Sukses

Anak Terlalu Banyak Minum Susu Bikin GTM?

Anak yang GTM (gerakan tutup mulut) adalah momok bagi semua ibu. Apa benar kebanyakan minum susu adalah salah satu penyebabnya? Berikut penjelasannya.

Aksi gerakan tutup mulut pada anak atau GTM adalah masa-masa yang ditakuti para orang tua. Karenanya, orang tua mesti paham tentang penyebab anak GTM.

Apakah benar salah satu penyebabnya adalah akibat anak kebanyakan minum susu?

Pemberian susu sebagai bagian dari asupan si Kecil sehari-hari tentunya memiliki banyak manfaat. Susu adalah sumber protein, kalsium, dan vitamin D yang sangat baik.

Sebagai gambaran, cangkir susu sapi (240 ml) mengandung protein sekitar 7,7 gram, yang mana itu membuat susu sebagai sumber asam amino yang bisa diandalkan.

Ketersediaan hayati (bioavailabilitas) zat gizi yang terdapat dalam susu sapi juga sangat baik. Dengan kata lain, sumber nutrisi yang terkandung di dalam susu mudah diserap oleh tubuh, sehingga manfaatnya untuk tubuh sangat meyakinkan.

Karena alasan di atas, tak heran orang tua menjadikan susu sebagai snack wajib di sela-sela makan, atau bahkan “pelita” saat anak GTM.

Bahkan, ketika anak sedang GTM tapi ia tetap mau minum susu, banyak orang tua yang merasa lega dan bersikap seakan-akan tidak ada masalah apa-apa. Padahal, kebanyakan minum susu bisa berkontribusi terhadap kejadian GTM.

Artikel lainnya: Minum Susu Setiap Hari, Benarkah Bermanfaat untuk Si Kecil?

1 dari 3 halaman

Benarkah Susu adalah Penyebab Anak GTM?

Faktanya, orang tua mesti berhati-hati dengan pemberian susu sebagai selingan atau camilan di antara waktu makan. Pasalnya, kandungan kalori dalam satu gelas susu cukup tinggi.

Sebagai informasi, satu cangkir susu (240 ml) dengan kandungan lemak 3,25 persen memiliki kalori sebanyak 150-170 kkal. Kandungan tersebut tentunya makin bertambah jika susu yang diberikan adalah susu whole milk (susu dengan jumlah lemak yang utuh).

Dari penjelasan di atas, dengan kandungan kalori yang sudah mendekati satu kali makanan utama, tak heran bila si Kecil sangat mungkin merasa kenyang. Apalagi jika waktu pemberian susu terlalu dekat dengan jam makannya.

Pada akhirnya, ketika tiba waktunya makan besar, anak akan menolak untuk makan.

Artikel lainnya: Anak Lakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM), Ini Cara Mengatasinya

2 dari 3 halaman

Bagaimana Aturan Pemberian Susu yang Tepat?

Sebenarnya sah saja menjadikan susu sebagai selingan makanan utama. Untuk anak berusia di atas 1 tahun, susu dapat diberikan 2-3 kali sehari, sebanyak 500-600 ml per hari. Itu merupakan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Orang tua dianjurkan untuk memberikan susu di antara jam makan, atau 2 jam sebelum makanan utamanya.

Bila anak sedang melancarkan aksi GTM dan mengonsumsi susu lebih dari tiga kali sehari, ada baiknya mulai batasi pemberian susu. Karena, bisa jadi susu menjadi penyebab aksi GTM tersebut, apalagi jika yang dikonsumsi adalah jenis kental manis.

Pasalnya, kandungan gula dalam (susu) kental manis terlalu tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 50 persen total kalorinya. Justru, jenis susu yang seperti ini mengandung kadar protein yang rendah.

Tentunya anak jadi sangat mungkin merasa kenyang, tetapi dari asupan gizi yang kurang lengkap.

Artikel lainnya: Perlukah Anak Obesitas Tetap Minum Susu?

Begitu pula ketika yang terjadi adalah sebaliknya. Ketika anak GTM, jangan sampai orang tua memberikan susu sebagai pengganti makanan utama.

Ingat, sebanyak apa pun susu yang diminum anak, itu tidak dapat menggantikan nutrisi dari makanan utamanya. Sebab, anak membutuhkan beragam makronutrien dan mikronutrien, yang hanya bisa diperoleh dari konsumsi makanan yang bervariasi.

Terlebih lagi, anak masih butuh serat dari makanan utama. Nah, susu tidak mengandung serat. Padahal, kesehatan saluran cerna sangat bergantung pada kecukupan asupan serat.

Jika anak GTM, jangan paksa si Kecil untuk makan, apalagi sampai memarahinya. Hal tersebut malah bisa bikin anak trauma dan makin menutup rapat mulutnya untuk makan.

Selain itu, jangan biasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti menonton televisi, gawai, atau sambil bermain. Biasakan anak untuk makan di meja makan dan fokus pada makanannya.

Saat makan, pastikan juga orang tua tidak memberikan anak air minum selain air putih.

Jadi, kebanyakan minum susu bisa menjadi penyebab anak GTM. Oleh karena itu, bagi orang tua yang sedang berjibaku dengan anak yang GTM, tak ada salahnya untuk mengevaluasi pemberian susu pada si Kecil dan lakukan tips yang dijabarkan di atas. Semoga berhasil!

Masih bingung soal masalah GTM? Anda bisa bertanya langsung dalam fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter. Semangat merawat si Kecil!

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar