Sukses

Kanker pada Anak dan Orang Dewasa, Adakah Bedanya?

Ternyata, kanker pada anak memiliki perbedaan tersendiri dari kanker yang terjadi pada orang dewasa. Apa saja perbedaan kanker pada anak dan orang dewasa?

Apa Anda adalah salah satu yang bergidik ketika mendengar kata “kanker”? Ketakutan pada diagnosis penyakit ganas ini memang bukan tanpa alasan. Selain kematian akibat kanker masih tinggi, beberapa jenisnya juga belum memiliki pengobatan yang efektif sampai saat ini.

Kanker memang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, baik pada anak maupun orang dewasa. Nyatanya, satu dari enam kematian disebabkan oleh kanker.

Mengutip data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2018 terdapat 9,6 juta kematian yang berhubungan dengan kanker. Angka yang fantastis, bukan?

Bahayanya, kanker dapat menyerang siapapun tanpa mengenal ras, jenis kelamin, dan umur. Karena itu, penyakit ini dapat dialami oleh anak balita sampai kakek yang sudah berumur.

Tapi, kanker yang terjadi pada anak dan orang dewasa tidak bisa disamakan begitu saja. Terdapat beberapa perbedaan mendasar antara kanker pada anak dan orang yang lebih tua. Yuk, kita simak perbedaannya.

Artikel lainnya: Perawatan Kulit pada Anak Penderita Kanker yang Sedang Menjalani Kemoterapi

1 dari 2 halaman

Perbedaan Kanker pada Anak dan Orang Dewasa

Berikut ini adalah beberapa hal yang membedakan penyakit kanker yang dialami anak dengan yang terjadi pada orang dewasa:

1. Jenis Kanker pada Anak dan Orang Dewasa Berbeda

Kanker dimulai ketika sel-sel dalam tubuh mulai tumbuh di luar kendali. Sel-sel di hampir semua bagian tubuh dapat menjadi kanker, dan kemudian menyebar ke area lain dalam tubuh. Tapi, kecenderungan sebuah sel menjadi kanker ternyata berbeda pada anak dan orang dewasa.

Tidak seperti kanker yang banyak terjadi pada orang dewasa, kanker pada anak biasanya tidak terkait dengan gaya hidup atau faktor risiko lingkungan. Seringkali, penyebab kanker pada anak tidak diketahui.

Beberapa jenis kanker pada anak berhubungan dengan perubahan gen (mutasi) tertentu yang diturunkan dari orang tua ke anak. Anak-anak yang lahir dengan down syndrome memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena leukemia. Tapi, tidak semua anak dengan mutasi akan terkena kanker.

Perbedaan penyebab juga berakibat pada perbedaan jenis kanker yang terjadi. Sebagai contoh, kanker paru merupakan salah satu kanker yang paling sering dialami orang dewasa dan berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Sedangkan, kanker yang sering terjadi pada anak adalah kanker darah, kanker kelenjar getah bening, otak, dan hati.

Artikel lainnya: Kiat Cegah Kanker pada Anak

2. Perawatan Kanker pada Anak Lebih Sering Berhasil

Dengan beberapa pengecualian, kanker pada anak memiliki respons yang lebih baik terhadap perawatan kanker tertentu. Hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan pada jenis kanker yang terjadi, dan perawatan yang lebih intensif untuk anak-anak.

Selain itu, anak-anak biasanya tidak memiliki banyak masalah kesehatan lain yang biasanya dimiliki orang dewasa pengidap kanker. Beberapa penyakit yang dapat dialami orang dewasa, seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan paru (seperti bronkitis), jarang dijumpai pada anak-anak.

Artikel lainnya: 7 Komplikasi Kanker yang Perlu Anda Tahu

3. Efek Samping Pengobatan Jangka Panjang Lebih Diperhatikan

Tubuh anak-anak masih dalam proses pertumbuhan, karena itu efek samping merupakan hal yang sangat diperhatikan. Jangan sampai pengobatan malah memberikan pengaruh buruk terhadap pertumbuhan anak kelak.

Salah satu jenis terapi yang perlu mendapatkan perhatian khusus pada anak adalah terapi radiasi. Sebagai contoh, anak-anak (terutama yang masih sangat muda) memiliki risiko lebih tinggi mendapatkan efek samping dari terapi radiasi.

4. Perawatan Kanker di Pusat Kanker Anak

Untuk perawatan optimal, kanker pada anak lebih baik ditangani di pusat perawatan kanker anak dengan fasilitas kesehatan khusus. Karena, penanganan kanker untuk anak memerlukan penanganan dari tim yang khusus pula.

Tim tersebut biasanya terdiri dari ahli onkologi pediatrik (dokter kanker anak), ahli bedah, ahli onkologi radiasi, perawat onkologi anak, bagian gizi, dan bahkan psikiatri.

Walaupun terdapat perbedaan antara kanker pada anak dan orang dewasa, namun ada satu cara universal untuk menurunkan risiko terkena kanker. Mulailah pola hidup sehat, pastikan makanan Anda bergizi, hindari makanan yang diawetkan, jangan merokok, dan olahraga secara rutin.

Itulah beberapa perbedaan dan hal-hal yang harus diperhatikan terkait penyakit kanker pada anak. Bila ingin berkonsultasi dengan dokter terkait kanker, Anda bisa memakai layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter!

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar