Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Makin Laris, Apakah Daging Burger Vegan adalah Makanan yang Aman?

Makin Laris, Apakah Daging Burger Vegan adalah Makanan yang Aman?

Makanan untuk penganut pola makan vegan makin inovatif, termasuk “daging” burger dari bahan nabati layaknya daging sungguhan. Namun, apakah aman?

Klikdokter.com, Jakarta Makanan para vegan tak melulu sayur dan buah. Mereka tetap bisa makan layaknya omnivora, misalnya burger, dengan penyesuaian bahan patty (isian burger)yang mirip dengan daging sungguhan. Tapi apakah patty burger vegan aman?

Daging isian burger umumnya terbuat dari daging sapi. Namun, penganut pola hidup vegan faktanya tetap bisa menikmati burger dengan sedikit penyesuaian, yaitu membuat patty dengan bahan nabati.

Sudah bertahun-tahun lamanya burger vegan bermunculan untuk mengakomodir keinginan para vegan untuk makan burger. Biasanya, patty dibuat dari kacang merah, kacang hijau, kacang hitam, kacang kedelai, tahu, beberapa jenis sayuran, atau sumber nabati lainnya.

Rasanya yang ternyata mirip daging sungguhan pun membuat peminatnya tak hanya pelaku pola makan vegan, tetapi juga para “omnivora”. Restoran yang menyajikannya pun makin banyak.

Artikel lainnya: Beda Diet Vegan dan Vegetarian yang Perlu Anda Tahu

1 dari 3 halaman

Apakah Daging Burger Vegan Aman?

Dengan meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat, termasuk plant-based ala vegan atau vegetarian, banyak yang percaya bahwa patty nabati yang ditawarkan oleh burger vegan aman dan baik untuk tubuh.

Namun, bagaimana fakta sebenarnya?

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, patty nabati memang tergolong aman untuk dikonsumsi. Hanya saja, dari segi kandungan gizi memang patty daging burger berbeda dari yang terbuat dari daging sungguhan.

Cuma ada perbedaan kandungan gizi dengan patty dari daging.

"Aman-aman saja untuk dikonsumsi. Tapi kalau berbicara soal kandungan gizi, pasti ada perbedaan dengan patty yang berasal dari daging hewan," ujar dr. Alvin.

"Kalau patty burger biasa itu kan bahan utamanya adalah daging, lalu ada lemak dari dagingnya, dan dicampur tepung. Kalau untuk vegan atau vegetarian jelas tidak ada daging, sedikit tepung. Dari hal ini, yang bisa disoroti adalah kandungan gizinya," sambungnya.

Tanpa bermaksud membandingkan mana yang lebih baik, tetapi patty dari bahan nabati memang kandungan lemaknya lebih rendah daripada patty dari daging hewan. Selain itu, patty burger vegan juga kaya akan serat yang baik untuk pencernaan.

Artikel lainnya: Menilik 3 Manfaat Diet Vegan untuk Kesehatan

2 dari 3 halaman

Mana Lebih Baik, Patty Nabati atau Hewani?

"Sebenarnya tidak ada yang lebih baik. Tapi yang pasti patty burger nabati seharusnya kandungan lemaknya lebih rendah. Setidaknya tidak ada lemak hewani. Ini baik bagi mereka yang sedang mengurangi asupan lemak tersebut,” ungkap dr. Alvin.

"Biasanya, patty dari sumber nabati berasal dari kacang dan sayuran yang diketahui tinggi serat. Itu baik untuk saluran pencernaan dan bisa memenuhi kebutuhan serat sehari-hari,” jelasnya lagi.

Dengan adanya inovasi makan burger untuk para penganut pola makan vegetarian atau vegan, ini dimasukkan ke dalam pilihan makan sehat. Sebagaimana diketahui, patty daging yang lalu diolah dengan minyak bisa membuat Anda berisiko mengalami masalah kolesterol dan berat badan berlebih.

"Untuk patty daging, biasanya dipanggang, ada minyaknya, ada lemaknya. Nah, konsumsi daging burger secara berlebihan juga tidak baik. Karena, selain protein hewani yang tinggi lemak, biasanya juga asin, itu bisa meningkatkan kolesterol dan berat badan," tutur dr. Alvin.

Orang-orang dengan masalah kolesterol tinggi tentu perlu waspada.

Meski demikian, dr. Alvin mengingatkan untuk tidak langsung menganggap patty burger vegan sudah pasti aman. Anda tetap harus kritis dalam memilih.

Tanyakan apakah patty dengan klaim vegetarian atau vegan tersebut diolah dengan campuran minyak atau tidak, lalu apakah digoreng dengan metode deep frying atau tidak.

“Sebab, kalau patty nabati tersebut digoreng secara deep fried, itu sama saja. Manfaat baik dari sayuran atau sumber nabati lainnya jadi berkurang karena jadi ada kandungan lemak. Kalau mau sehat, tentunya harus mengurangi asupan lemak berlebih,” dr. Alvin mengingatkan.

Kesimpulannya, makanan plant-based seperti burger vegan aman untuk dikonsumsi, tetapi tetap perhatikan metode masaknya. Patty daging sungguhan juga bernutrisi, tapi konsumsinya tetap harus dibatasi dan dikombinasikan dengan pola makan sehat bergizi seimbang.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar