Sukses

Gaya Renang Aman untuk Penderita Saraf Kejepit

Penderita saraf kejepit yang gerak tubuhnya terbatas sering disarankan oleh dokter atau terapis fisik untuk berenang. Namun, gaya renang seperti apa yang aman?

Berenang adalah jenis olahraga untuk penderita saraf kejepit yang disarankan oleh dokter atau terapis fisik. Tentang ini, ada dua gaya renang yang direkomendasikan karena tidak melibatkan lengkungan punggung sehingga aman dilakukan.

Nyeri pinggang bawah (low back pain/LBP) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi. Lebih dari setengah orang dewasa mengalaminya setidaknya sekali dalam hidupnya.

Penyebab LBP beragam, dan saraf kejepit adalah salah satunya. Saraf kejepit adalah istilah awam untuk penyakit hernia nukleus pulposus (HNP), yaitu kondisi bantalan antar tulang belakang yang mengalami penonjolan. Ini supaya menekan persarafan di sekitarnya.

Dalam kondisi normal, nukleus merupakan “shock breaker” yang berfungsi untuk meredam getaran dan menjaga posisi tubuh saat beraktivitas.

Bila terdapat penonjolan, struktur tersebut akan mengalami peradangan dan menimbulkan nyeri pada penderitanya.

Penyakit saraf terjepit bisa terjadi pada setiap bagian dari tulang belakang. Akan tetapi, yang paling sering terdampak adalah punggung bagian bawah karena daerah tersebut menumpu beban paling berat dibandingkan yang lain.

Meski demikian, saraf terjepit juga bisa terjadi di daerah lain, seperti leher. Keluhan yang muncul bergantung pada letak saraf yang terjepit. Gejalanya antara lain seperti berikut ini.

  • Nyeri

Bila saraf yang terjepit terletak di daerah pinggang atau punggung bawah, keluhannya adalah nyeri di pinggang yang menjalar hingga ke kaki, betis, dan jari-jari kaki.

Bila saraf terjepit terjadi di daerah leher, maka rasa nyeri akan dirasakan menjalar di seluruh lengan.

  • Kesemutan

Selain nyeri, saraf terjepit akan menyebabkan kesemutan di area tubuh yang juga mengalami nyeri. Jadi, biasanya keluhannya adalah nyeri menjalar yang disertai kesemutan.

  • Lemah Otot

Jika sudah berlangsung lama, otot pada area yang sarafnya terjepit akan mengalami kelemahan.

Penderitanya akan mulai merasa sulit untuk berjalan, terasa berat saat menggerakkan kaki, atau sulit menggenggam (bila terjadi di lengan).

Artikel Lainnya: Bagaimana Pengaruh Saraf Terjepit terhadap Gairah Seks Penderita?

Rasa nyeri akibat saraf kejepit kerap membuat penderitanya sulit melakukan gerakan-gerakan tertentu karena rasa sakit yang mengganggu. Hal ini kemudian membatasi aktivitas dan membuat pasien enggan beraktivitas fisik.

Padahal, faktanya aktivitas fisik bisa membantu mengurangi nyeri akibat saraf kejepit, sekaligus menguatkan otot-otot penyokong di sekitar tulang belakang.

Tentu jenis olahraga yang dipilih adalah yang tidak membebani tulang belakang. Nah, berenang adalah salah satunya. Aktivitas aerobik seperti berenang telah terbukti dapat mengatasi nyeri akibat saraf kejepit.

Latihan yang sifatnya aerobik dapat meningkatkan aliran darah dan nutrisi ke otot di punggung, mempercepat penyembuhan saat terjadi radang, dan mengurangi kekakuan otot.

Lebih jauh lagi, latihan aerobik yang tepat dapat memicu pengeluaran zat endorfin dalam tubuh. Endorfin merupakan senyawa yang dapat memberikan rasa nyaman dan mengurangi rasa nyeri.

Tak berhenti disitu, berenang juga merupakan salah satu olahraga yang dapat menguatkan otot-otot punggung, sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas tulang belakang dan mempermudah gerakan pada penderita yang mengalami nyeri punggung.

Dengan demikian, bila dilakukan secara rutin, berenang dapat menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi nyeri pada penyakit saraf terjepit.

Artikel Lainnya: Mengalami Saraf Kejepit, Bisakah Disembuhkan?

1 dari 2 halaman

Gaya Renang yang Tepat dan Aman untuk Penderita Saraf Kejepit

Satu hal yang pasti, gaya renang yang pas dan aman untuk penderita saraf terjepit adalah yang tidak membebani punggung, tetapi dapat menguatkan otot punggung pada waktu bersamaan. Dua gaya renang yang memenuhi syarat tersebut adalah berikut.

1. Gaya Bebas

Gaya bebas adalah gaya renang yang melibatkan gerakan tangan memutar dan tendangan kaki.

Saat melakukannya, kedua tangan diulurkan ke dalam air, kemudian salah satu lengan diayun dan diangkat ke salah satu sisi tubuh, dan gerakan ini dilakukan secara bergantian.

Saat berenang dengan gaya bebas, usahakan agar tubuh tetap dalam posisi lurus. Lakukan sebanyak 4-8 kali putaran.

2. Gaya Punggung

Gaya punggung diawali dengan memosisikan tubuh rata dengan air dan menghadap ke atas.

Lakukan tendangan dengan menggunakan salah satu kaki dan bergantian dengan kaki yang lain. Setelah itu, ayunkan tangan dengan gerakan memutar juga secara bergantian.

Gaya punggung melibatkan seluruh otot di tulang belakang. Selain itu, gaya punggung juga ikut melatih dan menguatkan otot-otot perut, sehingga pada akhirnya otot perut akan membantu menyokong tulang belakang.

Artikel Lainnya: Tips untuk Meredakan Nyeri Punggung Bawah di Rumah

Para pakar umumnya akan menyarankan penderita saraf kejepit untuk rutin berenang setidaknya 2-3 kali seminggu selama 20-30 menit.

Bila dilakukan dengan rutin, gejala nyeri umumnya akan berkurang dan otot tulang belakang akan lebih kuat, sehingga penderitanya akan lebih leluasa bergerak.

Selain berenang, saat nyeri sedang terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah, yaitu:

  • Kompres hangat atau dingin di daerah yang nyeri. Lakukan sekitar 15 menit.
  • Saat nyeri, istirahatkan tulang punggung, tetapi jangan lebih dari 30 menit. Setelah itu, bergeraklah atau ubah posisi. Karena, berada pada posisi yang statis selama beberapa waktu hanya akan memperburuk rasa nyeri.
  • Konsumsi obat antinyeri. Bila nyeri masih menetap, penderita saraf kejepit boleh mengonsumsi antinyeri golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti yang mengandung ibuprofen. Umumnya, obat tersebut akan mengurangi peradangan dan meredakan rasa nyeri.

Dengan mempraktikkan gaya renang yang aman dan dikombinasikan dengan tindakan penanganan awal di rumah saat nyeri, nyeri atau sakit pinggang akibat saraf kejepit bisa berkurang dalam 4-6 minggu.

Akan tetapi, bila nyeri berlanjut dan disertai gejala lain seperti kesemutan atau kesulitan bergerak, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter secara langsung.

Bila masih ada pertanyaan tentang terapi untuk penderita saraf kejepit atau hal lainnya, silakan unduh aplikasi KlikDokter sekarang juga dan tanyakan langsung dengan tim dokter kami lewat fitur LiveChat.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar