Sukses

Bagaimana Mengelola Perilaku ADHD pada Orang Dewasa?

Tak cuma anak-anak, orang dewasa rupanya juga bisa mengalami ADHD. Lalu, bagaimana mengelola perilaku ADHD pada orang dewasa? Cari tahu di sini.

ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) lebih banyak ditemui pada anak-anak. Saat mengalami ADHD, anak biasanya sulit dikendalikan, tidak bisa diam, dan selalu bergerak. Namun rupanya, tak cuma anak-anak, orang dewasa juga bisa mengalami kondisi ini. Lalu, bagaimana mengelola perilaku ADHD pada orang dewasa?

ADHD pada Orang Dewasa

Menurut dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, ADHD pada orang dewasa merupakan gangguan jiwa yang merupakan kombinasi dari gejala-gejala berikut ini.

  • Kesulitan memfokuskan/konsentrasi diri pada suatu hal.
  • Hiperaktif.
  • Perilaku impulsif.

"Pada orang dewasa, ADHD dapat menyebabkan hubungan interpersonal kurang stabil, produktivitas dan kinerja menurun, dan kepercayaan diri turun," katanya.

Gejala ini bisa dimulai sejak kecil dan berlanjut hingga dewasa. Namun demikian, bisa juga ADHD baru dikenali dan muncul ketika seseorang telah dewasa. 

"Gejalanya tidak sejelas ADHD pada anak. Pada orang dewasa, hiperaktif tidak menonjol. Lebih kelihatan adalah perilaku impulsif, gelisah, dan kesulitan fokus terhadap suatu hal," tutur dr. Fiona.

Namun, mendiagnosis ADHD pada orang dewasa tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak orang dewasa tidak mengetahui bahwa mereka menderita ADHD sampai mereka mendapat masalah lain, seperti kecemasan atau depresi.

Artikel Lainnya: Kiat Tepat dan Efektif Sembuhkan ADHD

1 dari 2 halaman

Bagaimana Menangani ADHD pada Orang Dewasa?

Terkait penanganan ADHD pada orang dewasa, menurut dr. Fiona, kurang lebih sama seperti pada anak. Namun demikian, beberapa obat yang tidak bisa digunakan pada anak, dapat dipakai orang dewasa.

Obat-obatan yang paling umum untuk ADHD adalah stimulan. Obat-obatan ini, dilansir dari onhealth.com, dapat mempertajam konsentrasi dan mengurangi distraksi oleh sirkuit otak yang memperbaiki fokus serta perhatian.

Jika stimulan tidak cukup membantu, dokter mungkin akan meresepkan antidepresan untuk menstabilkan suasana hati dan membantu mengendalikan perilaku impulsif pasien.

Artikel Lainnya: Hiperfokus, Gejala ADHD yang Jarang Diketahui

Akan tetapi, seberapa efektif obat-obatan ini untuk mengatasi ADHD? Meski studinya masih sedikit dan terbatas, hasilnya ternyata cukup menjanjikan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang menggunakan stimulan memiliki lebih sedikit gejala ADHD. Sementara itu, beberapa orang mungkin merasa mereka dapat berkonsentrasi lebih baik dalam waktu sekitar 30 menit.

"Selain pemberian obat, konseling (psikoterapi bersama psikiater) dan penanganan gangguan jiwa lain yang biasa terjadi bersamaan dengan ADHD (seperti gangguan mood, gangguan cemas, gangguan kepribadian, dan kesulitan belajar/berkomunikasi) juga biasa dilakukan," ungkap dr. Fiona.

Namun, ada cara praktis untuk menangani ADHD pada orang dewasa, terutama bagi Anda yang mau membantu orang lain. Berikut beberapa caranya:

  • Buat daftar tugas/target yang ingin dicapai setiap harinya. Berikan prioritas dan pastikan tidak terlalu banyak.
  • Setiap tugas yang ingin dicapai kembali dipecah-pecah menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana dan mudah. Gunakan checklist akan lebih memudahkan.
  • Gunakan memo kecil atau notes sticker yang dapat Anda tempel di kulkas atau tempat lain untuk memudahkan orang dewasa dengan ADHD membaca pesan tersebut.
  • Siapkan satu buku atau gunakan kalender elektronik untuk mencatat janji temu atau deadline
  • Selalu bawa agenda atau gadget agar orang dengan ADHD dapat mencatat ide atau hal-hal yang perlu diingat.
  • Selalu biasakan untuk mengatur dokumen dan informasi agar lebih mudah dicari. Ini akan membuat orang dengan ADHD Anda tidak panik dan tidak cemas.

Di samping hal-hal itu, selalu simpan hal-hal penting, seperti kunci, dompet, dan kacamata di tempat yang sama. Jangan sungkan pula untuk minta bantuan kepada keluarga terdekat atau sahabat bila diperlukan.

Jadi, saat tahu orang terdekat Anda mengalami gejala ADHD, jangan hanya didiamkan. Lebih baik, minta pertolongan ahli dan lakukan beberapa cara di atas untuk mengelola perilaku ADHD. Cari tahu info lainnya terkait ADHD di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar