Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Unik, Menyundul Bola Dilarang untuk Remaja di Skotlandia, Mengapa?

Unik, Menyundul Bola Dilarang untuk Remaja di Skotlandia, Mengapa?

Remaja di Skotlandia yang ingin menjadi pesepak bola profesional harus terganggu dengan aturan dilarang menyundul bola. Mengapa larangan itu diterbitkan?

Menyundul adalah salah satu teknik yang perlu dikuasai kalau Anda mau jadi pemain sepak bola handal. Bahkan, menyundul bola bisa menjadi senjata ketika Anda mau mencetak gol, lho.

Namun, persatuan sepak bola di negara Skotlandia justru melarang remaja di sana untuk menyundul bola. Kira-kira, apa sebabnya?

Alasan Kenapa di Skotlandia Dilarang Menyundul Bola

Menyundul bola adalah salah satu skill yang diperlukan bagi Anda yang ingin cakap bermain sepak bola. Selain menendang, aturan Badan Sepak Bola Dunia (FIFA), bola boleh disundul dalam keadaan menyerang atau sedang bertahan.

Namun, otoritas sepak bola Skotlandia, malah menyebut menyundul bola berbahaya. Belum lama ini mereka meluncurkan sebuah pedoman pelatihan yang menyatakan bahwa anak di bawah usia 12 tahun dilarang menyundul bola dalam latihan olahraga itu.

Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa menyundul bola terlalu sering meningkatkan risiko pesepak bola mengalami demensia dan meninggal karena penyakit tersebut.

Sebagai informasi, sebuah bola sepak memiliki berat hampir setengah kilogram. Para ilmuwan kemudian menghitung bahwa para pemain sepak bola bisa menyundul bola yang memiliki kecepatan sampai 128 km/jam.

Ketika bola "menyerang" kepala, bagian otak yang mengapung di dalam rongga tengkorak, memantul ke dinding belakang tengkorak, menyebabkan memar.

Sebuah studi tahun 2018 yang dilakukan oleh University of British Columbia, Amerika Serikat menemukan kadar protein dalam darah yang terkait kerusakan sel saraf akan meningkat setelah menyundul bola.

Menyundul bola sesekali saja umumnya dipercaya tidak akan menyebabkan masalah kesehatan apapun. Namun, selama dilakukan terus menerus dalam waktu yang lama, menyundul dapat menyebabkan masalah kesehatan di kepala.

Artikel Lainnya: Hati-hati, Gegar Otak Bisa Akibatkan Kematian

1 dari 3 halaman

Bukti Menyundul Bola Bisa Sebabkan Demensia

Masalah efek menyundul bola ini menjadi berita utama pada tahun 2002 setelah kematian mantan pemain dari klub West Bromwich Albion dan tim nasional Inggris, Jeff Astle, di usia 59 tahun.

Astle didiagnosis mengalami demensia serangan dini. Pernyataan ini muncul saat bagian otak pemain bola ini diperiksa ulang pada tahun 2014, dan hasilnya diagnosis mengatakan bahwa ia meninggal karena ensefalopati traumatik kronis (CTE).

CTE adalah kondisi otak yang biasanya disebabkan oleh benturan yang juga berhubungan dengan hilangnya ingatan, mengalami depresi, serta demensia.

Bahkan, seseorang petugas kesehatan menyebutkan kalau otak Astle telah rusak selama bertahun-tahun karena aktivitasnya menyundul bola.

Pada Februari 2017, para peneliti dari University College London (UCL) dan Universitas Cardiff menerbitkan sebuah studi berdasarkan pemeriksaan post-mortem dari otak enam mantan pemain yang ditemukan gejala CTE.

"Kami juga melihat jenis perubahan ini jelas pada mantan petinju, perubahan yang sering dikaitkan dengan cedera otak berulang," ujar Prof Huw Morris, dari UCL

"Jadi, untuk pertama kalinya kami telah menunjukkan bahwa ada bukti bahwa cedera kepala pada pemain sepak bola. Cedera ini mungkin berdampak pada kehidupan dan kesehatan mereka yang mengalami demensia," katanya.

Artikel Lainnya: Awas, Cedera Otak Ringan Bisa Akibatkan Parkinson

Kemudian tahun lalu, sebuah studi oleh Universitas Glasgow menemukan bahwa ada kemungkinan mantan pesepak bola profesional 3,5 kali lebih berisiko meninggal karena demensia.

Ini berlaku ketika dibandingkan dengan orang yang berusia sama dan di populasi umum, ya. Meski demikian, tidak ada bukti penelitian langsung yang menyatakan bahwa menyundul bola memang menyebabkan demensia.

Apabila ingin dilakukan penyelidikan medis, hal ini umumnya akan membutuhkan penelitian jangka panjang. Mengapa sulit membuktikan bahwa pemain sepak bola rentan berisiko demensia?

Ini karena demensia adalah penyakit yang kompleks. Tidak hanya disebabkan cedera, kemungkinan kondisi demensia dapat  dipengaruhi oleh kombinasi usia, gaya hidup, dan faktor genetik.

Artikel Lainnya: Adakah Hubungan antara Kanker Otak dan Gegar Otak?

2 dari 3 halaman

Hati-hati, Benturan Kepala Itu Berbahaya!

Alih-alih menyundul bola berbahaya, ternyata benturan kepala justru lebih mengkhawatirkan. Benturan kepala menjadi salah satu cedera berbahaya dalam sepak bola.

Diketahui bahwa aktivitas menyundul tak jarang justru bisa membuat kepala antar pemain bisa saling bentrok terbentur. Meski dianggap hal biasa, tetapi ada satu kondisi yang paling ditakutkan, yaitu gegar otak.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, gegar otak timbul akibat benturan yang cukup keras.

“Gegar otak atau secara medis disebut dengan komosio, ini merupakan cedera ringan, yakni timbulnya ‘memar’ di otak. Kondisi ini umumnya akan pulih sempurna dalam waktu singkat. Dan jarang menimbulkan bahaya,” jelas dr. Resthie.

Penderita gegar otak biasanya akan mengeluh pusing atau bahkan pingsan selama beberapa detik. Selain itu, penderitanya juga akan mual, memiliki penglihatan yang kabur, telinga berdenging, hingga sulit bicara.

Kabar baiknya, gejala tersebut akan berkurang dan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 24 jam. Cara mencegah terjadinya cedera kepala adalah membatasi jumlah menyundul bola selama masa latihan.

Selain itu, berhati-hatilah terhadap lawan yang mungkin bermain dengan gegabah.  Ketika menyundul, bisa-bisa lawan merebut bola dengan cara menyundul juga, sehingga benturan keras pun tak bisa dihindari.

Cara lain untuk mencegah efek benturan adalah dengan menggunakan pelindung kepala sekaligus dagu serta leher. Biasanya, pelindung tersebut digunakan oleh penjaga gawang alias kiper demi meminimalkan efek benturan bola yang dapat menghantam kepalanya.

Sebenarnya, menyundul bola menjadi penyebab gangguan otak masih sulit untuk dibuktikan. Akan tetapi, itu diketahui menjadi salah satu faktor risiko. Di sisi lain, hati-hati juga dengan benturan kepala saat bermain sepak bola. Untuk tahu lebih lengkap tentang bahaya olahraga yang Anda gemari, jangan ragu ajukan pertanyaan lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar