Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Waspada Hoax, “Virus” Ganas Selain Coronavirus Pengancam Kesehatan Mental

Waspada Hoax, “Virus” Ganas Selain Coronavirus Pengancam Kesehatan Mental

Bukan virus corona saja yang perlu diwaspadai, hoax soal coronavirus juga mesti dihindari. Pasalnya, bisa mengancam kesehatan mental Anda juga.

Virus corona diketahui memang sangat mematikan dan sudah menjadi kasus global. Namun, ada satu “virus” ganas lainnya yang jadi dampak COVID-19, yakni hoax. Berita hoax justru dapat mengancam kesehatan mental tanpa disadari.

Di Indonesia sendiri sudah dipastikan ada dua orang terkena virus corona pada Senin (2/3). Kasus pertama itu muncul di Depok, Jawa Barat.

Saat ini dua pasien tersebut sudah ditangani di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara. Penanganan sudah dilakukan secara intensif di ruang khusus.

Memang coronavirus sangat mengkhawatirkan. Akan tetapi, salah satu dampak virus corona yang paling jelas adalah hoax yang makin merajalela. Bisa dibilang, “virus” hoax ini makin berbahaya.

Sampai-sampai, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto angkat bicara soal ini, melansir dari Kompas.com.

Ia menyebut “virus” hoax itu paling ganas dan menyebar dengan cepat. Hal ini justru bisa menimbulkan ketakutan tersendiri.

Artikel Lainnya: Kenali Efek Hoaks pada Kesehatan Tubuh

Menurutnya, virus yang paling ganas itu justru adalah hoax. Karena, menyebar luas dengan cepat dan tidak ada obatnya.

Selain itu, saat berita hoax tidak laku, si pembuat jadi makin gencar. Ia akan makin meningkatkan “kualitas” kebohongannya.

Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendeteksi ada 147 berita bohong atau hoax terkait virus corona selama 23 Januari-3 Maret 2020.

Sementara, ada lima hoax yang berhasil dideteksi Kemenkominfo sejak Senin (2/3) sampai Selasa (3/3). Soal ini, Kemenkominfo pun langsung menurunkan atau take down berita bohong tersebut.

Artikel Lainnya: Pengaruh Buruk Hoaks pada Kesehatan Emosi

1 dari 3 halaman

Dampak Hoax saat Ada Wabah atau Peristiwa Besar

Efek hoax di tengah wabah besar seperti ini memang cukup berbahaya. Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog dari KlikDokter, itu bisa menimbulkan ketakutan.

"Pertama, paling sering itu rasa takut. Kalau hoax ini kan biasanya dilebih-lebihkan yang berujung pada kebohongan. Akhirnya, tujuannya bisa menyebabkan keresahan dan ketakutan," ujar Ikhsan.

"Bagi pembacanya, itu akan membuat cemas dan takut. Dampak buruknya lagi, mereka yang baca juga berisiko memicu panic buying seperti yang sedang ramai terjadi sekarang," sambungnya.

Ya, panic buying sekarang sedang menjadi headline di mana-mana. Banyak orang memborong makanan karena takut kota di-lock down atau "dikunci" oleh pemerintah.

"Karena ketika suatu informasi dilebih-lebihkan, misalnya karena virus corona, stok barang mulai habis. Akhirnya orang terpacu untuk membeli sembako dan masker berlebihan. Dampak-dampak seperti ini yang membuat orang menjadi semakin resah dan takut," tegas Ikhsan.

Jelas bahwa ketakutan bisa menimbulkan masalah serius bagi mental seseorang. Nantinya, Anda akan terus dilanda ketakutan yang berujung pada kecemasan berlebih.

Artikel Lainnya: Hoaks Berita Kesehatan, Bagaimana Menyikapinya?

2 dari 3 halaman

Cara agar Mental Tetap Sehat walau Tak Sengaja Baca Hoax

Maraknya hoax memang tidak bisa dihindari. Bahkan, grup WhatsApp yang Anda miliki bisa menjadi media bagi penyebaran berita bohong.

Nyatanya, Anda bisa mendapat berita hoax dan tak sengaja membacanya. Jika sudah begini, maka harus tahu cara agar tetap sehat secara mental.

  1. Cek Sumber Berita

Baca berita hoax, khususnya yang buruk, memang bisa bikin panik sendiri. Oleh karena itu, pastikan Anda mengecek sumber beritanya terlebih dahulu.

"Balik lagi sih, pertama kita yakinkan dulu sumber beritanya kredibel atau tidak. Terus, kita cek lagi informasinya, sambil tetap tenang," kata Ikhsan.

  1. Cari Berita Lain untuk Pembanding

Anda juga harus terus melakukan re-check. Cari berita lain sebagai pembanding atau menunggu semua informasi yang berasal dari pemerintah.

"Jangan percaya pada satu sumber semata. Misalnya kedapatan baca berita hoax, cek terus kebenarannya. Jadilah pembaca yang lebih cermat – baca judulnya, baca isi beritanya. Karena biasanya berita hoax itu akan kelihatan," saran Ikhsan.

"Cari terus berita lainnya sebagai pembanding. Anda sebagai pembaca juga bisa menunggu informasi resmi, seperti dari pemerintah atau sumber berita kredibel lainnya," tegasnya.

Selain dampak virus corona dari segi kesehatan fisik, waspada juga pada hoax terkait virus ini. Pasalnya, “virus” hoax bisa membuat masalah kesehatan mental, yakni kecemasan dan ketakutan berlebih. Yuk baca info seputar kesehatan yang akurat di aplikasi KlikDokter!

(FR/AYU)

3 Komentar