Sukses

Catat! Ini Do’s and Don’ts Setelah Operasi Katarak

Supaya operasi katarak membuahkan hasil maksimal dan penglihatan semakin baik, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda patuhi. Berikut penjelasannya.

Ketika lensa mata menjadi keruh hingga membuat penglihatan kabur, itu tanda katarak. Bila keluhan bertambah, padangan tetap kabur meski sudah pakai kacamata hingga menghambat aktivitas, operasi katarak pun perlu dilakukan.

Dari KlikDokter, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, mengatakan, bahwa operasi katarak adalah pengobatan efektif untuk mengobati penyakit mata tersebut. Ia mengatakan, 90 persen penderita katarak yang dioperasi merasakan perbaikan.

Proses operasinya pun tak makan waktu lama, kurang lebih hanya satu jam. Selain itu, operasi tidak menimbulkan rasa nyeri, sehingga beberapa pasien bersedia dioperasi dalam keadaan sadar.

Bagaimana Prosedur Operasi Katarak?

Prosedur operasi katarak hanya boleh dilakukan oleh dokter spesialis mata. Dokter akan mengangkat lensa mata yang sudah buram, lalu menggantinya dengan lensa artifisial atau intraocular lens (IOL).

Adapun langkah detailnya adalah seperti ini:

  • Dokter akan menggunakan gelombang suara fakoemulsifikasi untuk menghancurkan lensa yang buram.
  • Sinar laser lalu akan digunakan untuk membuat sayatan pada mata guna mengangkat lensa. Selain menggunakan sinar laser, pisau bedah pun dapat digunakan untuk membuat sayatan.
  • Setelah lensa yang buram diangkat, dokter akan memasang lensa artifisial.

Beberapa pasien umumnya mengkhawatirkan tentang kekambuhan katarak. Faktanya, katarak memang bisa kambuh, apalagi jika usai operasi pasien melakukan aktivitas yang tidak dianjurkan.

Artikel lainnya: Benarkah Pandangan Mata Berkabut Pertanda Katarak?

1 dari 3 halaman

Bagaimana Perawatan yang Tepat Setelah Operasi Katarak?

Supaya lekas pulih dan katarak tak kambuh, hindari melakukan hal-hal ini:

  • Mengucek Mata

Saat mata gatal, jangan mengucek mata pascaoperasi katarak karena itu bisa berujung pada infeksi. Menggosok mata bisa memicu luka, dan luka itulah yang akan menjadi pintu masuk kontaminasi bakteri.

  • Berenang dan Berendam

Pascaoperasi, pasien dianjurkan untuk tidak berendam atau berenang setidaknya selama 2 minggu. Pasalnya, air yang masuk ke mata bisa memicu infeksi.

  • Mengemudi

Jangan buru-buru ingin berkendara mobil atau motor, terutama 24 jam usai operasi. Sebab, selama mengemudi, mata dipaksa untuk fokus terus-menerus. Padahal, setelah operasi, mata butuh diistirahatkan (tidak diforsir).

  • Pakai Rias Mata

Pada pasien wanita, tahan dulu keinginan untuk langsung mengaplikasikan eyeshadow, eyeliner, maupun maskara. Jika ada serpihan yang masuk, itu bisa berbahaya.

Nah, untuk mendukung pemulihan setelah operasi katarak, berikut ini adalah hal-hal yang dianjurkan untuk dilakukan:

Artikel lainnya: Kapan Operasi Katarak Harus Dilakukan?

  • Berikan Obat Tetes Mata

Dokter biasanya akan memberikan obat tetes untuk mengurangi rasa perih atau gatal. Teteskan obat tersebut secara rutin sesuai anjuran dokter.

  • Perbanyak Istirahat

Jangan melakukan aktivitas berat yang bisa membuat kondisi tubuh atau mata jadi bermasalah. Pasien masih diperbolehkan untuk melakukan aktivitas sederhana seperti membaca, menulis, menonton TV, dan jalan kaki.

Supaya mata tak terlalu tegang, ingat, jangan melakukannya terlalu lama hingga berjam-jam.

  • Pakai Pelindung Mata

Pelindung mata, seperti kacamata hitam, dianjurkan untuk dipakai saat keluar rumah. Gunakan juga pelindung mata yang diberikan dokter setelah operasi untuk mencegah tangan mengucek mata secara tak sadar saat tidur.

Pascaoperasi, sebisa mungkin tidur telentang. Bila ingin tidur miring, pastikan yang berada di posisi bawah adalah mata yang tidak dioperasi agar mata yang dioperasi tidak mendapatkan tekanan.

Artikel Lainnya: Penglihatan Buram setelah Operasi Katarak, Ini Penyebabnya

2 dari 3 halaman

Kok, Mata Tetap Buram Setelah Operasi Katarak?

Menurut dr. Valda Garcia dari KlikDokter, setelah tindakan operasi, seharusnya pasien dapat melihat kembali dengan jelas. Namun, pada kondisi tertentu, penglihatan pasien masih bisa buram.

“Hal ini memang dapat terjadi, tapi belum tentu disebabkan operasi katarak yang dijalani. Paling sering, penyebabnya adalah gangguan saraf mata atau retina yang telah dimiliki sebelumnya,” kata dr. Valda.

“Ketika katarak begitu tebal, kekeruhan pada lensa mata bisa menghalangi pemeriksaan, sehingga dokter tak dapat melihat bagian belakang bola mata (termasuk saraf mata atau retina) dengan jelas. Ini paling sering dialami orang-orang dengan riwayat diabetes, hipertensi, atau glaukoma,” dr. Valda melanjutkan.

Untuk menangani kondisi di atas, dokter akan melakukan tindakan laser. Dalam prosedur tersebut, laser digunakan untuk membuat lubang di tengah kapsul agar cahaya masuk dengan baik.

Bila Anda akan menjalani operasi katarak, tak perlu khawatir karena operasi ini banyak dilakukan dan aman. Bila masih punya pertanyaan atau kekhawatiran, silakan tanyakan ke dokter langsung lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Gratis, mudah, dan langsung dijawab oleh dokter asli!

(RN/RPA)

1 Komentar

  • Bhella Moy Moy

    dok kalo misalkan korneanya udh putih"ituh bisa segera dioperasi dok soalnya saya pernah pake shoflen dok