Sukses

Elton John Kena Pneumonia Berjalan, Penyakit Apa Itu?

Musisi Elton John terpaksa menghentikan konsernya di Selandia Baru akibat penyakit walking pneumonia yang dideritanya. Separah apa penyakit ini?

Tur dunia penyanyi Elton John pekan lalu (16/2) di Selandia Baru, harus terhenti. Pelantun “Someone Saved My Life Tonight” itu mengaku tak bisa melanjutkan konser akibat pneumonia berjalan (walking pneumonia). Penonton tentu sedih dan kecewa.

Dilansir dari berbagai sumber, di tengah jalan saat konser di Mt Smart Stadium, Auckland, John tiba-tiba meninggalkan panggung, tetapi kembali lagi beberapa menit kemudian ia kembali lagi menyanyikan dua lagu.

Setelah itu, ia berkata kepada penonton, “Saya baru saja kehilangan suara. Saya tidak bisa bernyanyi. Saya harus pergi. Saya minta maaf,” katanya sebelum menghilang ke balik layar dengan dibantu beberapa orang.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang menghadiri pertunjukan #EltonFarewellTour di Auckland malam ini. Saya terdiagnosis baru saja terdiagnosis pneumonia berjalan, tetapi saya tetap ingin memberikan pertunjukan yang terbaik semanusiawi mungkin. Saya bermain (musik) dan bernyanyi sepenuh hati, hingga tak lagi bisa bernyanyi. Saya kecewa, sedih, dan menyesal. Saya sudah memberikan semua yang saya miliki,” tulisnya di media sosial.

Artikel lainnya: Benarkah Pneumonia Bisa Akibatkan Kanker Paru?

1 dari 3 halaman

Walking Pneumonia, Penyakit Apa Itu?

Pneumonia, atau awam banyak menyebutnya sebagai paru-paru basah adalah peradangan yang mengenai parenkim (jaringan) paru.

Tepatnya, pada bagian terjauh dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi (saling menempel) jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat.

Peradangan tersebut menyebabkan alveolus (kantong udara) terisi oleh cairan. Akibatnya paru-paru tidak dapat bekerja dengan baik.

Terjadinya pneumonia bergantung pada banyaknya kuman, tingkat kemudahan dan luasnya daerah paru-paru yang terkena, serta daya tahan tubuh.

Artikel lainnya: Pneumonia, Penyakit Paru yang Bisa Sebabkan Kematian

Faktor risikonya antara lain kebiasaan merokok, pasca infeksi virus, penyakit jantung kronis, diabetes, kondisi imunodefisiensi, kelainan, atau kelemahan struktur organ dada, serta penurunan kesadaran.

Lantas apa bedanya dengan walking pneumonia seperti yang diderita oleh Sir Elton John? Dari KlikDokter, dr. Bobtriyan Tanamas mencoba menjelaskannya.

Ia menjelaskan pneumonia disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae gram positif. Penyebarannya bisa lewat udara (airborne) seperti batuk, bersin, menguap, dan sebagainya.

Masa inkubasi 15-25 hari, baru muncul gejala mirip flu seperti demam, batuk, dan sebagainya.

Bila infeksi akibat Streptococcus pneumonia tidak ditangani dengan benar, maka bisa menyebabkan kerusakan pada alveolus.

“Untuk walking pneumonia, overall sama, tapi penyebabnya adalah bakteri Mycoplasma pneumonia. Jadi, beda bakteri, beda juga infeksi dan invasi ke paru-parunya,” kata dokter yang akrab disapa dr. Bobby ini.

Ia juga mengatakan bahwa pneumonia berjalan adalah versi ringan dari pneumonia.

“Pada kasus walking pneumonia, biasanya tidak perlu sampai masuk rumah sakit, hanya perlu bed rest. Bahkan, penderitanya bisa tetap sambil bekerja karena sifat penyakitnya ringan dan progresivitasnya lambat,” ungkap dr. Bobby lagi. Itulah kenapa penyakit ini disebut sebagai “walking pneumonia”.

Pengobatannya adalah dengan antibiotik dan obat-obatan lainnya untuk mengurangi keparahan gejalanya.

Artikel lainnya: Vaksin Pneumonia Tak Mampu Tangkal Coronavirus, Mengapa?

Apa Saja Gejala Pneumonia Berjalan?

Karena sifat penyakit ringan, maka penderitanya bisa tak menyadarinya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejalanya meliputi: batuk, demam, nyeri dada, menggigil ringan, sakit kepala, kelelahan, dan lain-lain.

Gejala umumnya dimulai 15-25 hari setelah terkena bakteri, lalu perlahan memburuk selama 2-4 hari.

Beberapa orang dengan pneumonia berjalan mungkin juga mengalami infeksi telinga, anemia, atau ruam kulit.

Meski ringan, walking pneumonia yang tidak ditangani dengan benar tentu bisa berbahaya.

“Penyakit ini nanti bisa menyebabkan sepsis, yaitu infeksi ke seluruh tubuh dari ujung kaki ke ujung kepala, hingga bisa menyebabkan kematian,” ungkap dr. Bobby.

“Waspadai gejala seperti demam makin lama makin tinggi, sesak napas, batuk berdahak hingga batuk darah,” lanjutnya.

Artikel lainnya: Bagaimana Membedakan Flu dan Pneumonia?

2 dari 3 halaman

Siapa Saja yang Berisiko Terkena Walking Pneumonia?

Semua orang pada dasarnya bisa terkena penyakit ini. Pneumonia berjalan akibat bakteri mycoplasma umum ditemukan pada anak-anak, anggota militer, serta orang-orang dengan usia di atas 40 tahun.

Orang-orang yang hidup dan bekerja di tempat-tempat yang ramai, misalnya sekolah, asrama, barak militer, atau panti jompo lebih berisiko terkena penyakit tersebut.

Pneumonia Berjalan Bisa Dicegah!

Meski sebetulnya siapa saja bisa terkena walking pneumonia, tetapi langkah-langkah pencegahan tetap bisa dilakukan. Caranya adalah dengan berikut ini.

  • Olahraga, makan makanan yang seimbang, dan cukup tidur. Ini akan membantu menjaga tubuh sehat dan lebih mampu melawan infeksi.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah penyebaran kuman.
  • Jangan merokok. Merokok merusak paru-paru, dan paru-paru yang rusak lebih mungkin terinfeksi.
  • Tutupi mulut dengan lengan baju saat batuk atau bersin. Minta juga orang-orang sekitar untuk melakukan hal yang sama. Pasalnya, batuk dan bersin adalah cara utama penyebaran infeksi ini.

Seperti kata dr. Bobby tadi, meskipun pneumonia berjalan merupakan bentuk ringan dari pneumonia dan sifatnya lebih ringan, tetapi bila tidak ditangani dengan benar penyakit tersebut juga bisa membahayakan.

Bila ingin tahu soal pneumonia berjalan, coba lakukan LiveChat di aplikasi KlikDokter. Semoga Sir Elton John segera pulih, bisa melanjutkan tur dunia, dan memuaskan kerinduan penggemarnya.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar