Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan Lebih Berisiko Malnutrisi

Bayi dengan Penyakit Jantung Bawaan Lebih Berisiko Malnutrisi

Anda punya bayi dengan penyakit jantung bawaan? Kalau iya, hati-hati ya. Pasalnya, bayi dengan kelainan ini rentan malnutrisi. Simak penjelasannya.

Anda memiliki bayi dengan penyakit jantung bawaan? Kalau iya, sebagai orang tua, Anda perlu ekstra waspada. Pasalnya, mereka akan lebih berisiko mengalami malnutrisi.

Secara sederhana, malnutrisi adalah keadaan di mana tubuh tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Menurut WHO, ada parameter yang dapat digunakan saat seorang anak di bawah 5 tahun dikatakan mengalami malnutrisi.

Beberapa parameter itu adalah berat badan berdasarkan usia, tinggi badan berdasarkan usia, dan berat badan berdasarkan tinggi badan.

Seorang anak dikatakan mengalami malnutrisi jika ketiga parameter tersebut berada di bawah garis -2 standar deviasi dari grafik pertumbuhan tersebut.

Lantas, bagaimana hubungan anak dengan penyakit jantung bawaan berisiko alami kondisi kurang gizi?

Penyakit Jantung Bawaan

Sebelum sampai ke sana, Anda sebaiknya tahu apa itu penyakit jantung bawaan. Ini adalah kondisi kelainan jantung yang dialami oleh bayi yang baru lahir.

Secara umum, ada dua jenis penyakit jantung bawaan, yaitu yang membuat anak menjadi biru (seperti Tetrallogy of Fallot) dan tidak (contohnya kebocoran pada dinding atrium dan ventrikel jantung).

Penyebab pasti penyakit jantung bawaan hingga kini belum diketahui. Namun demikian, para ahli telah menduga bahwa beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung bawaan.

Artikel Lainnya: Dampak Malnutrisi Terhadap Pertumbuhan Anak

Faktor tersebut antara lain keturunan (genetik) dan faktor ibu, yaitu ibu mengalami penyakit seperti campak Jerman (rubella), diabetes, ibu mengonsumsi obat-obatan hipertensi, kolesterol, jerawat, dan penenang, serta ibu merokok.

Penyakit jantung yang membuat anak menjadi biru umumnya memberikan gejala yang lebih serius.

Biasanya, bayi sejak lahir sudah tidak begitu baik keadaannya, bisa tidak menangis atau biru. Mereka juga sering mengalami sesak, bengkak, dan kesulitan menyusu.

Sementara itu, pada kasus bayi yang tidak biru umumnya memberikan gejala yang ringan. Bahkan, terkadang tak terlalu teramati. Gejala baru dapat diketahui saat anak beranjak besar.

Gejala seperti mudah lelah, sesak, dan pingsan umumnya baru terlihat saat anak melakukan aktivitas atau olahraga yang cukup intens.

Artikel Lainnya: Kenali Jenis-Jenis Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi

1 dari 2 halaman

Kelainan Jantung Bawaan dan Malnutrisi

Anak yang mengidap kelainan jantung bawaan—baik yang biru maupun tidak—dapat lebih rentan terkena malnutrisi.

Hal ini dapat terlihat dari perawakan mereka yang lebih kecil dan umumnya tumbuh kembangnya lebih lambat dibandingkan dengan anak jantung yang normal.

Hal ini rupanya dilatari oleh beberapa sebab. Pertama, bayi akan lebih mudah lelah dan tidak kuat menyusu karena kelainan jantungnya. Akibatnya, si Kecil tidak akan mendapatkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, anak juga harus mengeluarkan energi ekstra karena umumnya detak jantung dan laju pernapasannya lebih tinggi.

Kekurangan oksigen kronis (dalam jangka waktu lama) yang dialami anak dengan penyakit jantung bawaan juga dapat menyebabkan metabolisme nutrien menjadi energi kurang efektif.

Anak dengan penyakit jantung bawaan yang sudah parah dan mengalami hipertensi paru juga lebih rentan mengalami malnutrisi. Oleh karena itu, penyakit jantung bawaan tersebut juga harus cepat diatasi.

Melihat keadaan di atas, masalah nutrisi yang dialami oleh anak dengan penyakit jantung bawaan tidak bisa disepelekan. Bayi dan anak harus ditangani dengan cepat dan tepat, agar tidak sampai jatuh ke dalam keadaan gizi kurang, apalagi gizi buruk.

Bayi yang punya penyakit jantung bawaan memang rentan alami malnutrisi. Selain langkah di atas, kontrol kondisi jantung bayi ke dokter jantung secara berkala. Konsultasikan juga pada dokter anak dan dokter gizi klinik untuk terus memantau perkembangan dan kecukupan gizinya. Cari tahu perkembangan anak lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar