Sukses

Sound Healing Bisa Bantu Menjaga Kesehatan, Yuk Dicoba!

Pernahkah Anda mendengar tentang sound healing? Ternyata metode tersebut punya banyak manfaat, lo! Yuk, cek selengkapnya di artikel berikut ini!

Punya tubuh sehat dan bugar tentu jadi dambaan semua orang. Karena itu, menerapkan pola hidup sehat harus dimulai sejak dini. Selain menjaga pola makan dan olahraga rutin, terapi musik atau disebut dengan sound healing dipercaya mampu menjaga kesehatan tubuh.

Lantas, apa itu terapi sound healing? Bagaimana pula proses kerjanya? Yuk, simak sesi tanya jawab KlikDokter dengan Ammir Gita selaku Sound Healing Practitioner dan Co Founder of Love Alchemy ini. 

Apa Itu Sound Healing dan Bagaimana Sistem Kerjanya?

Sound healing bisa dikatakan sebagai terapi musik yang memiliki tujuan untuk membantu menenangkan pikiran. Singkatnya, sound healing bisa membantu pasien yang sedang mengalami gangguan kecemasan dan depresi.

Untuk cara kerjanya, biasanya ahli terapi akan menggunakan alat musik tradisional, seperti gamelan, suling, atau singing bowl untuk membantu menenangkan pikiran masing-masing pasien.

Namun, di era modern ini, musik-musik instrumental tertentu juga bisa membantu menenangkan bahkan membantu proses kerja sound healing.

Metode kerja yang digunakan juga mengarah pada brainwave treatment, yang proses terapinya sangat bergantung pada gelombang otak.

Artikel Lainnya: Manfaat Terapi Musik untuk Kesehatan

1 dari 3 halaman

Gelombang Otak Seperti Apakah yang Cocok untuk Proses Terapi Sound Healing?

Gelombang otak manusia itu punya empat tahap, yakni beta, alpha, teta, dan delta. Semua tahapan gelombak otak tersebut bisa dan cocok untuk proses terapi musik.

Tujuan dari sound healing ini adalah mengubah gelombang otak beta (keadaan ketika Anda sedang beraktivitas atau bahkan dalam berada di bawah tekanan) ke gelombang otak delta (keadaan Anda benar-benar tertidur atau disebut deep sleep).

Jika memang ditujukan untuk menenangkan pikiran dari segala tekanan yang ada, maka mengubah gelombang otak dari beta ke delta bisa sangat diperlukan.

Artikel Lainnya: Manfaat Mendengarkan Musik bagi Kesehatan

2 dari 3 halaman

Kapan Seseorang Membutuhkan Sound Healing?

Dalam keadaan apa pun sebenarnya seseorang bisa melakukan terapi sound healing. Akan tetapi, terapi ini lebih diutamakan pada orang-orang yang memiliki gangguan kecemasan, mudah panik, mudah stres, dan mengalami gangguan depresi. 

Apakah Sound Healing Bisa Membantu Mengobati Masalah Kesehatan Fisik?

Dari jurnal-jurnal yang saya baca, sound healing ini sebenarnya lebih difokuskan pada mereka yang memiliki gangguan depresi dan kecemasan. Namun, bukan berarti tidak bisa membantu memulihkan masalah kesehatan fisik juga. 

Sistem kerja sound healing itu adalah mengubah gelombang otak beta menjadi delta, di mana tubuh seseorang akan dibuat tertidur sehingga tidak bermimpi.

Ketika seseorang bisa mendapatkan waktu tidur yang sangat nyenyak, tubuh akan meregenerasi sel-sel baru yang nantinya bisa membantu proses penyembuhan kondisi fisik.

Namun, sound healing ini hanya sebagai ‘bumbu tambahan’. Anda tetap perlu periksa ke rumah sakit dan minum obat yang telah dianjurkan oleh dokter. 

Artikel Lainnya: Mendengarkan Musik Baik untuk Otak, Ini Alasannya

Berapa Kali Sound Healing Bisa Dilakukan agar Bisa Mencapai Titik Tenang?

Untuk berapa kalinya, saya tidak bisa pastikan karena ini tergantung dengan kondisi setiap orang.

Namun, umumnya, mereka yang sudah bisa mengatur emosi dan pikirannya dengan baik, bisa melanjutkan terapi ini di rumah sebanyak dua kali dalam sehari. 

Anda bisa melakukan sesi terapi sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Anda bisa memutar lagu instrumental dari media sosial YouTube, posisikan badan senyaman mungkin.

Selanjutnya, pejamkan mata dan atur sistem pernapasan. Lakukan terapi ini selama 20-30 menit. Setelah itu, Anda bisa lihat sendiri hasilnya.

Sound healing memang utamanya ditujukan pada orang dengan gangguan depresi dan kecemasan. Akan tetapi, bukan berarti Anda yang tidak memiliki gangguan tersebut tidak bisa memanfaatkannya. Dapatkan informasi terkait kesehatan mental lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar