Sukses

Awas! Ini Bahaya Memakan Kotoran Manusia

Kasus siswa SMP di Maumere, NTT, makan kotoran manusia membuat gempar Indonesia. Mari ketahui bahaya akibat makan feses manusia berikut ini

Kasus siswa yang disuruh makan kotoran manusia di Maumere, Nusa Tenggara Timur, menggemparkan masyarakat Indonesia. Selain tindakan memaksa makan feses itu termasuk tidak beradab, ada bahaya kesehatan pula yang bisa terjadi.

Simak penuturan dokter tentang bahaya yang ditimbulkan akibat makan kotoran manusia berikut ini.

Viral Siswa Dipaksa Makan Kotoran Manusia

Mengutip dari Kompas.com, sebanyak 77 dari 89 siswa kelas VII Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, mendapatkan perlakuan buruk dari dua orang pendamping siswa.

Sebanyak 77 siswa tersebut dipaksa makan feses atau kotoran manusia oleh dua siswa yang bertugas menjaga kebersihan area asrama siswa kelas VII.

Kisah berawal saat salah seorang pendamping siswa itu menemukan kotoran manusia dalam kantong di sebuah lemari kosong.

Pendamping siswa itu yang juga merupakan siswa SMA kelas 12 di seminari tersebut. Kemudian, mereka memaksa para siswa makan feses itu karena tidak ada yang mengaku saat ditanya.

Pimpinan Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere, Romo Deodatus Du'u, mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada Rabu (19/2/2020) sekitar pukul 14.30 WITA.

Di mana kronologinya, dua pendamping siswa itu menyentuhkan sendok yang ada fesesnya pada bibir dan lidah siswa kelas VII.  Peristiwa itu terbongkar setelah ada orang tua siswa yang mengadu pada pihak sekolah.

Kasus ini sangat menggemparkan. Selain perlakuannya yang tidak menjunjung asas perikemanusiaan, feses kalau sampai dimakan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Artikel Lainnya: Amankah Tetap Telan Makanan Kotor yang Sudah Jatuh Meski Belum 5 Detik?

1 dari 3 halaman

Ketahui Dulu Kandungan Feses Pada Manusia

Feses adalah produk akhir sistem pencernaan tubuh manusia. Normalnya tubuh buang air besar atau mengeluarkan feses satu sampai dua kali sehari, dengan berat sekali dibuang 100-250 gram.

Kandungan feses manusia didominasi oleh bakteri yang hidup di saluran cerna. Selebihnya, merupakan air, selulosa, kolesterol, lemak, senyawa anorganik, dan protein dalam jumlah sangat sedikit.

Nah, feses sendiri punya warna khas yang tidak selalu sama setiap dikeluarkan. Namun, umumnya feses memang berwarna cokelat. Terkait warna feses, itu biasanya menunjukkan sehat atau tidak tubuh Anda. Berikut arti warna kotoran manusia ini.

  • Cokelat

Ini adalah warna kotoran yang paling umum ditemukan pada feses manusia. Warna coklat dihasilkan oleh bilirubin yang merupakan hasil penghancuran sel darah merah dan sumsum tulang.

Saat kandungan besi pada sel darah merah bercampur dengan bilirubin, lalu bercampur dengan kotoran, warna feses akan menjadi kecokelatan.

  • Cokelat Muda

Warna cokelat muda menandakan banyaknya kandungan lemak atau kurangnya serat dalam makanan yang Anda dikonsumsi. Warna ini juga bisa disebabkan oleh gangguan hati atau gangguan penyerapan nutrisi di usus.

  • Putih

Warna ini menandakan menandakan kurangnya jumlah bilirubin di tubuh. Warna kotoran pucat dicurigai akibat sumbatan pada saluran empedu yang bisa disebabkan oleh perlengketan, batu, atau lainnya.

Selain itu, beberapa obat seperti bismuth atau obat diare juga dapat menyebabkan warna kotoran jadi putih pucat.

Artikel Lainnya: 3 Tanda Anak Anda Menjadi Korban Bully

  • Hijau

Jika Anda baru saja makan makanan yang berwarna hijau seperti sayuran, tidak heran jika feses yang Anda miliki akan ikut berwarna hijau. Namun, bukan hanya pengaruh dari makanan, kotoran berwarna hijau juga bisa jadi tanda tubuh Anda mengalami diare, dan makanan terlalu cepat melewati saluran pencernaan.

  • Merah Terang

Umumnya, warna merah terang pada kotoran manusia disebabkan oleh adanya perdarahan di saluran pencernaan bagian bawah. Pada penderita ambeien, kotoran juga bisa berwarna kemerahan akibat adanya darah yang menetes.

  • Hitam

Feses berwarna hitam sering disebut dengan kondisi melena. Melena ini identik disebabkan oleh perdarahan saluran pencernaan atas.

Berbeda dengan perdarahan saluran pencernaan bawah, perdarahan pada saluran pencernaan atas (lambung) akan membuat darah yang dihasilkan bercampur dengan asam lambung dan menghasilkan warna hitam pada feses.

Artikel lainnya: Gangguan Mental Ini Bisa Terjadi Akibat Bullying

2 dari 3 halaman

Lalu, Apa Bahaya Kotoran Feses Manusia?

Setelah membahas kandungan dan warna pada feses, mari ketahui bahaya kalau sampai feses tertelan. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, hal itu bisa mengganggu pencernaan.

"Pertama, itu bisa mengganggu pencernaan. Terus di dalam feses itu ada bakteri E. Coli dan bakteri lainnya. Artinya, itu bisa menyebabkan diare, tipes (demam tifoid), serta gangguan pencernaan lainnya," ujar dr. Dyah Novita.

Ya, selain E. coli, ada bakteri Salmonella sp., Shigella, dan kelompok vibrio lainnya yang merupakan bakteri yang paling banyak terdapat di feses. "Feses itu kan hasil kotoran akhir dari manusia. Jadi sudah pasti ada bakterinya dan itu berbahaya," sambung dr. Dyah Novita.

"Kalau sudah terlanjur termakan, sebaiknya orang yang dipaksa makan itu harus meningkatkan imunitas tubuhnya. Caranya bisa dengan mengonsumsi makanan bergizi, suplemen, dan air kelapa," saran dr. Dyah Novita.

"Sementara kalau sudah menunjukkan gejala, seperti demam, mual, muntah, diare, segera ke dokter. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," tambah dr. Dyah Novita. Feses atau kotoran manusia tidak boleh siapapun makan, karena berbahaya!

Kini Anda sudah tahu bahayanya, kan? Kita berharap kejadian di Maumere tidak terulang lagi. Makan kotoran manusia sama sekali bukanlah hal yang mesti terjadi. Untuk tahu info kesehatan lanjut, jangan ragu konsultasi dengan dokter langsung lewat fitur Live Chat hanya di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar