Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penglihatan Buram setelah Operasi Katarak, Ini Penyebabnya

Penglihatan Buram setelah Operasi Katarak, Ini Penyebabnya

Orang yang melakukan operasi katarak pastinya ingin melihat dengan lebih jelas setelahnya. Namun, apa yang menyebabkan penglihatan tetap buram setelah operasi?

Seiring dengan bertambahnya usia, kemampuan organ mata dalam bekerja dapat mengalami perubahan dan masalah, salah satunya katarak. Bisa dikatakan, operasi katarak menjadi salah satu yang paling umum dilakukan.

Pertambahan usia dapat memengaruhi lensa pada bola mata yang akan mengalami perubahan komposisi. Sehingga, yang awalnya jernih bisa berubah menjadi keruh.

Pada orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes melitus atau menggunakan obat jangka panjang seperti steroid, perubahan lensa yang lebih keruh dapat berlangsung lebih cepat.

Oleh karena itu, pada pasien dengan riwayat penyakit tersebut atau pengobatan tertentu sebaiknya melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter spesialis mata. Bila terjadi katarak, maka dapat ditangani dengan baik.

1 dari 4 halaman

Prosedur Operasi Katarak

Seseorang dikatakan mengalami katarak bila kejernihan pada lensa matanya sudah tidak baik, sehingga menjadi keruh. Banyak hal yang bisa memicu terjadinya katarak, seperti:

  • Trauma atau riwayat benturan di sekitar mata.
  • Penyakit yang diderita.
  • Pengobatan tertentu.

Namun, yang paling sering ditemukan dan pasti hampir dialami semua orang adalah katarak yang disebabkan oleh proses penuaan, sehingga lensa pada mata menjadi keruh.

Prinsip dasar pada operasi katarak adalah untuk mengatasi kekeruhan lensa mata menjadi jernih kembali, sehingga seseorang dapat melihat dengan jelas. Berbagai metode dapat menjadi pilihan dalam operasi katarak.

Metode terbaru yang paling sering digunakan adalah fakoemulsifikasi, yaitu dengan sayatan sangat kecil, lebih kecil dibandingkan ujung pulpen. Setelah lensa yang keruh dioperasi, akan digantikan dengan lensa buatan.

Tidak jarang, orang yang sebelumnya memakai kacamata untuk melihat jauh justru tidak memerlukannya lagi setelah operasi katarak. Karena, sebelum tindakan operasi sudah dilakukan pengukuran panjang bola mata dan faktor lain pada mata. Ukuran lensa buatan yang akan ditanam sudah disesuaikan dengan kebutuhan orang tersebut.

Artikel lainnya: Kapan Operasi Katarak Harus Dilakukan?

2 dari 4 halaman

Efek Samping Operasi Katarak

Sama halnya dengan berbagai tindakan medis, operasi katarak juga memiliki risiko. Sebelum dilakukan operasi, seseorang akan diperiksa secara keseluruhan untuk menilai apakah dapat dilakukan tindakan operasi katarak atau harus ditunda.

Setelah operasi katarak, daerah di sekitar mata harus diperhatikan dengan baik kebersihannya. Sebaiknya tidak menyentuh daerah sekitar mata sebelum mencuci tangan dengan bersih. Jika tidak, maka bisa meningkatkan risiko infeksi.

Pada beberapa orang, setelah menjalani operasi katarak dan telah ditanam lensa buatan setelahnya, masih bisa mengalami "katarak berulang". Namun, jenis katarak yang dialami berbeda dengan katarak sebelumnya.

Kondisi ini sering disebut dengan posterior capsular opacity atau PCO, di mana terdapat kekeruhan di belakang lensa buatan yang telah ditanam pasca operasi katarak.

Berbeda dengan katarak sebelumnya yang terdapat kekeruhan pada lensa mata yang membutuhkan operasi, PCO tidak perlu tindakan operasi kembali. Bila mengalami PCO, dokter spesialis mata akan melakukan tindakan laser, sehingga kekeruhan tersebut dapat diatasi dan orang tersebut dapat kembali melihat dengan jelas.

Artikel lainnya: 12 Penyebab Penglihatan Buram Ini akan Mengejutkan Anda!

3 dari 4 halaman

Penyebab Mata Buram setelah Operasi Katarak

Setelah tindakan operasi, seharusnya seseorang dapat melihat kembali dengan jelas. Namun, pada beberapa kondisi tertentu, seseorang bisa tetap mengalami buram setelah menjalani operasi katarak.

Hal ini dapat terjadi tapi belum tentu disebabkan oleh tindakan operasi katarak yang dijalani. Paling sering menjadi penyebab adalah adanya gangguan pada saraf mata atau retina yang telah dimiliki sebelumnya.

Ketika seseorang mengalami katarak yang begitu tebal, kekeruhan pada lensa mata bisa menghalangi pemeriksaan, sehingga dokter spesialis mata tidak dapat melihat bagian belakang bola mata (termasuk saraf mata atau retina) dengan jelas.

Hal tersebut paling sering dialami oleh orang yang memiliki riwayat diabetes, hipertensi, atau glaukoma.

Pasien dengan riwayat diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol bisa mengalami gangguan pada saraf mata atau retina. Meskipun kondisi katarak sudah ditangani dan lensa sudah jernih kembali, pasien itu bisa tetap tidak dapat melihat dengan jelas.

Sama halnya dengan pasien yang memiliki tekanan bola mata tinggi hingga menyebabkan kerusakan pada saraf mata atau pupil pada pasien glaukoma.

Sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis mata, meskipun memiliki riwayat diabetes dan hipertensi yang terkendali. Pada awal perjalanan penyakit, bisa saja belum menimbulkan gejala berupa gangguan penglihatan.

Oleh karena itu, deteksi dini dapat sangat membantu keberhasilan operasi katarak. Bila ingin bertanya lebih lanjut seputar katarak dan kesehatan mata, Anda bisa memakai layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar