Sukses

Kelebihan Merkuri, Dapat Menyebabkan Penyakit Minamata

Merkuri adalah zat berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit minamata. Cari tahu info lengkap tentang penyakit minamata di sini.

Minamata adalah penyakit yang disebabkan oleh keracunan merkuri. Kondisi ini rentan terjadi, mengingat masih marak limbah pabrik dibuang asal ke laut dan masyarakat Indonesia yang gemar konsumsi ikan sembarangan. Mau tahu lebih lanjut tentang penyakit minamata? Simak ulasan berikut.

Awal Mula Penyakit Minamata yang Disebabkan oleh Merkuri

Penyakit Minamata, disebut sebagai penyakit Chisso-Minamata. ini adalah kondisi sindrom neurologis yang disebabkan oleh keracunan merkuri berat.

Penyakit ini pertama kali ditemukan di tempat asalnya, yaitu di Kota Minamata, bagian Prefektur Kumamoto, Jepang, pada tahun 1956. Diketahui, bahwa penyakit ini disebabkan oleh pelepasan metil merkuri akibat limbah dari pabrik kimia Chisso Corporation sejak tahun 1932.

Limbah metil merkuri yang beracun ini dibuang ke Teluk Minamata dan Laut Shiranui. Sayangnya, tempat dibuangnya limbah ini merupakan perairan yang banyak menghasilkan ikan dan hewan laut lainnya.

Menurut penelitian, penyakit ini bermula ketika warga mengamati keanehan akibat banyak kucing di Minamata mengalami kejang, lumpuh, dan mati beberapa saat setelah diberi makan sisa ikan dari teluk Minamata.

Sampai saat itu, para warga belum menyadari penyebabnya. Mereka pun tetap mengonsumsi ikan dan hasil laut dari teluk tersebut selama bertahun-tahun.

Alhasil, pada tahun 1950-an, baru lah warga Minamata merasakan gejala keracunan serius akibat mengonsumsi hasil laut yang terkontaminasi merkuri selama bertahun-tahun.

Baru setelah itu, Pemerintah Jepang dan pabrik melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya, ditemukan bahwa air dan hasil laut yang ada di Teluk Minamata sudah terkontaminasi merkuri berat akibat pencemaran limbah ke laut.

Pabrik tersebut lantas ditutup paksa dan harus membayar ganti rugi pada warga Minamata. Kasus keracunan inipun dilaporkan masih terus bergulir hingga tahun 2001.

Artikel Lainnya: Kenali Ciri-ciri Keracunan Merkuri

1 dari 3 halaman

Apa Saja Gejala Penyakit Minamata?

Sebetulnya merkuri sudah ada di dalam kerak bumi lautan. Namun, saat sudah berada di lingkungan, merkuri dapat diubah oleh bakteri menjadi metil merkuri.

Metil merkuri di laut kemudian menumpuk ke dalam ikan dan kerang dan dikonsumsi manusia serta hewan darat lainnya.

Pada dosis keracunan merkuri tinggi, kondisi ini dapat merusak otak, ginjal, dan janin secara permanen. Misalnya saja efek pada otak, zat ini dapat menyebabkan tremor, perubahan penglihatan, masalah pendengaran, dan susah mengingat dengan baik.

Sedangkan bahaya keracunan merkuri jangka pendek dapat menyebabkan beberapa efek kesehatan berbahaya. Ini termasuk kerusakan paru-paru, mual, muntah, diare, peningkatan tekanan darah, atau detak jantung, ruam kulit, dan iritasi mata.

Gejala lain yang akan dirasakan oleh penderita termasuk gangguan koordinasi saraf, gangguan bicara, mati rasa di tangan dan kaki, kelemahan otot, bahkan sampai kerusakan telinga.

Dalam kasus yang ekstrim, penyakit minamata dapat menyebabkan kelumpuhan, koma dan kematian.

Artikel Lainnya: Anda Tidak Disarankan Makan Kerang Hijau dari Teluk Jakarta, Kenapa?

2 dari 3 halaman

Lalu, Apa Obat Penyakit Minamata?

Hingga saat ini belum ada obat untuk keracunan merkuri atau penyakit Minamata. Namun, Anda masih bisa menghentikan paparan merkuri tersebut.

Contohnya, Anda bisa menghindari terlalu banyak makan ikan tinggi merkuri. Misalnya, tuna, tenggiri, nila, hiu, dan marlin.

Ikan tersebut tinggi merkuri karena mereka memakan ikan-ikan kecil di laut dalam jumlah banyak. Alhasil, tubuh ikan pun mengandung tinggi merkuri juga.

Apabila telah didiagnosis mengalami keracunan merkuri, mungkin Anda perlu melakukan perawatan untuk mengelola efek keracunan merkuri.

Misalnya, keracunan yang berdampak efek neurologis bisa diredakan minumi obat-obatan vitamin saraf dan fisioterapi.

Sangat sulit memang rasanya menolak hidangan laut yang lezat. Namun, ada segelintir tips yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari keracunan merkuri.

  • Hindari terlalu sering makan ikan yang mengandung tinggi merkuri, terutama saat sedang hamil.
  • Ikuti anjuran makan ikan laut yang benar, misalnya untuk anak di bawah 3 tahun boleh makan 28 gram ikan per minggu, dan orang dewasa bisa makan dua kali dari batas porsi anak kecil dalam seminggu.
  • Lakukan tes darah atau air raksa sebelum hamil.
  • Cuci tangan segera jika merasa telah terpapar merkuri atau air raksa.

Anda juga harus perhatikan jika makan ikan di daerah tertentu, pastikan laut tersebut aman dari merkuri. Cara mudahnya dengan menanyakan pada nelayan atau warga sekitar.

Nah, apabila Anda ingin tahu lebih dalam tentang penyakit minamata dan bahaya merkuri segera konsultasi ke dokter. Untuk lebih praktisnya, gunakan fitur LiveChat, konsultasi langsung dengan dokter hanya di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar