Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kenali Lebih Jauh tentang Infeksi Saluran Akar sebelum Makin Parah

Kenali Lebih Jauh tentang Infeksi Saluran Akar sebelum Makin Parah

Pipi bengkak akibat sakit gigi? Hati-hati, bisa jadi itu disebabkan oleh infeksi saluran akar. Kenali, agar Anda tak ‘dikerjai’ oleh kondisi tersebut.

Gigi berlubang sering dijadikan kambing hitam sebagai satu-satunya penyebab sakit gigi. Padahal, ada juga penyakit lain yang dapat menyebabkan sakit gigi, yaitu infeksi saluran akar.

Saat pertama kali mendengar infeksi saluran akar, Anda mungkin akan merasa asing dengannya. Hal itu wajar, karena kondisi ini memang sering hadir tanpa disadari, apalagi bila Anda jarang periksa ke dokter gigi.

Infeksi Saluran Akar dan Penyebabnya

Saluran akar gigi adalah rongga yang letaknya di bagian tengah gigi dan berisi saraf serta pembuluh darah.

Nah, saraf yang berada di dalam rongga itu berfungsi untuk merasakan suhu panas dan dingin dari minuman ataupun makanan yang Anda konsumsi 

Infeksi saluran akar gigi berarti menandakan adanya kerusakan di dalam jaringan tersebut, terutama pada saraf.  Kondisi ini bisa terjadi akibat berbagai hal, misalnya:

  • Tidak Menjaga Kebersihan Gigi dengan Saksama

Gigi Anda memiliki saluran yang sempit atau melengkung, sehingga lebih sulit untuk dibersihkan.

Bagian yang kotor tersebut mengundang kuman berbahaya untuk hinggap dan berkembang biak. Alhasil, risiko infeksi saluran akar gigi juga ikut meningkat.

  • Saluran atau Aksesori Tambahan

Infeksi saluran akar gigi bisa terjadi jika gigi Anda memiliki saluran tambahan atau aksesori tertentu, yang dijadikan bakteri sebagai tempat berkembang biak.

  • Prosedur Gigi yang Tertunda

Proses pemberian mahkota atau restorasi gigi permanen yang ditunda terlalu lama dapat mengundang bakteri berbahaya untuk kembali menyebabkan infeksi, termasuk pada saluran akar.

  • Gigi Retak

Muncul rongga baru atau gigi retak yang tidak segera diatasi bisa memicu munculnya infeksi, yang bahkan bisa menjalar hingga ke saluran akar, gusi dan tulang.

Artikel Lainnya: Mengapa Sakit Gigi Bisa Memicu Sakit Kepala?

1 dari 3 halaman

Gejala Infeksi Saluran Akar Gigi

Selain nyeri yang tak berkesudahan, terutama saat menggigit, mengunyah, dan mengonsumsi sesuatu yang bersuhu panas atau dingin, infeksi saluran akar juga dapat membuat nanah berkumpul (abses).

Kemunculan abses akan menimbulkan beberapa gejala tambahan, seperti:

  • Pipi dan leher yang bengkak 
  • Keluar cairan dari gigi yang bermasalah 
  • Gigi terasa longgar 
  • Hancurnya tulang pada ujung akar gigi

Sebagian orang ada yang tidak menganggap gejala tersebut. Dan, memang, di tahapan yang belum parah, gejala akan hilang dengan sendirinya akibat kematian jaringan rongga gigi.

Tapi, di balik hilangnya gejala tersebut, ternyata kondisi itu merupakan proses perburukan penyakit. Pasalnya, selang beberapa waktu gejala menghilang, gigi akan menggelap, pipi semakin bengkak, dan gusi juga juga ikut meradang.

Jika sudah mengalami kondisi-kondisi seperti itu, kesempatan untuk sembuh setelah mendapat perawatan, saluran akar juga akan semakin kecil. Tidak hanya itu, penderita juga berisiko lebih tinggi untuk terkena infeksi di bagian lain.

Seperti halnya infeksi lain, infeksi saluran akar dapat menyebar ke jaringan di sekitar mulut, termasuk gigi, gusi, dan jaringan di pipi maupun wajah. Infeksi tidak akan hilang sampai diobati, dan akan makin menyebar jika tetap tidak ditanggapi.

Seberapa jauh penyebaran infeksi tergantung pada kecepatan Anda mengobati setelah muncul gejala pertama. Pada kasus yang benar-benar parah, infeksi saluran akar yang tidak diobati bahkan dapat menyebar jauh ke rahang dan aliran darah.

Atas dasar itu, Anda sebaiknya tidak menunda untuk berobat ke dokter gigi begitu muncul gejala infeksi saluran akar, seperti nyeri, susah mengunyah, dan ada rasa yang tak enak di mulut. 

Artikel lainnya: Cara Mudah dan Cepat Atasi Sakit Gigi

Bagaimana Perawatan Infeksi Saluran Akar?

Untuk mengobati infeksi, perawatan saluran akar adalah yang paling disarankan. Menurut drg. Callista Argentina dari KlikDokter, perawatan saluran akar berguna untuk mensterilkan saluran akar gigi yang sudah terinfeksi, sehingga gigi bisa tetap dipertahankan.  

Dalam perawatan saluran akar, dokter gigi biasanya akan melakukan hal sebagai berikut:

  • Memastikan Letak Jaringan yang Terinfeksi

Dokter akan mencari jaringan yang terinfeksi atau mati (nekrotik) di sekitar area saluran akar dengan rontgen.

Sebelum prosedur dilakukan, area di sekitar gigi yang terkena infeksi akan dibuat baal menggunakan bius atau anestesi lokal.

  • Proses Bor Gigi

Setelah mendapat bius, dokter akan memasang alat khusus di sekitar gigi untuk melindungi gusi dan mulut.

Setelah itu, dokter akan menggunakan bor gigi untuk melewati enamel ke area pulpa dan saluran akar.

  • Membersihkan Jaringan yang Mati

Setelah proses bor dilakukan, dokter akan membersihkan jaringan yang terinfeksi atau mati, dan menyingkirkan bahan hal-hal yang tersangkut di saluran akar.

Setelahnya, dokter akan mengeringkan area tersebut, mengisi ruang yang baru dibersihkan dengan polimer berbasis getah perca.

Selain itu, biasanya amalgam atau komposit juga akan digunakan sebagai pengisi gigi untuk melindungi dan membiarkan gigi sembuh dari infeksi.

  • Meletakkan Mahkota Permanen

Bila diperlukan, dokter akan memotong beberapa email luar dan meletakkan mahkota permanen di atas gigi demi mencegah infeksi saluran akar gigi berulang.

  • Meresepkan Obat Antinyeri

Dokter akan meresepkan ibuprofen dan naproxen untuk dikonsumsi pasien, khususnya jika mengalami sakit gigi setelah perawatan.

Jika hasilnya belum memuaskan, perawatan dapat diulangi kembali hingga infeksi sembuh.

Artikel Lainnya: Gigi Berlubang: Cabut atau Rawat?

2 dari 3 halaman

Bagaimana Mencegah Infeksi Saluran Akar?

Tak mau mendapatkan treatment seperti di atas? Kalau begitu, lakukan saja tindakan pencegahan mulai sekarang.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mencegah infeksi saluran akar:

  • Sikat Gigi Secara Rutin dan Teratur

Sikatlah gigi Anda setidaknya dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut dan pasta gigi mengandung fluoride. Jika memungkinkan, gunakan juga benang gigi (dental floss) agar kebersihan gigi lebih optimal lagi.

Setelah prosesi menyikat gigi, gunakan obat kumur yang mengandung antiseptik agar kuman yang hinggap di sela-sela gigi dapat sepenuhnya dibasmi.

  • Lakukan Perawatan Gigi Hingga Tuntas

Kembalilah ke dokter gigi untuk menyelesaikan tindakan pemasangan mahkota akhir atau restorasi permanen sesegera mungkin. Ini akan menutup saluran akar dari bakteri dan melindungi gigi dari kerusakan.

  • Periksa ke Dokter Gigi Secara Berkala

Kunjungi dokter gigi, setidaknya setiap enam bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kesehatan gigi Anda benar-benar terjaga dengan optimal.

Saat periksa, Anda juga bisa sekaligus meminta dokter gigi untuk membersihkan karang gigi. Dengan ini, gigi Anda akan terhindar dari kuman-kuman penyebab infeksi saluran akar.

  • Segera Obati Jika Mengalami Gejala

Jika saluran akar sudah terlanjur terjadi, jangan tunda untuk segera berobat ke dokter gigi. Semakin dini diobati, semakin besar pula peluang Anda untuk kembali sembuh tanpa perlu melewati prosedur medis yang panjang dan melelahkan.

Sekitar 90 persen pasien yang menerima perawatan saluran akar gigi mengalami kesembuhan dan tidak terkena infeksi ulang hingga 8–10 tahun kemudian. Khasiat tersebut akan lebih optimal jika pasien terus menjaga kebersihan mulut dengan baik.

Memang, infeksi saluran akar tidak tidak dapat menyebabkan kanker. American Dental Association (ADA), American Association of Endodontists (AAE), dan American Association of Dental Research (AADR) pun telah merilis pernyataan terkait hal tersebut. 

Meski begitu, infeksi saluran akar tetap menjadi gangguan kesehatan yang harus segera diatasi. Sebab, keluhan yang ditimbulkannya dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup Anda.

Jika Anda masih punya pertanyaan seputar infeksi saluran akar atau masalah gigi lainnya, jangan sungkan untuk bertanya langsung pada tim dokter dari KlikDokter melalui fitur Live Chat. Klik di sini

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar