Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 8 Provinsi di Indonesia Sudah Terpapar Virus Corona, Ini Penanggulangannya!

8 Provinsi di Indonesia Sudah Terpapar Virus Corona, Ini Penanggulangannya!

Makin meluas ke banyak provinsi di Indonesia, bagaimana cara pemerintah menanggulangi wabah virus corona ini? Simak ulasannya di bawah ini.

Hari ke hari, penambahan jumlah pasien positif corona semakin terlihat. Pemerintah Indonesia pun tidak tinggal diam dalam menanggulangi wabah ini. Salah satu rencana yang akan dilakukan untuk menangani infeksi virus corona adalah dengan menambah ruang isolasi darurat dan laboratorium baru yang tersebar di berbagai wilayah provinsi di Indonesia. 

Update Jumlah Kasus Pasien Virus Corona di Indonesia  

Sebelumnya dikabarkan jumlah pasien positif corona sebesar 117 orang. Kini, angka pasien telah bertambah menjadi 134 kasus. Ini berarti, per hari Senin kemarin (16/03), sudah ada 17 kasus baru yang terkonfirmasi positif corona. 

Adanya penambahan kasus baru ini dikatakan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, dr. Achmad Yurianto. Ia menyebut bahwa pasien positif corona tidak hanya berasal dari DKI Jakarta, tapi juga beberapa provinsi lainnya seperti: 

  • Provinsi Jawa Barat dengan 1 kasus positif corona 
  • Provinsi Banten dengan 1 kasus positif corona 
  • Provinsi Jawa Tengah dengan 1 kasus positif corona
  • Dan 14 kasus baru lainnya berasal dari Jakarta

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 3 halaman

8 Provinsi di Indonesia Sudah Terjangkit Virus Corona

Selain itu, dikutip dari Detik, menurut Kementerian Kesehatan RI, sejumlah kasus juga sudah menyebar ke delapan provinsi lainnya di Indonesia. Ditulis dalam akun Twitter resmi Kemenkes RI Senin (16/03) kemarin, berikut ke delapan provinsi yang sudah terdeteksi memiliki kasus corona, yakni: 

  • DKI Jakarta 
  • Jawa Barat (Kab. Bekasi, Depok, Cirebon, Purwakarta, Bandung) 
  • Banteng (Kab. Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan)
  • Jawa Tengah (Solo)
  • Kalimantan Barat (Pontianak)
  • Sulawesi Utara (Manado)
  • Bali
  • Yogyakarta 

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Pemerintah Menyiasati Keterbatasan Ruang Isolasi  

Akibat meningkatnya jumlah pasien positif corona setiap hari, jumlah ruang isolasi di rumah sakit rujukan yang tersebar pun juga semakin terbatas.

Yuri mengatakan, dengan ledakan jumlah pasien seperti ini, pola isolasi yang berlaku pun akan berubah. Bukan lagi berbasis terminologi lama, yaitu satu orang yang menempati satu ruang pasien, kecuali atas indikasi permintaan kondisi fisiknya seperti itu. 

Untuk mengatasi keterbatasan ruang isolasi, Yuri dan tim medis yang menangani kasus positif corona akan membuat suatu ruangan dan di dalamnya bisa diisi beberapa orang yang diyakini positif corona. 

Yuri menjelaskan, ide ruangan isolasi ini terinspirasi dari penanganan di Tiongkok. Di Tiongkok, ruangan besar seperti ruangan olahraga atau gymnastic diisi banyak tempat tidur yang ditempati oleh pasien positif virus corona (COVID-19).  

Hal ini pun juga dibenarkan oleh dr. Rio Aditya dari KlikDokter. Ia menyebutkan, dengan memiliki ruangan yang besar seperti aula memang bisa jadi alternatif lainnya untuk mengisolasi pasien positif corona. 

Meski begitu, ia mengimbau agar ruangan tersebut benar-benar harus diisolasi dan dijaga ketat oleh tim medis yang bertugas.  Karena, jika tidak dijaga ketat atau tidak disterilkan dengan benar, maka risiko penularan terhadap banyak orang pun juga semakin tinggi. 

“Kalau memang ingin mencari tempat yang bukan rumah sakit, pastikan ruangan itu sudah disterilkan dan dijauhkan dari banyak orang yang negatif atau tidak terinfeksi corona.  Nantinya, penularan virus corona pun juga minim terjadi, atau bahkan tidak terjadi. Maka, harus dicari tempat yang benar-benar tidak ramai pemukiman dan harus dijaga ketat,” ujar dr. Rio Aditya. 

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Ada 12 Laboratorium Baru untuk Menangani Wabah Virus Corona

Dikutip dari laman Liputan6, Kemenkes RI telah merilis 12 daftar laboratorium untuk memeriksa sampel pasien yang tergolong sebagai suspect virus corona. Hal ini pun dicantumkan dalam Surat Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/182/2020 tentang jejaring Laboratorium Pemeriksaan Coronavirus Disease 2019. 

Melalui adanya surat tersebut, laboratorium yang dapat melakukan pengecekan pun semakin banyak dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Meski demikian, laboratorium ini berkewajiban mengirimkan hasil pengecekan pasien (positif/ negatif) ke Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan melalui Kepala Pusat Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. 

Adapun daftar dari ke-12 laboratorium tersebut berdasarkan Surat Keputusan yang telah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, yakni:

  • Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta yang memiliki wilayah kerja mencakup Maluku, Maluku Utara, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.
  • Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang yang memiliki wilayah kerja Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi dan Lampung.
  • Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar yang mencakup wilayah kerja Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
  • Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya yang memiliki wilayah kerja di Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
  • Balai Pengembangan Kesehatan dan Penelitian Papua yang mencakup wilayah kerja Papua dan Papua Barat.
  • Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta yang memiliki area kerja Riau, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Banten.
  • Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya yang mencakup area kerja di Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
  • Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Daerah Istimewa Yogyakarta yang melingkupi wilayah kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
  • Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta mencakup seluruh wilayah Jakarta.
  • Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang juga mencakup wilayah kerja DKI Jakarta.
  • Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) mencakup area kerja di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Universitas Indonesia.
  • Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya yang mencakup wilayah kerja di RSUD Dr. Soetomo dan RS Universitas Airlangga.

Itulah beberapa informasi terbaru mengenai penyebaran virus corona di Indonesia. Jika Anda mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas, segera periksakan kondisi ini ke rumah sakit. Jika ingin ada yang ditanyakan lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter langsung lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/ RH) 

0 Komentar

Belum ada komentar