Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tips Mengatasi Gangguan Kepribadian Histrionik pada Anak

Tips Mengatasi Gangguan Kepribadian Histrionik pada Anak

Anak yang selalu haus akan perhatian bisa saja menandakan adanya gangguan kepribadian histrionik padanya. Segera lakukan ini untuk mengatasinya!

Gangguan kepribadian adalah suatu masalah kesehatan yang terjadi pada siapa saja, tak terkecuali anak-anak. Salah satu kondisi terkait yang wajib diwaspadai adalah gangguan kepribadian histrionik pada anak.

Gangguan kepribadian histrionik adalah kondisi yang membuat anak suka mencari perhatian dan tidak mau diabaikan. Bahkan, minat dan percakapan mereka akan selalu membahas tentang dirinya sendiri.

Anak yang mengalami gangguan kepribadian histrionik memiliki emosi yang tidak stabil dan berkeinginan besar untuk selalu diperhatikan. Saking inginnya, anak tersebut bahkan rela berperilaku tidak semestinya supaya selalu diperhatikan oleh orang di sekitarnya.

Anak yang punya gangguan kepribadian histrionik tak hanya sering mencari perhatian, tapi juga cenderung sulit mengendalikan emosinya. Mereka juga mudah mengubah mood, berpenampilan mencolok atau berlebihan, serta sangat rentan terhadap perkataan orang lain.

Mengingat adanya kondisi-kondisi tersebut, anak dengan gangguan histrionik perlu segera diberikan pengobatan agar keluhan tidak terjadi berkelanjutan dan mengganggu masa depannya.

Artikel Lainnya: Dampak Negatif Media Sosial Bisa Picu Histrionic Personality Disorder

1 dari 2 halaman

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Histrionik pada Anak

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi gangguan kepribadian histrionik pada anak, yaitu:

  1. Psikoterapi

Psikoterapi atau konseling — khususnya terapi perilaku kognitif — paling sering digunakan untuk mengatasi gangguan kepribadian histrionik alias histrionic personality disorder.

Terapi ini bekerja untuk menemukan batasan yang sesuai, dan pengembangan diri untuk mengurangi perilaku yang dapat mengakibatkan hal berisiko.

Dalam konseling ini, anak-anak yang ‘terganggu’ akan diajak bicara dengan terapis mengenai masalah yang mereka hadapi. Terapis akan terus menggali informasi sampai si anak terbuka dengan perasaannya dan menceritakan pengalaman yang mungkin membuatnya mengalami gangguan kepribadian ini.

Dengan cara tersebut, terapis bisa menentukan solusi yang paling tepat. Mungkin, terapis juga akan membantu anak untuk bisa berhubungan dengan orang lain secara positif tanpa berusaha mendapatkan perhatian.

Artikel Lainnya: Gangguan Kepribadian pada Anak yang Suka Cari Perhatian

  1. Konsumsi Obat-obatan

Pada kasus-kasus tertentu, obat-obatan dibutuhkan untuk menghadapi gangguan kepribadian histrionik yang dialami oleh anak. Hal ini khususnya dilakukan jika anak Anda terlihat sudah mengalami depresi atau kecemasan berlebih.

Obat-obatan yang digunakan untuk kasus ini wajib di bawah pengawasan dokter yang ahli. Ini bertujuan agar pengobatan sepenuhnya bermanfaat untuk mengendalikan gangguan histrionik yang dialami anak Anda.

Perlu diketahui bahwa orang tua dapat menjadi penyebab munculnya gangguan kepribadian histrionik pada anak. Karena, dari sekian kasus yang ada, gangguan ini muncul karena anak diperlakukan tidak semestinya oleh orang tuanya.

Gangguan tersebut bahkan juga bisa terjadi jika orang tua selalu membiasakan anak untuk jadi pusat perhatian sejak dini. Sehingga, anak tersebut akan terbiasa dan sampai tidak menyadari bahwa perbuatannya benar atau salah.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para orang tua untuk selalu introspeksi diri agar kecenderungan menjadikan anak sebagai pusat perhatian tidak lagi terulang. Orang tua juga perlu selalu memantau tingkah laku anak agar dapat mendeteksi adanya kemungkinan gangguan kepribadian histrionik sedini mungkin.

Apabila Anda sebagai orang tua menemukan ciri-ciri gangguan kepribadian histrionik pada anak, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter. Anda juga bisa bertanya langsung pada dokter dan psikolog dari KlikDokter melalui Live Chat di sini.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar