Sukses

Bahayakah bila Menelan Boba Tanpa Dikunyah Dulu?

Minuman boba memang menjadi favorit hampir semua orang saat ini. Saat menikmatinya, berbahayakah bila boba-nya langsung ditelan tanpa dikunyah?

Siapa yang tidak pernah mencoba minuman boba akhir-akhir ini? Saking populernya, minuman nikmat ini mudah sekali ditemui. Biasanya, boba dicampurkan ke dalam susu dan teh. Bahkan, suka digabungkan dengan kudapan lainnya, seperti pancake atau roti.

Boba dikenal juga dengan sebutan lain yaitu pearl atau bubble. Minuman dengan boba awalnya berasal dari Taiwan. Kemudian menjadi populer di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Kepopuleran ini bisa dilihat dari menjamurnya gerai minuman boba di mana-mana. Membuat boba juga termasuk hal yang mudah. Cukup membutuhkan tepung tapioka sebagai bahan dasar utama.

Lalu, tambahkan air dan bentuk menjadi bulatan kecil. Bola-bola kecil yang sudah jadi akan dimasak dan setelah matang akan memberikan tekstur kenyal.

Kandungan utama yang terdapat dalam boba adalah karbohidrat dan gula. Jenis karbohidratnya adalah karbohidrat kompleks. Sementara, kandungan protein atau vitamin lainnya sangat rendah dan tidak cukup memberikan manfaat bagi tubuh.

Minuman boba umumnya dinikmati sebagai pencuci mulut atau camilan ringan di kala bosan. Rasa minuman yang segar dan boba yang kenyal berhasil membuat banyak orang sering mengonsumsinya.

Nah, cara konsumsi minuman boba dengan sedotan besar seringkali membuat orang menelannya tanpa dikunyah terlebih dahulu. Teksturnya yang kenyal dan lembut juga kerap menjadi alasan langsung menelan boba.

Jangan dianggap sepele, kebiasaan menelan boba tanpa dikunyah bisa berbahaya lho!

Artikel Lainnya: Boba Bisa Tertinggal di Kantung Empedu, Fakta atau Hoax?

1 dari 2 halaman

Menelan Boba Tanpa Dikunyah Mengganggu Pencernaan

Harus dipahami dulu bahwa meskipun boba sangat enak, bukan berarti masuk dalam kategori makanan sehat. Boba mengandung kadar gula yang tinggi.

Faktanya, setiap ¼ gelas boba akan menambahkan sebanyak 100 kalori pada minuman. Komponen lain di dalam minuman boba juga perlu diperhatikan.

Bahan tambahan, seperti gula, sirop, dan lainnya dapat menyebabkan jumlah kalori yang terkandung meningkat drastis.

Tanpa disadari, ketika boba diminum tanpa dikunyah, sistem pencernaan akan kesulitan untuk mencernanya. Hal ini dapat menyebabkan perut menjadi kembung, konstipasi, sakit perut, dan mual.

Bahkan, bisa jadi Anda mungkin tersedak saat menelannya. Jadi, mengunyah boba sebelum ditelan akan mencegah hal tersebut.

Bahaya boba yang tidak dikunyah sempurna ini bukan isapan jempol belaka. Dipublikasikan oleh Forbes, ada kasus di Zhejiang, Tiongkok di mana seorang anak perempuan berumur 14 tahun merasa perutnya terasa sangat sakit dan tidak BAB selama lima hari.

Setelah dilakukan CT-scan, ditemukan sejumlah boba yang tidak tercerna memenuhi seluruh saluran ususnya. Hal ini dikarenakan beberapa hari sebelumnya anak tersebut mengonsumsi boba berlebihan dan tidak dikunyah terlebih dahulu.

Pada dasarnya, proses mengunyah merupakan proses pencernaan pertama yang terjadi di tubuh kita.

Artikel Lainnya: Lagi Jadi Tren Kuliner, Adakah Manfaat Boba untuk Kesehatan?

Dalam proses mengunyah, ada keterlibatan air liur, di mana air liur ini mengandung berbagai enzim untuk memecah molekul yang besar menjadi lebih sederhana.

Setelah itu, proses tersebut akan dilanjutkan di lambung dan usus. Jika boba langsung ditelan, maka akan terjadi penumpukan yang akan membuat semakin sulit untuk dicerna dan menambah beban kerja pada usus.

Asupan minuman boba perlu dibatasi dan tidak bisa dijadikan sebagai minuman harian, apalagi sampai menggantikan air putih. Konsumsi berlebihan malah akan meningkatkan faktor risiko lainnya seperti penyakit diabetes, jantung, dan obesitas.

Efeknya sungguh merugikan bukan? Tidak salah bila menikmati minuman boba ini sesekali. Namun, jangan lupa untuk dikunyah dengan baik. Selain menghindari keluhan pencernaan, Anda juga terhindar dari risiko tersedak.

Konsumsi minuman boba ini juga tidak boleh berlebihan ya! Bila ingin tahu tips hidup sehat yang akurat dan lengkap, download aplikasi KlikDokter sekarang!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar