Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Alasan Penderita Coronavirus di Korsel, Italia, dan Iran Naik Drastis!

Alasan Penderita Coronavirus di Korsel, Italia, dan Iran Naik Drastis!

Apa penyebab angka penderita virus corona di Korea Selatan, Italia, dan Iran melonjak cepat? Simak penjelasannya di bawah ini!

Penyebaran virus corona di negeri asal K-POP tengah mengkhawatirkan. Pemerintahnya pun sudah menyatakan status siaga satu terhadap wabah virus mematikan tersebut.

Saat ini, terdapat 763 kasus infeksi coronavirus dan 7 orang meninggal dunia. Tidak hanya di Korea, beberapa negara lain, seperti Italia dan Iran juga sedang menghadapi masalah yang sama. Untuk lebih lanjut, simak ulasannya di bawah ini.

Apa yang Terjadi di Korea Selatan?

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in mengatakan bahwa beberapa hari ke depan merupakan waktu yang sangat krusial bagi negaranya untuk bertarung menghadapi COVID-19.

Di Korea, sebagian besar kasus coronavirus tersebut berhubungan dengan rumah ibadah sebuah sekte (Shincheonji) di Kota Daegu.

Sekitar 9.300 anggota sekte tersebut terpaksa dikarantina dan diperiksa kesehatannya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Korea Selatan, meningkatnya jumlah penderita virus corona di area tersebut kemungkinan disebabkan karena pelayanan ibadah yang dilakukan dalam jarak dekat

Maksudnya, antar jemaatnya duduk berdekatan dan saling bersentuhan. Alhasil, penyebaran virus pun semakin meluas.

Kini, Perdana Menteri Chung Sye-kyun, telah menunjuk Kota Daegu dan Cheongdo sebagai zona perawatan khusus. Pemerintah Korea Selatan juga akan mengirimkan staf medis militer dan menyiapkan fasilitas isolasi sementara.

Artikel Lainnya: Inilah 5 Penyakit Lain yang Gejalanya Mirip Virus Corona

1 dari 3 halaman

Apa yang Terjadi di Italia?

Berpindah jauh ke salah satu negeri di Eropa, Italia, ternyata juga mengalami lonjakan pasien coronavirus.

Bahkan, negara mode ini terpaksa mengakhiri Venice Festival dua hari lebih cepat dari yang dijadwalkan. Tujuannya, untuk mengontrol penyebaran COVID-19 di Italia.

Sebanyak 157 kasus COVID-19 terjadi di Italia dan 3 orang di antaranya telah meninggal dunia. Hal ini membuat pemerintah harus isolasi ketat dilakukan di sejumlah titik yang dinilai menjadi lokasi penyebaran virus.

Misalnya, daerah Veneto dan Lombardy. Tidak hanya festival, pertandingan sepak bola pun sudah dibatalkan. Bahkan, semua acara “kumpul-kumpul” di Italia di-cancel hingga 1 Maret 2020.

Sayangnya, tidak diketahui mengapa angka kasus di Italia terus meningkat. Yang jelas, sudah tercium hawa-hawa kepanikan di sana. Dilansir dari laman BBC, tak sedikit masyarakat yang mulai memborong habis isi supermarket untuk persiapan berdiam diri di rumah demi mencegah penyebaran virus corona.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Apa yang Terjadi di Iran?

Kondisi kasus coronavirus di negara Iran pun cukup mengkhawatirkan. Sampai saat ini, telah ditemukan 43 kasus COVID-19 di negeri tersebut. 8 pasien di antaranya meninggal dunia.

Sejumlah negara seperti Turki dan Pakistan yang letaknya bersebelahan juga langsung mengambil tindak pencegahan dengan menutup akses perbatasannya dengan Iran.

Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca mengatakan, penerbangan menuju Ankara dari Iran serta akses jalan raya dan kereta api juga terpaksa ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona.

Ada pun kota yang pertama kali diketahui menjadi titik penyebaran adalah kota suci Qom. Di kota itu, banyak turis dari berbagai negara untuk melakukan ziarah sehingga risiko penyebarannya sangat tinggi.

Artikel Lainnya: Fakta Virus Corona dan Influenza, Bagaimana Pencegahan Terefektifnya?

Kini, untuk mencegah infeksi virus tersebut, masyarakat mencoba merokok biji Peganum harmal. Meski demikian, belum diketahui pasti efektivitas rokok herbal tersebut pada pencegahan coronavirus.

Sama seperti Italia, Pemerintah Iran akhirnya melarang diadakannya acara seni, konser, dan pertunjukan film selama seminggu ke depan.

Negara-negara lain juga menyatakan keprihatinannya terhadap Iran karena di tengah pergulatannya dengan coronavirus. Iran juga masih harus berhadapan dengan krisis ekonomi besar dan sanksi dari Amerika Serikat.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Utamakan Pencegahan Infeksi Virus Corona

Terlepas dari jumlah penderita virus corona yang meningkat di ketiga negara di atas, sebagai masyarakat Indonesia, kita hanya bisa melakukan pencegahan penyebaran virus tersebut. Beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut.

  • Hindari dulu bepergian ke luar negeri, terutama ke negara-negara yang sudah memiliki kasus virus corona.
  • Gunakan masker bila Anda bepergian ke tempat ramai. Masker kain harus dicuci setiap hari dan masker yang sekali pakai harus benar-benar digunakan sebagaimana mestinya (sekali pakai, buang).
  • Hindari berinteraksi dengan orang yang sedang sakit, terutama yang menunjukkan gejala flu (bersin, batuk, demam).
  • Jangan bertukar alat makan ataupun barang-barang lainnya dengan orang yang sedang sakit.
  • Sering-seringlah mencuci tangan, apalagi jika Anda habis pergi dan memegang fasilitas umum. Untuk mempermudahnya, bawa selalu hand sanitizer.
  • Bila punya spray antivirus, semprotkan spray tersebut di ruangan tempat Anda beraktivitas.
  • Jika sudah menunjukkan gejala tidak enak badan, segera berobat ke dokter.

  • Hal yang paling penting adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, masyarakat bisa mendapatkan hal tersebut dengan mengonsumsi makanan sehat, seperti jeruk, brokoli, ikan, kacang-kacangan, dan daging merah.

Semoga saja penyebaran coronavirus bisa menurun dan tidak sampai masuk ke Indonesia. Bila Anda masih memiliki pertanyaan seputar virus corona, silakan berkonsultasi langsung kepada dokter kami melalui fitur LiveChat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar