Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Rendahnya Kesadaran untuk Skrining Kanker Serviks di Indonesia

Rendahnya Kesadaran untuk Skrining Kanker Serviks di Indonesia

Selain dengan vaksinasi HPV, kanker serviks juga dapat dicegah dengan pemeriksaan skrining. Skrining kanker serviks bisa dilakukan dengan bantuan dokter di rumah sakit maupun sendiri di rumah.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi di bagian mulut rahim wanita. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). Selain dengan vaksinasi HPV, kanker ini dapat dicegah dengan skrining kanker serviks.

Walaupun kasusnya cenderung menurun, kanker serviks tetap menjadi kanker ke-4 terbanyak yang menyerang wanita. Berdasarkan data WHO, 570.000 wanita di seluruh dunia didiagnosis kanker serviks dan sekitar 311.000 di antaranya meninggal dunia.

Sebenarnya, kanker serviks dapat dicegah. Metode skrining yang akurat, seperti Papsmear dan tes HPV, membuat Anda dapat mendeteksi kanker serviks sedini mungkin. Ditambah dengan efektifnya vaksin HPV dalam membendung invasi virus HPV di manusia, membuat kanker serviks seharusnya dapat dicegah atau ditangani sedini mungkin.

1 dari 3 halaman

Kanker serviks di Indonesia

Serupa dengan kondisi di seluruh dunia, kanker serviks masih menjadi momok di Indonesia. Setelah kanker payudara, kanker serviks adalah kanker yang terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (GCO) pada tahun 2018, jumlah penderita kanker serviks di Indonesia mencapai 32.469 dan merupakan jumlah tertinggi kedua di dunia. Selain itu, angka kematian akibat kanker serviks juga masih sangat tinggi di Indoensia, yaitu 18.279 kematian pada tahun 2018. Artinya, terdapat 50 wanita yang meninggal setiap harinya akibat kanker serviks.

Terlambatnya diagnosis menjadi penyebab utama masih tingginya angka penderita kanker serviks di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari masih rendahnya kesadaran untuk melakukan skrining kanker serviks, yaitu hanya mencapai sekitar 7%. Bahkan di beberapa daerah seperti Sulawesi Tenggara dan Papua, angkanya hanya berada pada 1% dari populasi wanita subur.

Ada berbagai alasan yang menyebabkan orang enggan untuk melakukan skrining kanker serviks. Misalnya, rasa malu dan takut untuk memeriksakan diri karena bagian tubuh yang akan diperiksa adalah bagian vital dari wanita. Penyebab lainnya adalah belum maksimalnya edukasi yang sampai ke masyarakat, sehingga mereka masih belum memahami dengan baik pentingnya melakukan skrining kanker serviks sedini mungkin.

Persoalan lainnya adalah, pada stadium awal, kanker serviks nyaris tidak memberikan gejala. Sehingga kebanyakan wanita datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi mereka telah berada pada tahap lanjut dan sudah sulit untuk disembuhkan.

2 dari 3 halaman

Mendeteksi kanker serviks kini dapat dilakukan sendiri

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sekarang sudah ada tes yang dapat mendeteksi langsung ke penyebab kanker serviks yaitu tes HPV. Tes HPV bertujuan untuk melihat ada tidaknya virus HPV di dalam tubuh Anda. Pengambilan sampelnya juga sama dengan Papsmear yaitu dengan menggunakan spekulum atau cocor bebek untuk membuka liang vagina agar dapat mengambil sampel dari serviks

Yang terbaru dan cukup mudah adalah dengan menggunakan GYNPAD. GYNPAD merupakan produk untuk skrining kanker serviks berbasis tes HPV yang dapat dilakukan sendiri. Penggunaannya sangat mudah, seperti menggunakan pantyliner biasa. Anda cukup menggunakan selama 6-8 jam selama beraktivitas untuk mendapatkan sampel. Sampel yang ditampung oleh filter di tengah GYNPAD selanjutnya dapat dilepas, digulung, lalu dimasukkan ke dalam tabung penyimpanan yang telah disediakan. Ini yang akan dikirimkan kepada laboratorium rujukan untuk menjadi sampel tes HPV. Mudah sekali bukan? Dengan menggunakan GYNPAD, privasi Anda tetap terjaga, nyaman, dan hasil yang akurat.

Sekarang Anda sudah tahu, kan, betapa pentingnya skrining kanker serviks? Apalagi perkembangan kanker serviks bisa membutuhkan waktu lama, yakni sekitar 10-30 tahun. Dengan melakukan skrining sejak dini, Anda dapat mendeteksi perubahan ini sebelum menjadi kanker.

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar