Sukses

Pakai Sleeping Mask Malah Bikin Bruntusan, Kenapa ya?

Ingin kulit glowing dan mulus pas bangun tidur, eh, yang terjadi malah sebaliknya. Kulit wajah jadi bruntusan! Apa ini karena sleeping mask yang dipakai?

Beberapa orang ada yang sengaja pakai sleeping mask (masker yang dipakai menjelang tidur sampai bangun keesokan harinya) karena mereka termasuk orang yang malas bolak-balik cuci muka setelah pakai masker.

Sayangnya, bukan wajah cerah dan mulus yang didapatkan setelah bangun tidur, mereka malah mengernyitkan alis karena timbul beruntusan di dahi dan pipi! Sebalnya lagi, tiap ada rasa gatal dan digaruk, bruntusan pun semakin banyak. Duh, gagal sudah “ritual” kecantikan semalam.

Kata Dokter soal Sleeping Mask dan Beruntusan

Meski bruntusan muncul setelah memakai sleeping mask dari salah satu merek skin care Korea kenamaan, menurut dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter, bisa saja penyebab bruntusan bukanlah si masker tersebut.

Sebab, ada dua faktor lain yang seharusnya diperhatikan sebelum mengaplikasikan sleeping mask. Kenali jenis kulit wajah dan hipersensitivitasnya terhadap salah satu atau beberapa zat yang terkandung di dalam masker tersebut.

“Beruntusan setelah pakai sleeping mask sebenarnya tidak dialami semua orang. Jadi, perhatikan dulu jenis kulit Anda. Kalau kulit wajahnya berminyak atau kombinasi, sebaiknya jangan pakai sleeping mask yang memberi efek lembap semalaman,” jelasnya.

Jika kulit berminyak dan kombinasi dibuat terlalu lembap oleh sleeping mask, maka bisa memicu penumpukan komedo. Alhasil, muncullah bruntusan itu.

Ingat juga, kulit berminyak tak cocok pakai sesuatu yang menempel terlalu lama, termasuk sleeping mask ini. Bisa picu clogged pores (penyumbatan pori-pori)!” tambah dokter yang kerap disapa dr. Iqbal itu.

Artikel lainnya: Kiat Mudah agar Kulit Berminyak Tidak Berjerawat

Gimana Supaya Tidak Beruntusan?

Dengan demikian, pemilik kulit berminyak atau kombinasi sebaiknya memilih jenis masker yang tidak dipakai terlalu lama, yaitu 10-20 menit saja.

Anda bisa pakai clay mask atau peel-off mask. Tapi, kalau terlanjur jerawatan (khususnya yang matang), jangan pilih yang peel-off, ya. Dikhawatirkan, teknik pengelupasan setelahnya justru bisa melukai jerawat.

Selain itu, untuk menyehatkan kulit, pemilik kulit berminyak bisa memanfaatkan gel malam (night gel) saja ketimbang sleeping mask. Skin care yang cair dan ringan juga bisa digunakan.

Kalau berjerawat, pakai dulu krim jerawat (retinoat atau antibiotik oles) yang sudah diresepkan dokter.

Artikel lainnya: Mudah Terpengaruh Influencer, Ini Efek Terlalu Banyak Pakai Skin Care

1 dari 3 halaman

Zat dalam Sleeping Mask dan Cara Mengaplikasikannya

Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa yang lebih cocok memakai sleeping mask adalah orang yang punya kulit kering atau cenderung normal. Jika sleeping mask dipakai oleh mereka, efek bruntusan biasanya lebih minim dan manfaatnya pun lebih terasa.

Sebagai informasi tambahan, orang yang merasakan manfaat baik dari masker tersebut harus berterima kasih kepada tiga zat di bawah ini. Sebab, tiga zat inilah yang bisa mencegah penuaan dini.

Adapun zat yang dimaksud, yaitu:

  • Asam Hialuronat

Kerap disebut dengan istilah hyaluronic acid, cairan lengket dan bening ini dapat membantu melembapkan kulit, serta membuat kulit menjadi kenyal dan halus.

  • Peptida

Peptida adalah rantai asam amino yang dapat menghasilkan protein pada kulit. Rantai peptida mampu menembus lapisan kulit dan mencegah penuaan dengan merangsang produksi kolagen.

  • Ceramida

Zat ini adalah asam lemak yang bertugas melembapkan kulit. Cara kerjanya, zat ini akan membentuk penghalang untuk mencegah kontaminasi lingkungan sekitar.

Kulit sebenarnya sudah memiliki ceramida sejak awal. Namun, dapat hilang seiring berjalannya waktu, sehingga kulit jadi kering dan kusam.

Untuk mengaplikasikan tiga zat di atas, tak ada aturan pakai sleeping mask yang terlalu rumit untuk diikuti. Cukup oleskan secukupnya ke seluruh wajah (kecuali bibir dan mata). Waktu penggunaan sleeping mask sebaiknya 10 menit sebelum tidur.

Tujuannya, agar sudah ada yang terserap ke dalam kulit, sehingga tidak banyak menempel di sarung bantal atau bed cover. Pastikan bersihkan dulu wajah dari riasan dan kotoran yang menempel setelah seharian beraktivitas sebelum mengoleskan sleeping mask.

Setelah dibawa tidur, keesokan harinya Anda bisa membersihkannya dengan air dan facial wash.

Pemilik kulit kering boleh mengaplikasikan sleeping mask beberapa kali dalam seminggu selama tidak muncul reaksi alergi. Sementara untuk kulit berminyak, sebaiknya langsung pilih jenis masker yang lain saja, agar tidak bruntusan!

Artikel lainnya: Lima Manfaat Sleeping Mask untuk Kulit Wajah

2 dari 3 halaman

Bagi yang Cocok, Ini Manfaatnya!

Beruntunglah bila kulit wajah Anda cocok dengan masker yang satu ini. Sebab, sebenarnya banyak manfaat yang bisa didapat dari sleeping mask, yaitu:

  • Meregenerasi Kulit

Pukul 10 malam hingga 2 pagi adalah waktu untuk kulit beregenerasi. Penggunaan sleeping mask dapat membuat proses alamiah tersebut menjadi lebih lancar.

  • Memelihara Kelembapan

Kandungan asam hialuronat membantu menjaga kandungan air di dalam kulit wajah, sehingga mencegah kulit menjadi kering dan keriput.

  • Mengoptimalkan Skin Care Lain

Pemakaian sleeping mask dapat membantu memaksimalkan kerja skin care lainnya (yang sudah dipakai sebelumnya), supaya bisa lebih terserap. Jangan lupa perhatikan tahapan aplikasi produk skin care yang benar sebelum menggunakan berbagai produk.

  • Menenangkan Kulit Wajah

Sleeping mask mampu memberikan nutrisi dan memberi sensasi dingin yang menenangkan (soothing). Tak heran bila produk ini dijadikan andalan agar kulit kembali cantik setelah lelah beraktivitas.

Perlu diingat, sebelum membeli produk sleeping mask, lebih baik ketahui dulu jenis kulit Anda. Agar, tidak terjadi reaksi bruntusan atau masalah kulit lainnya. Jangan mudah termakan oleh iklan, karena kondisi kulit masing-masing orang bisa berbeda.

Jadi, itu dia penjelasan soal sleeping mask dan beruntusan. Bila Anda memiliki pertanyaan seputar kandungan skin care dan tips kecantikan kulit, yuk konsultasi dengan dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter!

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar