Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hindari Obat-obatan Ini Jika Anda Punya Penyakit Jantung

Hindari Obat-obatan Ini Jika Anda Punya Penyakit Jantung

Beberapa obat ada yang berkontradiksi jika diminum bersamaan dengan obat jantung. Karena berbahaya, ketahuilah jenis obat-obat yang dimaksud.

Orang yang pernah atau sedang mengalami sakit jantung, biasanya dalam jangka waktu tertentu harus mengonsumsi obat khusus secara rutin. Gunanya, tentu untuk mencegah terjadi serangan maupun sumbatan pada jantung berulang.

Nah, terkadang ada keluhan lain yang dirasakan pasien di luar masalah jantungnya sendiri, misalkan sakit kepala atau nyeri di beberapa bagian tubuh tertentu. Sehingga, ia harus mengonsumsi obat lain untuk meredakan gejala tersebut. 

Berhati-hatilah jika Anda melakukan hal itu. Pasalnya, beberapa obat jantung dapat berinteraksi dengan obat lain, di mana ini akan menimbulkan efek negatif jika keduanya diminum secara bersamaan.

Obat yang Dapat Berinteraksi dengan Obat Jantung

Adapun beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak diminum saat mengonsumsi obat sakit jantung, antara lain:

  1. Obat Pengencer Darah di Luar Resep Dokter

Dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter mengatakan, bahwa jenis obat jantung itu sebenarnya cukup banyak. Akan tetapi, salah satu yang sering diberikan kepada pasien dengan kasus penyumbatan pembuluh darah ke jantung adalah aspirin.

Aspirin termasuk obat pengencer darah. Maka, jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah lain seperti Heparin, dengan tujuan supaya pengobatan makin efektif, itu justru berdampak negatif. Risiko timbul perdarahan yang sulit diberhentikan dapat terjadi jika Anda minum dua obat pengencer darah secara bersamaan.

Artikel lainnya: 7 Fakta tentang Penyakit Jantung yang Wajib Diketahui

  1. Pil KB (kontrasepsi) hormonal

Dr. Alvin juga menyarankan pasien yang sedang rutin minum obat sakit jantung agar tidak mengonsumsi pil KB hormonal dulu.

Sementara, Anda bisa memilih jenis kontrasepsi lain seperti kondom atau IUD untuk menunda kehamilan.

Jangan lupa, pasien sebaiknya berkonsultasi dulu kepada dokter jantung Anda untuk menemukan jenis kontrasepsi yang tepat karena akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

  1. Obat Kortikosteroid

Kortikosteroid biasanya digunakan untuk menyembuhkan peradangan. Sayangnya, jika diminum dengan dosis yang tidak tepat dan dalam jangka waktu lama, risiko penyakit jantung kambuh akan semakin tinggi, lho.

“Oleh sebab itu, jika memang dicurigai ada peradangan di bagian tubuh tertentu, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Lagi pula, efek samping kortikosteroid juga bisa memicu adanya perdarahan pada lambung,” kata dr. Alvin.

“Jadi bayangkan, kalau Anda sedang minum obat sakit jantung, misalnya obat pengencer darah, terus Anda minum juga steroid dalam dosis tinggi, itu akan memicu perdarahan yang makin parah. Organ lain malah kena imbasnya,” tutur dr. Alvin untuk melengkapi.

Artikel lainnya: Jangan Remehkan 8 Gejala Penyakit Jantung Ini!

  1. Obat Pereda Nyeri (NSAID)

Sedang dalam pengobatan sakit jantung namun tiba-tiba terasa sakit kepala? Jangan buru-buru minum obat ibuprofen, ya! Sebab, interaksi obat pereda nyeri ini akan mirip dengan obat kortikosteroid.

Obat pereda nyeri yang sering diminum saat pegal, linu, atau sakit kepala, dapat memperberat kerja jantung. Selain itu, obat NSAID ini dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus meningkatkan risiko kekambuhan penyakit.

Sebagai informasi tambahan, NSAID juga tak boleh digunakan tepat sebelum atau setelah operasi bypass jantung (CABG).

Sebagai alternatif, Anda bisa minum obat parasetamol yang katanya lebih aman daripada minum ibuprofen saat sakit kepala. Namun, agar lebih pasti dan bisa disesuaikan dengan kondisi pasien, sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter agar bisa mendapatkan obat yang tepat.

Sebenarnya, masih ada lagi jenis obat yang katanya tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat sakit jantung, yakni obat sembelit, dekongestan, dan obat antidepresan.  Tapi menurut dr. Alvin, ketimbang empat obat yang telah dijelaskan di atas, ketiganya tidak memberikan efek yang signifikan.

Malahan, agar penderita jantung tidak mengejan terlalu keras saat BAB, obat sembelit terkadang juga diresepkan oleh dokter. 

“Mengejan terlalu kuat tidak disarankan bagi orang yang sakit jantung, maka obat sembelit kadang diberikan. Tapi, tergantung jenis obat sembelitnya juga. Jadi, untuk obat sembelit, dekongestan, dan antidepresan, harus spesifik dulu jenisnya. Secara umum, sih, sebetulnya aman,” dr. Alvin menambahkan.

Setelah mengetahui uraian di atas, kini sudah tahu, kan, bahwa asal minum obat itu sangat berisiko untuk kesehatan tubuh? Jika masih ada pertanyaan seputar efek samping atau interaksi obat jantung lainnya, tanyakan dulu kepada ahlinya melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

(OVI/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar