Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bernanah hingga Lama Kering, Ini Cara Hindari Infeksi setelah Sunat

Bernanah hingga Lama Kering, Ini Cara Hindari Infeksi setelah Sunat

Setelah disunat, pria bisa mengalami infeksi dengan ciri bernanah dan lama kering. Kalau sampai mengalami itu, coba lakukan cara ini untuk mengatasinya.

Sebagian besar pria di Indonesia pasti menjalani prosedur sunat. Sayangnya, beberapa pria harus mengalami efek yang buruk, contohnya infeksi atau luka sunat. Kalau sudah begini, harus tahu cara untuk mengatasi infeksi yang terjadi.

Dalam dunia medis, menurut dr. Reza Fahlevi dari Klikdokter, sunat merupakan tindakan pemotongan kulit yang menutupi kepala penis. Pada dasarnya, sunat bisa dan boleh dilakukan saat pria masih dalam usia anak-anak maupun ketika dewasa.

Hanya saja, pada sunat saat masih kecil atau bayi, waktu pelaksanaan dan penyembuhannya jauh lebih cepat. Pada bayi baru lahir, sunat dapat dilakukan hanya dalam waktu yang sebentar, yaitu 5-10 menit saja.

Namun, pada pria dewasa, prosedur sunat dapat memakan waktu maksimal hingga satu jam. Selain itu, proses penyembuhannya memakan waktu lebih lama.

Biasanya, alasan seseorang disunat karena berkaitan dengan faktor medis, tradisi, ataupun perintah agama. Secara medis, sunat memang terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan.

Artikel lainnya: Panduan Memilih Metode Sunat yang Paling Aman

1 dari 4 halaman

Manfaat Sunat bagi Pria

Tidak hanya untuk jangka pendek, sunat pun turut memberikan manfaat jangka panjang. Berikut manfaat yang bisa dirasakan pria dari prosedur sunat:

  1. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BJU International, menemukan bahwa sunat memiliki efek perlindungan dari kanker prostat. Ini terutama di kalangan pria kulit hitam yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

Studi ini menemukan, pria yang disunat ketika mereka berusia lebih dari 35 tahun menurunkan risiko kanker prostat hingga 45%. Untuk pria yang disunat dalam satu tahun kelahiran, risiko kanker prostat menurun hingga 14%.

  1. Menurunkan Risiko Tertular HIV

Penelitian yang dilakukan di Kenya, Afrika Selatan, dan Uganda mengungkapkan bahwa sunat dapat menurunkan risiko pria terinfeksi HIV hingga 60%.

  1. Kondisi Medis Lebih Baik

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings, terungkap bahwa setengah dari jumlah pria yang tidak disunat akan mengalami kondisi medis yang buruk. Hal ini disebabkan oleh kulit khitan selama hidup mereka.

  1. Risiko Infeksi Lebih Rendah

Beberapa penelitian menemukan, anak laki-laki yang tidak disunat lebih mungkin mengalami infeksi saluran kemih dibanding yang disunat.

Lalu, menurut sebuah studi pada 2012 yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal, risiko infeksi anak yang disunat 88% lebih rendah dibanding anak laki-laki yang tidak disunat.

Artikel lainnya: Takut Ereksi Saat Sunat Dewasa? Coba Pakai Metode Ini!

2 dari 4 halaman

Risiko dari Prosedur Sunat

Meski manfaat medisnya nyata, ada risiko yang membayangi dalam prosedur sunat. Anda bisa mengalami infeksi yang menyebabkan penis menjadi bernanah sampai lama kering.

Ya, proses penyembuhan setelah disunat memang berbeda-beda pada setiap orang. Normalnya, itu bisa memakan waktu 5-7 hari, walaupun ada yang bisa lebih cepat.

Selain itu, waktu penyembuhan luka yang diperlukan juga tergantung dari ada atau tidaknya infeksi, aliran darah ke daerah luka, nutrisi, dan penyakit yang diderita, seperti kencing manis.

Sayangnya, kondisi pasca sunat tak semuanya berjalan mulus. Ada beberapa gejala yang menandakan adanya infeksi pada penis setelah sunat, yaitu:

  • Bengkak.
  • Kemerahan,
  • Nyeri.
  • Keluar nanah.

Jika Anda mengalami tanda-tanda infeksi tersebut, maka sebaiknya segera berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis bedah.

Artikel lainnya: Benarkah Sunat Cara untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kemih?

3 dari 4 halaman

Cara Menghindari Infeksi setelah Sunat

Keluhan yang terjadi setelah disunat sebaiknya tidak dibiarkan saja. Dibutuhkan penanganan medis yang tepat untuk mengatasi infeksi yang timbul.

Salah satu yang bisa dilakukan agar tak infeksi setelah prosedur sunat adalah melakukan pencegahan dan perawatan setelah sunat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Paling pertama, usahakan untuk selalu menjaga kebersihan daerah sekitar bekas sunat.
  • Ganti pakaian dalam secara rutin dua kali sehari.
  • Bersihkan bekas sunat yang masih kemerahan dengan kassa yang dibasahi produk antiseptik.

Mengobati luka sunat apalagi yang bernanah memang butuh konsistensi. Apabila keluhan tidak juga membaik, sebaiknya segera mengunjungi dokter. Konsultasikan mengenai kondisi dan pilihan produk pengobatan yang tepat.

Sunat memang banyak manfaatnya, tapi tetap ada risiko dibalik prosedurnya. Jangan ragu untuk periksa ke dokter bila ada luka sunat yang tak kunjung sembuh atau keluhan lainnya yang mengganggu agar tidak jadi tambah parah. Yuk konsultasi dengan dokter lebih mudah lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter!

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar