Apa ya penyebabnya?

Bertambah lagi jumlah pasien positif virus corona di Indonesia. Bila sebelumnya jumlah pasien positif corona dikabarkan berjumlah 134 orang, kini pasien yang terdeteksi positif jadi berjumlah 172 orang dengan sembilan kasus sembuh dan lima kasus meninggal dunia.

Sejak kemunculannya pertama kali pada akhir tahun 2019, infeksi coronavirus memang menjadi perbincangan paling hangat di masyarakat setiap harinya.

Menurut data dari Johns Hopkins CSSE (The Center for Systems Science and Engineering), penyakit yang pertama kali dideteksi di Wuhan, China ini kini telah menyebabkan 197.133 orang terinfeksi dan menyebabkan kematian sebesar 7.905 pada skala global (18/3, pukul 08.30 WIB).

Dari hari ke hari, jumlah pasien positif COVID-19 memang semakin bertambah di berbagai negara termasuk Indonesia. Bahkan, peningkatan jumlah pasien positif virus corona ini sudah diprediksi oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto.

Pria yang akrab disapa Yuri tersebut berpendapat kalau dirinya menyadari akan risiko terjadinya penambahan pasien dengan angka yang cukup signifikan nantinya.

Hal ini disebutkannya dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Selasa (17/03).

Artikel Lainnya:  Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

Alasan Pasien Positif Virus Corona Jadi Bertambah

Menurut Yuri, ada beberapa alasan yang menyebabkan jumlah pasien positif virus corona semakin bertambah dan terdeteksi, seperti:

  • Contact tracking aktif yang dilaksanakan. Maksudnya, pemerintah sedang menulusuri kontak fisik yang sudah dilakukan para pasien positif corona di masyarakat.
  • Edukasi kepada masyarakat semakin gencar dilakukan. Hal ini membuat banyak masyarakat yang mulai menyadari bahwa mereka juga harus waspada.
  • Beberapa dari masyarakat yang memiliki kontak dekat dengan pasien positif virus corona sebelumnya sudah berani untuk berkonsultasi pada dokter di berbagai rumah sakit.
  • Dari hasil konsultasi tersebut, dokter menyarankan untuk melakukan pemeriksaan swab dalam rangka memeriksa COVID-19.

Meski begitu, ada juga dari mereka (masyarakat yang konsultasi) yang tidak terlalu diindikasi untuk pemeriksaan swab. Karena, memang kontaknya tidak terlalu signifikan.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 dari 3 halaman

Hebohnya Prediksi Perhitungan Jumlah Pasien Virus Corona

Di media sosial, rupanya prediksi tentang lonjakan pasien positif virus corona juga sempat viral. Bahkan, dikatakan saat ini jumlah orang yang sebenarnya sudah positif virus corona sudah mencapai 3000 kasus!

Nurul Nadia, selaku Konsultan Kesehatan Masyarakat dari Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mengatakan memang ada banyak cara untuk memperkirakan beberapa kasus COVID-19 yang sudah tersebar di Indonesia.

Hanya saja, hingga kini data yang didapatkan masih sangat sedikit. Untuk mendapatkan angka yang pasti, menurut Nurul kuncinya ada pada datanya sendiri.

Jika data yang didapatkan cukup, maka hasil jumlah pasien pun bisa terdeteksi dengan cepat.

Bila datanya masih sangat kurang, modeling-nya akan kasar dan memiliki kelemahannya masing-masing.

Meski begitu, Nurul menyebutkan bahwa penularan virus corona di Indonesia sudah masuk pada tingkat community transmission.

Artinya, pemerintah sudah harus memberlakukan tes atau diagnosis yang cepat untuk menemukan kasus-kasus virus corona dengan gejala minimal.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Kapan Pandemi Virus Corona di Indonesia Bisa Berakhir?

Pertanyaan inilah yang pasti selalu terlintas di benak Anda – kapan semua ini berakhir? Sejak beberapa pekan lalu, WHO telah menetapkan bahwa virus corona masuk dalam kasus pandemi (penyebaran penyakit telah menyebar hampir ke seluruh dunia).

Bertambahnya pasien positif virus corona di berbagai negara termasuk Indonesia pasti membuat banyak orang bertanya-tanya kapan berakhirnya wabah virus yang merugikan ini.

Bila Anda adalah salah satu yang ingin tahu, para peneliti dari Institut Teknologi Bandung mungkin bisa memberikan jawabannya.

Dilansir dari Kumparan, dr. Nuning Nuraini, Lektor Kepala di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,  bersama dengan rekan-rekannya melakukan serangkaian penelitian dengan menggunakan metode matematika.

Model yang dipilih untuk meneliti kasus ini adalah pengembangan dari model logistik Richard’s Curve yang diperkenalkan oleh F.J. Richards.

Para peneliti menghitung parameter kasus virus corona di lima negara yang kasusnya terparah, yakni Tiongkok, Italia, Iran, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Awalnya, peneliti akan menghitung laju awal pertumbuhan, asumsi batas atas penderita (carrying capacity), dan efek asimtotik.

Parameter yang dibutuhkan ini akan diestimasi dengan Least Square Method. Nantinya akan menghasilkan sebuah kurva yang menunjukan dinamika penderita.

Setelah dibangun model untuk lima negara tadi, parameter yang diperoleh akan digunakan untuk mensimulasi ekspektasi jumlah kasus virus corona di Indonesia melalui pendekatan kurva Richard.

Para peneliti mengambil model di Korea Selatan untuk melakukan proyeksi kasus di Indonesia. Mengapa Korea? Karena, negara ini memiliki tren kasus yang relatif sama dengan yang ada di Indonesia.

Dari data yang digunakan, Indonesia menyatakan kasus awal virus corona pada 2 Februari 2020 dengan jumlah pasien awal dua orang. Lalu, jumlah ini tidak bertambah sampai 7 Maret silam.

Dilakukanlah simulasi dengan nilai awal dua orang penderita dan waktu simulasi pada 7 Maret 2020. Dari hasil simulasi tersebut, peneliti melakukan perhitungan kasar yang sederhana.

Hasilnya, kasus virus corona di Indonesia diprediksi akan memuncak di akhir Maret. Lalu, diperkirakan pandemi virus corona akan berakhir pada pertengahan April 2020 dengan jumlah maksimum kasus kurang dari 8000 orang.

Meski begitu, peneliti masih mengatakan bahwa ini adalah penelitian kasar dan butuh penelitian lebih lanjut.

Tidak ada yang tahu kapan pandemi virus corona ini berakhir. Meski sudah ada penelitian yang memprediksikan kapan pandemi ini akan usai, tapi waktu pastinya masih belum diketahui.

Karena itu, tetap jaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan untuk menekan jumlah pasien virus corona di Indonesia!

Bila mengalami gejala yang mirip dengan infeksi virus corona atau ingin info terkini seputar pasien virus corona di Indonesia, segera konsultasi dengan pakarnya via Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar