Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kesalahan yang Dilakukan Orang Tua Saat Anak Duduk di Car Seat

Kesalahan yang Dilakukan Orang Tua Saat Anak Duduk di Car Seat

Demi keamanan, biasakan pakai car seat saat membawa bayi di mobil. Sayangnya, ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan orang tua. Termasuk Anda?

Semakin banyak orang tua yang menyadari keamanan saat berkendara mobil dengan si Kecil, yaitu meletakkannya di car seat. Pasalnya, hanya dengan memangkunya sangat tidak disarankan.

Meskipun kesadaran menggunakan car seat atau kursi bayi demi keamanan dan kenyamanan meningkat, masih saja ada beberapa kesalahan yang kadang tidak disadari dilakukan oleh orang tua.

Nah, mengenai penggunaan car seat ini ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Pastikan untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan di bawah ini agar tujuan penggunaannya optimal.

  1. Menggunakan Car Seat yang Keliru

Orang tua mesti tahu ada berbagai jenis car seat, baik berdasarkan jenjang usia, ukuran, fitur, dan sebagainya. Hal utama harus diperhatikan adalah menyesuaikan kursi bayi di mobil berdasarkan usianya.

Jika car seat akan digunakan oleh bayi baru lahir, maka jangan pilih tempat duduk bayi yang penggunaannya ditujukan untuk anak yang berusia lebih besar. Jangan “mengakali” car seat tersebut, misalnya dengan memberi bantal atau cara lainnya.

Ingat, tujuan utama pemakaan kursi bayi di mobil ini adalah demi keamanan dan kenyamanannya. Pemakaian car seat yang salah malah bisa membahayakannya.

Artikel lainnya: Baca Ini Sebelum Membeli Car Seat untuk Anak

  1. Tidak Memasang Car Seat dengan Tepat

Ada berbagai metode pemasangan kursi bayi di dalam mobil. Baik dengan menggunakan sabuk pengaman yang sudah ada ataupun menggunakan sistem pengunci khusus yang hanya tersedia pada jenis mobil tertentu.

Orang tua perlu tahu kompatibilitas car seat yang dimiliki dengan jenis kendaraan yang digunakan. Pilih salah satu metode pemasangan jika kendaraan Anda dapat mengakomodasi lebih dari satu metode pemasangan.

Hal ini dikarenakan car seat diuji dengan menggunakan satu metode pemasangan. Jadi, itu cara paling aman untuk menguncinya dalam posisi aman di mobil.

  1. Car Seat Menghadap ke Arah yang Salah

Untuk tipe car seat yang dapat dipakai berjenjang. Mulai dari bayi baru lahir hingga anak berusia lebih dewasa, biasanya kursi bisa disesuaikan dengan usia anak saat menggunakannya.

Jika digunakan saat anak masih berusia sangat muda atau baru lahir, car seat harus dipasang menghadap ke belakang. Baru dapat dibalik posisinya saat anak sudah mencapai usia atau berat badan tertentu.

Bukan apa-apa, tapi bayi yang berusia lebih muda lebih aman menghadap ke belakang, karena sudut yang dicapai bisa lebih landai.

Sementara itu, anak yang berusia lebih besar biasanya lebih tenang dan nyaman jika bisa memandang ke lingkungan sekitar bila kursi dihadapkan ke depan.

Artikel lainnya: Tips Membiasakan Anak Duduk di Car Seat

  1. Sudut Kemiringan Car Seat yang Tidak Sesuai

Terutama pada saat bayi berusia kecil dan car seat masih menghadap ke arah belakang, penting untuk memperhatikan apakah sudut kemiringan kursi tersebut sudah sesuai dengan posisi yang aman dan nyaman untuk bayi.

Pengaturan sudut ini penting untuk menjaga punggung bayi, yaitu 180 derajat, serta untuk mencegahnya terpelanting dari kursi. Banyak car seat telah menyertakan petunjuk agar orang tua bisa menyesuaikan sudut kemiringan tanpa repot.

  1. Tidak Mempererat Sabuk Pengaman

Ingat, fungsi utama pemakaian car seat selain anak nyaman dalam perjalanan adalah untuk menjamin keamanannya.

Untuk itu, pastikan sabuk pengaman kursi terpasang erat—tidak longgar, tapi tidak terlalu kencang. Setiap car seat biasanya memiliki anjuran cara masing-masing untuk menyesuaikan kekencangan sabuk pengamannya.

Anjuran tersebut mesti diperhatikan secara saksama agar orang tidak kesulitan dan anak pun tidak rewel saat sabuk tersebut dipasang.

Artikel lainnya: Di Usia Berapa si Kecil Boleh Diajak Bepergian Jauh untuk Mudik?

  1. Car Seat Sudah “Kedaluwarsa”

Selalu ada inovasi teknologi baru, tak terkecuali pada car seat. Kemajuan ini akan terus memberikan terobosan dan fitur ekstra pada car seat produk terbaru.

Bila Anda menggunakan car seat lama, misalnya bekas anak sebelumnya atau “warisan”, cek kembali ke produsen apakah kursi tersebut masih layak digunakan atau tidak, meskipun kondisinya masih tampak mulus.

Pasalnya, tak jarang produsen akan menarik produk yang dirasa tak lagi sesuai dengan kondisi saat ini, atau memang ada kekurangan atau kecacatan yang diketahui.

  1. Terlalu Lama Mendudukkan Anak di Car Seat

Jarak tempuh perjalanan harus diperhatikan saat membawa anak bepergian, terutama untuk bayi yang berusia sangat muda. Pada kasus ini, durasi bayi duduk di car seat tanpa turun sama sekali adalah maksimal 1-2 jam.

Bila memang melakukan perjalanan jauh, Anda direkomendasikan untuk berhenti di area peristirahatan setiap 1-2 jam agar anak bisa meregangkan badan, buang air kecil atau membersihkan popoknya, atau sekadar menyusui atau makan camilan.

  1. Tidak Membaca Buku Manual dengan Saksama

Semua hal yang dijabarkan di atas kurang lebih tertuang di dalam buku petunjuk car seat. Biasakan untuk membacanya secara saksama sebelum mulai menggunakannya.

Pahami apa saja yang mesti dilakukan dan dihindari. Jangan lupa untuk menyimpan aksesori car seat yang terpisah, sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sampai di sini, hindari melakukan kesalahan-kesalahan seputar car seat anak, ya, agar tujuan penggunaannya maksimal. Perjalanan pun akan nyaman baik untuk si Kecil maupun orang tua. Bila masih ada yang ingin ditanyakan, silakan tanya langsung ke fitur LiveChat di website maupun aplikasi KlikDokter, yang akan dijawab langsung oleh tim dokter KlikDokter.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar