Sukses

Penyakit Langka, Tumbuh Rambut di Gusi

Pernah dengar kondisi hirsutisme? Ini adalah pertumbuhan rambut berlebihan yang tebal dan gelap di tubuh, bahkan tumbuh di gusi! Tidak percaya?

Beberapa tahun lalu, tepatnya 2009, seorang wanita datang ke dokter dengan keluhan rambut tumbuh di gusi. Wanita itu lantas mendapat terapi hormon dan sembuh. Enam tahun kemudian, wanita itu kembali dengan keluhan yang sama, plus pertumbuhan rambut di dagu dan leher. Pertumbuhan rambut berlebihan itu disebut hirsutisme.

Hirsutisme, Kondisi Apakah Itu?

Secara sederhana, hirsutisme merupakan suatu kondisi pertumbuhan rambut secara berlebihan dan kasar di tempat yang tidak seharusnya. Rambut-rambut ini dapat tumbuh di wajah, lengan, punggung, atau dada wanita. Bahkan pada kasus yang langka, rambut yang menyerupai bulu alis dapat tumbuh di gusi!

Hal ini kebanyakan dialami wanita, meski dapat pula terjadi pada pria. Semua wanita pada dasarnya memiliki rambut di wajah dan tubuh, yang biasanya sangat halus dan berwarna terang. Namun, wanita penderita hirsutisme memiliki tekstur rambut yang lebih kasar dan gelap.

Kondisi langka hirsutisme, yang dialami oleh 5-10% wanita, cenderung diturunkan dalam satu garis keluarga. Jadi, saat nenek dan ibu memiliki kondisi ini, anak perempuannya lebih mungkin memiliki pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan.

Artikel lainnya: Lidah Berbulu, Penyakit Apa Itu?

1 dari 3 halaman

Penyebab Hirsutisme

Hirsutisme dapat terjadi karena peningkatan hormon androgen, termasuk testosteron, yang lebih tinggi dari normal. Semua wanita sebenarnya menghasilkan androgen, tapi kadarnya rendah.

Kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan rambut seperti pria, dibarengi dengan karakteristik pria lainnya, seperti suara yang dalam.

Selain itu, Anda juga harus tahu kalau hirsutisme berbeda dengan hipertrikosis. Kalau hirsutisme mengacu pada kadar hormon androgen yang berlebih, hipertrikosis tidak bergantung pada hormon pria tersebut.

Selain itu, hirsutisme adalah tumbuhnya rambut berlebih di daerah yang biasanya terlihat pada pria (seperti wajah dan perut bagian bawah). Akan tetapi, penderita hipertrikosis dapat memiliki rambut di area mana saja di tubuh.

Artikel lainnya: Tanda Penyakit Rongga Mulut yang Jarang Disadari

Salah satu kondisi yang sering kali menyebabkan hirsutisme adalah polycystic ovarian syndrome (PCOS). Penyakit ini bahkan menyumbangkan tiga dari empat kasus hirsutisme.

PCOS sendiri adalah sindrom atau kumpulan beberapa gejala yang menyerang indung telur (ovarium) dan proses pelepasan sel telur (ovulasi). Kondisi ini sering dimulai sejak masa pubertas sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon seks.

Selama bertahun-tahun, PCOS dapat secara perlahan menghasilkan menstruasi yang tidak teratur, obesitas, infertilitas, terkadang kista multipel pada ovarium, termasuk pertumbuhan rambut berlebih (hirsutisme).

Perlu diketahui, hirsutisme pada dasarnya tidak berbahaya. Akan tetapi, wanita yang mengalaminya dapat merasa tidak percaya diri dan malu. Di sisi lain, akibat ketidakseimbangan hormon, dalam beberapa hal hirsutisme akibat PSOS dapat membahayakan kesehatan wanita.

Artikel lainnya: Penyebab Bau Mulut yang Bukan Berasal dari Dalam Mulut

2 dari 3 halaman

Rambut Tumbuh di Gusi, karena Apa?

Peristiwa tumbuh rambut di gusi yang dialami wanita tersebut adalah sesuatu yang langka. Bahkan, ini tampaknya menjadi kasus pertama pertumbuhan rambut oral sehubungan dengan PCOS.

Dokter setempat mengatakan bahwa pertumbuhan rambut di gusi itu adalah akibat ketidakseimbangan hormon yang terkait dengan PCOS. Saat si wanita diresepkan pil KB pertumbuhan rambut di gusi berhenti. Rambut kembali muncul saat si wanita menghentikan pengobatan kontrasepsinya.

Meskipun demikian, belum jelas bagaimana jaringan gusi bisa menumbuhkan rambut. Akan tetapi, sebagian ahli berpendapat bahwa selama perkembangan embrio, jaringan yang membentuk mulut berasal dari lapisan sel yang sama yang membentuk kulit. Meskipun demikian, hal ini masih akan terus dikaji.

Itu sebabnya, saat Anda mengalami pertumbuhan rambut tidak normal dan berlebihan di tubuh, segeralah ke dokter. Dokter akan menanyakan riwayat medis terperinci sebelum mendiagnosis Anda mengalami hirsutisme.

Mendiskusikan penggunaan obat dengan dokter juga dapat membantu untuk menentukan penyebab kondisi. Dokter juga kemungkinan akan memeriksa tes darah untuk mengukur kadar hormon.

Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat meminta pemeriksaan gula darah untuk memastikan tidak menderita diabetes. Ultrasonografi atau pemindaian MRI pada ovarium dan kelenjar adrenal mungkin diperlukan untuk memeriksa keberadaan tumor atau kista.

Hirsutisme, yang salah satunya dapat berupa tumbuh gigi di rambut, dapat sangat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri seorang wanita. Oleh sebab itu, jika Anda menemukan kondisi dan gejalanya, segera ke dokter. Cari tahu info kesehatan lain terkait hirsutisme di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

1 Komentar