Sukses

Terlanjur Pencet Jerawat? Segera Lakukan 10 Hal Ini

Meski tak dianjurkan, masih banyak yang bandel memencet jerawat. Bila terlanjur melakukannya, lakukan langkah-langkah ini untuk menghindari infeksi.

Jerawat adalah masalah kulit yang paling sering mengganggu, bisa merusak penampilan. Akhirnya, walaupun tidak dianjurkan, banyak orang yang gemas dan tak tahan untuk memencet jerawat untuk cepat-cepat menghilangkannya.

Padahal, pencet jerawat bisa jadi bengkak dan nyeri (meradang), risiko infeksi pun meningkat, serta ada kemungkinan timbul jaringan parut atau timbul bekas jerawat yang menghitam yang akhirnya merusak penampilan.

Jangan Dibiarkan, Lakukan Ini Bila Terlanjur Memencet Jerawat

Apabila tak sengaja atau sudah risih dan terlanjur memencet jerawat, segera lakukan langkah-langkah ini.

  1. Jaga Area Jerawat Tetap Bersih

Memencet jerawat berarti tercipta luka baru, apalagi bila sampai berdarah. Hal ini akan meningkatkan risiko infeksi, terutama oleh bakteri.

Oleh sebab itu, jaga area jerawat yang pecah tersebut tetap bersih dengan tidak memegang-megang area tersebut apalagi bila belum cuci tangan.

Cucilah area yang terdampak dengan menggunakan pembersih yang lembut. Jangan menggosoknya terlalu kasar atau mengganggu koreng yang terbentuk.

Artikel lainnya: Suka Memencet Jerawat Bisa Picu Kanker Kulit?

  1. Jaga Kelembapan Area Tempat Jerawat Pecah

Bila setelah memencet jerawat timbul perdarahan, hentikan dengan memberi tekanan lembut pada area tersebut dengan kain atau tisu bersih. Setelah tak lagi berdarah, bersihkan dan beri pelembap.

Jangan menggunakan bahan yang bisa mengiritasi kulit, seperti produk antipenuaan atau produk eksfoliasi. Gunakan pelembap yang lembut.

  1. Gunakan Produk yang Lembut Saat Luka Mulai Sembuh

Setelah jerawat dipencet, kulit akan menjadi sangat sensitif dan rentan. Oleh sebab itu, perhatikan produk perawatan kulit yang digunakan.

Penambahan produk tertentu malah bisa mengganggu proses penyembuhan jerawat, terutama bahan yang bersifat iritatif seperti eksfoliator kimia atau serum vitamin C. Hindari juga melakukan perawatan seperti facial atau scrubing.

Artikel lainnya: Cara Aman Memencet Jerawat Agar Tidak Iritasi

  1. Jangan Pegang-Pegang!

Hindari untuk memegang atau menyentuh bekas pemencetan jerawat, karena bisa meningkatkan risiko infeksi dan membuat bekas jerawat menghitam (akibat terbentuknya jaringan parut). Ini juga termasuk saat bekas jerawat tadi menjadi koreng.

Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah memegang area kulit yang terdampak.

  1. Tutup dengan Perban Khusus

Dengan menutup luka bekas jerawat yang dipecahkan, risiko tangan menyentuh luka tersebut pun berkurang, sehingga risiko infeksi menurun.

Selain itu, perban khusus seperi perban hydrocolloid untuk menjaga kelembapan luka. Perban ini umumnya bekerja sebagai segel agar kelembapan tidak hilang lewat penguapan.

  1. Pakai Tabir Surya Setiap Hari

Penggunaan tabir surya secara rutin dapat membantu mencegah proses perubahan warna, termasuk risiko akibat memencet jerawat. Pilih produk yang mengandung SPF minimal 30 dan punya perlindungan spektrum luas.

Artikel lainnya: Jerawat Selalu Muncul di Tempat yang Sama, Apa yang Salah?

  1. Bila Bengkak, Gunakan Es

Kompres es bisa menenangkan dan mengurangi peradangan, termasuk bengkak dan nyeri. Bungkus es dengan kain lembut yang bersih, lalu letakkan di area yang bengkak selama 10-15 menit.

Lakukan beberapa kali dalam sehari. Jika tidak bengkak dan koreng tidak terbentuk, perawatan ini tidak diperlukan.

  1. Oleskan Salep Antibiotik

Pencet jerawat bisa menyebabkan luka terbuka, sehingga perlu pemberian antibiotik untuk mencegah risiko infeksi. Oleskan salep antibiotik langsung pada luka tersebut atau koreng yang terbentuk.

Terapi ini juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan. Pastikan hanya mengoleskannya luka jerawat, jangan ke kulit di sekitarnya karena salep antibiotik ini bisa menyebabkan penyumbatan pori-pori kulit.

  1. Hati-Hati dengan Penggunaan Makeup

Baiknya libur dulu pakai makeup sampai luka sembuh. Namun, kondisi mengharuskan penggunaan rias wajah, lakukan perawatan jerawat terlebih dulu.

  1. Jangan Mengopek Koreng

Hal terpenting untuk mencegah terbentuknya jaringan parut adalah dengan tidak “mengganggu” koreng yang terbentuk. Pada dasar koreng terjadi regenerasi kulit.

Bila proses ini diganggu, misalnya dengan mengopeknya, maka akan memperbesar risiko bekas luka menetap.

Koreng yang terbentuk setelah koreng pertama tidak akan sama. Ini akan meningkatkan risiko perubahan warna dan timbulnya jaringan parut.

Segera lakukan sepuluh langkah di atas setelah memencet jerawat, sengaja maupun tidak, agar terhindar dari bahaya risiko infeksi. Meski demikian, tetap prioritaskan untuk tidak memencet jerawat, ya! Masih ingin tanya-tanya seputar jerawat, gunakan fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter untuk bicara langsung dengan dokter asli!

(RN/AYU)

1 Komentar