Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pasien Virus Corona di Indonesia Jadi 27 Orang, Ini Detailnya

Pasien Virus Corona di Indonesia Jadi 27 Orang, Ini Detailnya

Pasien virus corona di Indonesia sekarang sudah berjumlah 27 orang. Pemerintah pun mengungkap detail 8 orang pasien baru itu semalam, Selasa (10/3).

Pasien virus corona di Indonesia terus bertambah. Setelah beberapa hari lalu masih di angka 19, kini sudah menyentuh 27 orang. Detail 8 pasien tambahan pun sudah diungkap Pemerintah Indonesia. Mari ketahui informasi lebih lanjutnya di sini.

Pasien Virus Corona di Indonesia Bertambah

Semakin hari penyebaran virus dengan nama lain COVID-19 ini makin menakutkan. Per hari Selasa (10/3) malam WIB, pasien virus corona yang dari sudah bertambah 8 orang.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto. Ia mengumumkan 8 pasien tambahan sudah ditangani dan dalam kondisi yang stabil, baik dari kasus 01 sampai 27.

Melansir dari berbagai sumber, sejumlah pasien virus corona baru itu tertular di luar negeri dan masuk ke wilayah Indonesia. Akan tetapi, ada juga beberapa tambahan pasien yang tertular di dalam negeri.

Sementara itu, dari semua kasus yang muncul, ada 1 kasus yang terjadi secara local transmission atau penularan secara lokal. Sedangkan, sisanya penularan terjadi dari klaster Jakarta. "Tidak ada tambahan klaster. Masih tetap," ujar Achmad Yurianto, di Istana Kepresidenan.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 3 halaman

Detail dari Kasus Terbaru Pasien Virus Corona di Indonesia

Dengan demikian, 8 orang pasien virus corona baru disebut menjadi kasus 20 sampai nomor urut 27. Berikut detail informasi pasien baru yang disampaikan pemerintah:

  1. Pasien dengan kode kasus 20

Perempuan 70 tahun, WNI bagian dari tracing sub klaster Jakarta.

  1. Pasien dengan kode kasus 21

Perempuan 47 tahun, WNI bagian dari tracing sub klaster Jakarta.

  1. Pasien dengan kode kasus 22

Perempuan berusia 36 tahun, merupakan WNI imported case.

  1. Pasien dengan kode kasus 23

Perempuan usia 73 tahun, WNI imported case. Kondisinya saat ini sedang menggunakan ventilator karena faktor usia.

  1. Pasien dengan kode kasus 24

Laki-laki berusia 46 tahun, WNI dan imported case.

  1. Pasien dengan kode kasus 25

Perempuan 53 tahun, WNA imported case, saat ini kondisinya stabil.

  1. Pasien dengan kode kasus 26

Laki-laki berusia 46 tahun, seorang WNA yang imported case, tapi dalam keadaan stabil.

  1. Pasien dengan kode kasus 27

Laki-laki 33 tahun, seorang WNI dalam kondisi stabil, diduga tertular dari local transmission yang sedang ditelusuri. Sampai saat ini, belum diketahui sumber penularannya.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 3 halaman

Akankah Virus Corona di Indonesia Bisa Mewabah Seperti di Italia?

Dengan bertambahnya pasien virus corona sebanyak 8 orang, maka Indonesia harus terus meningkatkan kewaspadaan.

Penyakit ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, negara Italia yang nun jauh di sana dan beda benua dari Tiongkok saja sudah menjadi negara kedua dengan pasien coronavirus terbanyak saat ini.

Italia bahkan harus melakukan lockdown (membatasi akses keluar dan masuk) di seluruh negaranya, memerintahkan sekolah dan museum di tutup, bahkan menganjurkan pemakaman dan pernikahan ditunda.

Hingga tulisan ini dibuat (11/3), orang yang terinfeksi COVID-19 di Italia sudah mencapai 10.149. Sekitar 639 di antaranya telah meninggal dunia dan 725 sembuh. Namun, angka pasien coronavirus ini paling tinggi setelah Tiongkok.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

Sejumlah peneliti medis yakin, masalah wabah coronavirus ini masih ada kaitannya dengan aktivitas perpindahan orang dari satu negara ke negara lain.

Dilansir dari Detikhealth,  Ketua Satgas Wabah Corona Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Profesor dr Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM, FINASIM mengatakan wabah COVID-19 di Italia bisa dicek melalui jadwal penerbangan di negara tersebut.

Kabarnya, Italia adalah satu-satunya negara Eropa yang menambah jadwal penerbangan dari dan menuju Tiongkok. Bahkan, hingga tiga kali lipat. Padahal, kita ketahui kalau Tiongkok menjadi pusat endemi dari virus corona.

Itu sebabnya, pemerintah harus juga mengecek jadwal penerbangan dan catatan keluar-masuk para WNA (Warga Negara Asing). Dari sini, bisa mungkin dapat terlacak pusat penyebaran coronavirus.

Bukan tidak mungkin, jika wabah sudah meluas, Indonesia juga butuh melakukan lockdown di beberapa daerah untuk mencegah penyebaran coronavirus. Kondisi tersebut berisiko terjadi jika masyarakat tidak mengindahkan pencegahan. 

Indonesia tidak boleh menyepelekan atau bahkan menganggap COVID-19 sulit masuk ke Indonesia akibat faktor lingkungan atau suhu yang bisa membuat “kebal” terhadap wabah ini. 

Untuk itu, pemerintah dan masyarakat tetap harus melakukan pencegahan. dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter menyarankan untuk beristirahat, jangan beraktivitas berat, minum air putih yang banyak, dan minum obat penurun demam seperti parasetamol.

Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan tubuh dan mengonsumsi makanan bergizi. Kalau Anda merasakan ada gejala-gejala virus corona, jangan ragu untuk melaporkan ke sejumlah rumah sakit rujukan pemerintah yang khusus menangani kasus infeksi tersebut.

Kasus pasien coronavirus yang baru membuat Anda semua perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, dari data yang diungkap pemerintah, baik tua atau muda bisa terkena masalah ini.

Apabila mau tahu lebih lanjut tentang penyakit virus corona di Indonesia, Anda bisa ajukan pertanyaan ke dokter lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar