Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Bleaching atau Mewarnai Rambut Kemaluan Itu Boleh Nggak, sih?

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Bleaching atau Mewarnai Rambut Kemaluan Itu Boleh Nggak, sih?

Katanya, bleaching atau mewarnai bulu kemaluan sah saja dilakukan untuk alasan estetika area vagina. Lantas, apa kata dokter tentang prosedur tersebut ini?

Walaupun selalu tertutup pakaian, bukan berarti estetika vagina boleh diabaikan begitu saja. Ada banyak cara untuk mempercantik area tersebut, salah satunya adalah dengan mewarnai rambut atau bulu kemaluan atau bleaching.

Di beberapa negara, mewarnai bulu kemaluan sama populernya dengan brazilian wax. Sebagai contoh, aktris dan penyanyi Miley Cyrus mengaku pernah melakukannya.

Praktik sederhananya, bulu kemaluan yang berwarna gelap dibuat mirip dengan warna kulit, seperti pirang (bleaching) atau warna lainnya.

Dari berbagai sumber, Miley pernah mewarnai bulu ketiak dan bulu kemaluannya menjadi warna yang tak biasa, yaitu pink, dengan bantuan hair colorist kenamaan Justin Anderson.

Kemudian, ia memamerkan warna baru bulu ketiaknya tersebut dan sempat mengunggah beberapa foto di media sosial miliknya, dengan menyebutnya sebagai “pit party” (atau bisa diterjemahkan sebagai “pesta ketiak”).

Artikel lainnya: Jangan Mencukur Rambut Kemaluan, Ini Bahayanya

1 dari 3 halaman

Apakah Mewarnai Rambut Kemaluan Aman Dilakukan?

Meski pernah dilakukan oleh selebritas kenamaan dunia, apakah itu jaminan bahwa proses pewarnaan rambut kemaluan ini aman dari sudut pandang medis?

Bila sudah mantap ingin mewarnai rambut kemaluan, ketahuilah bahwa cara tersebut sebetulnya tidak disarankan oleh tenaga medis karena adanya risiko iritasi dan infeksi.

Dari KlikDokter, dr. Alvin Nursalim, SpPD mengatakan mewarnai bulu kemaluan memang kembali ke preferensi masing-masing individu. Kendati demikian, jika Anda orang yang mudah alergi, sebaiknya jangan melakukannya.

Pasalnya, area vagina maupun penis jauh lebih sensitif dari kulit bagian tubuh yang lain. Kondisi tersebut memuat bahan kimia yang digunakan dalam pewarna bisa menimbulkan reaksi alergi, berupa kemerahan, gatal, dan sensasi seperti terbakar.

“Bagi Anda yang bukan tipe mudah alergi, sebenarnya boleh saja bleaching atau mewarnai rambut kemaluan. Tapi ingat, metode itu harus dilakukan di salon tepercaya dan pastikan bahan yang dipakai tidak mengandung zat amonia dan peroksida,” dr. Alvin mengingatkan.

Artikel lainnya: Waxing atau Bleaching, Mana yang Lebih Aman?

2 dari 3 halaman

Agar Aman, Lakukan Ini Sebelum Mewarnai Rambut Kemaluan

Jangan pernah percaya harga yang murah meriah atau melakukan pewarnaan bulu kemaluan sendiri di rumah.

Pilih salon profesional karena biasanya tempat tersebut sudah mengantongi teknik atau prosedur khusus agar tak terjadi iritasi, infeksi, atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Setelahnya, beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum melakukan bleaching meliputi berikut ini.

  • Pastikan cat yang produk bleaching yang dipakai tidak mengandung amonia, peroksida, dan paraben.
  • Tes dulu apakah produk bleaching atau cat yang dipakai bisa menimbulkan alergi atau tidak, baik yang punya ataupun tidak punya riwayat alergi. Oleskan di kulit tangan. Lalu, tunggu selama beberapa saat. Bila tak ada reaksi, tandanya aman.
  • Oleskan petroleum jelly di permukaan kulit luar vagina, seperti vulva dan labia. Pada pria, oleskan di skrotum dan penis untuk meminimalkan risiko iritasi.
  • Setelah itu, barulah proses pewarnaan bisa dilakukan. Hindari bagian yang sudah dioleskan dengan petroleum jelly. Diamkan selama 20-30 menit.
  • Bersihkan sisa-sisa cat menggunakan air hangat. Lalu, keringkan dengan handuk bersih dan bersihkan pula bagian yang dioleskan petroleum jelly
  • Akan lebih baik lagi jika ada kapas dan astringent. Cairan astringent merupakan cairan pembersih yang mengandung alkohol, sehingga bisa mengangkat kotoran yang membandel di kulit.

Artikel lainnya: Mengungkap Efek Samping Brazilian Wax pada Vagina

Selain Bleaching, Ini Cara Lain untuk Mempercantik Vagina

Tak hanya dengan mewarnainya, ada juga beberapa cara lain yang bisa dicoba bila Anda senang bereksperimen di area tersebut. Pilihannya antara lain:

  • Vajazzling

Ini dilakukan dengan cara merias vagina menggunakan perhiasan yang ditempelkan dengan wax. Figur publik yang disebut-sebut memulai tren ini adalah Jennifer Love Hewitt ketika diwawancarai di sebuah stasiun televisi di Amerika Serikat.

  • Tindik

Ya, tindik tak cuma bisa dipasang di telinga, hidung, atau bibir, tetapi juga di vagina. Pada vagina, tindik umumnya dipasang di bagian klitoris, labia bagian dalam, dan labia luar atau perineum.

  • Labiaplasty

Ini adalah operasi vagina yang dirancang untuk memperbaiki bibir vagina (labia). Wanita yang tidak puas dengan bentuk bibir vaginanya, biasanya karena terlalu besar atau terlalu panjang, dapat melakukan operasi ini untuk mengurangi ukurannya.

Meski tidak disarankan oleh ahli medis karena adanya risiko iritasi, reaksi alergi, dan infeksi, tetapi perawatan ini boleh saja dilakukan dengan memperhatikan hal-hal di atas. Masih punya pertanyaan terkait mewarnai rambut kemaluan? Tak perlu malu bertanya di fitur Live Chat di aplikasi dan/atau website. Akan dijawab langsung oleh tim dokter KlikDokter, lho!

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar