Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Vagina Lecet, Perlukah Dibersihkan dengan Air Mengalir dan Sabun?

Vagina Lecet, Perlukah Dibersihkan dengan Air Mengalir dan Sabun?

Luka lecet harus dibersihkan dengan air dan sabun. Sementara vagina, katanya tak boleh dibersihkan pakai sabun. Lalu, gimana kalau alami vagina lecet?

Ahli medis sering menyarankan untuk membersihkan luka dengan air mengalir plus sabun sebelum luka diperban atau diberi obat lain. Namun, bagaimana jika Anda mengalami vagina lecet setelah berhubungan seksual atau mencukur bulu kemaluan? Samakah tindakan yang dilakukan?

Boleh Dibersihkan dengan Air dan Sabun, Asalkan...

Pertanyaan seperti di atas muncul karena selama ini, ada anjuran untuk tidak membersihkan vagina dengan sabun, apalagi sabun mandi biasa. Nah, supaya Anda tak salah langkah, begini penjelasan dari dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter tentang masalah tersebut.

Menurut dia, kondisi vagina lecet paling sering terjadi usai berhubungan seksual. Biasanya, lecet akibat hubungan seksual tak sampai menimbulkan luka terbuka yang parah alias mendalam, jika hubungan yang dilakukan tidak berisiko (hanya kurang pelumas).

“Kalau memang luka lecet yang dihasilkan tidak parah, vagina masih boleh dibersihkan dengan air mengalir dan sabun. Tapi ingat, sabun yang digunakan bukan sabun mandi atau sabun antiseptik berbahan keras. Sabun harus memiliki pH tepat (3,8 - 4,5), tidak ada kandungan alkohol, dan tanpa pewangi,” jelas dr. Devia. 

Artikel lainnya: Ini Risikonya Jika Sering Pakai Air Liur untuk Pelumas Seks

1 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Vagina Lecet

Saat luka di vagina belum parah, Anda bisa melakukan penanganan sederhana di rumah. Namun, pastikan tangan Anda bersih. Cuci tangan dulu dengan sabun selama 15-30 detik. Lalu, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Basuh Vagina

Setelah memastikan tangan Anda sudah bersih, basuhlah vagina Anda dengan air hangat.

  • Usapkan Sabun

Setelah basah, usapkan sabun yang sesuai dengan kriteria, yakni pH tepat (3,8 - 4,5), tidak mengandung alkohol dan tanpa pewangi. Bersihkan area tersebut dengan gerakan perlahan.

  • Bilas Lagi dengan Air Hangat

Setelah Anda memastikan vagina bersih dengan sabun, bilas lagi dengan air hangat yang bersih. Pastikan semua sisa sabun hilang.

  • Jangan Lupa Dikeringkan

Setelah langkah-langkah di atas, pastikan vagina sudah kering sebelum menggunakan celana dalam. Keringkan vagina terlebih dengan handuk bersih. Usaplah perlahan.

Jika masih ada rasa perih, kompres dengan handuk yang berisi es batu selama beberapa menit. Setelah itu, barulah keringkan dengan handuk bersih. Usai kering, baru Anda dapat memakai celana dalam.

Artikel lainnya: Minyak Zaitun untuk Pelumas Seks, Apakah Aman?

Lantas, bagaimana jika luka sudah telanjur parah? Apa yang harus dilakukan? Sebagai langkah pertama, coba Anda ingat-ingat lagi, sudah berapa lama luka lecet muncul di vagina.

Jika sudah cukup lama dan kian hari makan bertambah dalam, besar, atau menyerupai luka sariawan, dr. Devia menyarankan untuk segera pergi memeriksakan diri ke dokter.

“Sebab, cara mengobati vagina lecet dengan luka yang sudah parah dan lama tak bisa hanya dengan air mengalir dan sabun. Ada cairan khusus yang digunakan plus langkah-langkah lainnya dan itu hanya boleh dilakukan oleh dokter,” dr. Devia menegaskan.

Saat kondisi luka sudah parah, hindari mencari-cari sendiri cara mengatasi vagina lecet di media sosial atau sumber tidak tepercaya lainnya. Apalagi menggunakan produk-produk herbal yang tak jelas dosis, efektivitas, dan efek sampingnya.

Jika dipraktikkan, kondisi vagina bisa memburuk! Perhatikan juga, apakah ada tanda-tanda infeksi, seperti demam, ada seperti sensasi terbakar, perdarahan, dan nyeri. Kalau sudah begitu, jangan tunda lagi niatan Anda untuk ke dokter!

Artikel lainnya: Bolehkah Menggunakan Baby Oil sebagai Pelumas Seks?

2 dari 3 halaman

Penyebab Lain dari Vagina Lecet selain Hubungan Seksual

Seperti yang sempat dipaparkan di atas, penyebab tersering vagina lecet adalah akibat berhubungan seksual. Namun, di luar itu, masih ada lagi dua penyebab lainnya yang bisa memicu timbulnya luka, yakni:

  • Habis Mencukur Bulu Kemaluan

Ini bisa terjadi akibat pisau cukur yang tumpul sehingga Anda menekan pisau tersebut terlalu dalam dan melukai kulit. Menurut JAMA Dermatology, 25 persen orang memang berisiko mengalami hal ini. 

  • Habis Melahirkan 

American College of Obstetricians and Gynecologists melaporkan, 53-79% wanita yang habis melahirkan secara normal akan mendapati lecet pada vaginanya. Umumnya, pembengkakan juga terjadi.

Dari penjelasan di atas, Anda sudah tahu kapan vagina lecet harus dibersihkan dengan air dan sabun dan kapan harus segera dibawa ke dokter. Jika masih punya pertanyaan lain terkait kesehatan organ intim, tanyakan langsung kepada dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar