Sukses

Ini Cara Mudah Meningkatkan Trombosit Saat DBD

Salah satu gejala demam berdarah adalah turunnya trombosit. Hal ini bisa membuat penderita merasa mudah lelah. Ini cara meningkatkan trombosit saat mengalami demam berdarah.

Demam berdarah dengue atau DBD bukanlah penyakit asing di Indonesia. Dengan angka kejadian yang tinggi dan dapat meningkat terutama pada musim tertentu, penting bagi Anda untuk mengenali gejala demam berdarah sedari dini serta penanganannya. Termasuk cara meningkatkan trombosit saat mengalami DBD.

1 dari 3 halaman

Penurunan Trombosit pada DBD

Kondisi demam berdarah yang buruk salah satunya ditandai dengan adanya fase ‘kebocoran’ kritis. Biasanya ini terjadi di hari ke 3-4 sejak fase demam dimulai. Pada fase kritis ini, peningkatan permeabilitas pembuluh darah membuat pembuluh di berbagai area tubuh mudah ‘bocor’ dan ditembus oleh cairan sehingga terjadi peningkatan kepekatan darah.

Kondisi ini jika berlangsung terus-menerus akan menyebabkan merosotnya jumlah trombosit atau keping darah pada pasien demam berdarah. Apabila dibiarkan, maka dapat menimbulkan risiko perdarahan spontan.

Inilah yang menjadi asal dari nama demam berdarah, di mana dapat ditemukan gejala perdarahan spontan. Misalnya pada gusi, bintik perdarahan pada lengan atau daerah kulit lainya, atau bahkan perdarahan tak terdeteksi pada organ bagian dalam seperti saluran cerna.

Untuk itu, salah satu yang harus diperhatikan pada penanganan demam berdarah adalah usaha untuk menjaga kecukupan cairan dan meningkatkan jumlah trombosit. Pemberian cairan melalui infus biasanya telah menjadi standar dalam penanganan demam berdarah.

Alternatif pemberian pengobatan pendamping, seperti angkak, sari kurma, dan jambu biji, yang dipercaya dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit juga lazim dilakukan terutama di Indonesia.

Artikel LainnyaManfaat dari Angkak, Bisa Tingkatkan Trombosit?

2 dari 3 halaman

Cara Meningkatkan Trombosit

Ada berbagai kandungan makanan yang disinyalir dapat membantu meningkatkan jumlah trombosit, seperti:

  • Vitamin B-12

Vitamin B terutama B-12 memiliki peran penting dalam menjaga sel darah agar tetap sehat. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kurangnya kandungan vitamin B-12 dalam tubuh dapat menyebabkan jumlah trombosit yang rendah.

Bahan makanan yang kaya akan vitamin B-12 terutama adalah makanan bersumber nabati seperti ati sapi dan telur, serta produk susu dan olahannya seperti keju.

  • Folat

Folat merupakan bentuk vitamin B lainnya yang juga penting untuk menjaga kesehatan sel darah. Kandungan folat alami dapat ditemukan dalam berbagai makanan seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, ati sapi, dan nasi.

  • Besi

Anjuran konsumsi makanan tinggi besi tentu sudah tak asing lagi dalam usaha untuk memperbaiki kondisi kurang darah. Besi memang sangat esensial dalam mendukung kemampuan tubuh untuk memproduksi sel-sel darah yang sehat, termasuk membantu naiknya jumlah trombosit.

Beberapa makanan yang kaya akan besi, antara lain kerang atau tiram, hati sapi dan ayam, kacang-kacangan, cokelat, dan tahu. Anjuran asupan besi harian untuk pria dewasa adalah 8 mg per hari, sedangkan wanita dewasa hingga 19 mg per hari. Kebutuhan ini juga dapat meningkat misalnya pada wanita yang sedang mengandung, yaitu hingga 27 mg per hari.

Selain itu, penting juga untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan kecukupan cairan. Kedua hal ini dapat mendukung kembali normalnya angka trombosit dan mencegah cairan terus-menerus bocor dari pembuluh darah.

Cara meningkatkan trombosit yang terbaik adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi melalui makanan dan minuman. Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen, boleh-boleh saja asal Anda berkonsultasi dulu dengan dokter. Suplemen dapat membantu menjamin kecukupan vitamin dan mineral, terutama saat sedang menderita penyakit tertentu seperti demam berdarah.

Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi Trolit sebagai salah satu cara meningkatkan trombosit sekaligus mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Trolit mengandung Monascus purpureus, ekstrak Psidii folium, elektrolit, vitamin B kompleks, dan mineral seng yang baik untuk proses rehidrasi.

Jika masih ada pertanyaan mengenai DBD bisa langsung klik tanya dokter. Dokter kami segera menjawab pertanyaan Anda.

[RS]

1 Komentar