Sukses

Narsis, Benarkah Terjadi karena Pengaruh Usia?

Kepribadian narsis banyak dijumpai pada kalangan usia remaja. Kira-kira, apa alasannya? Cari tahu jawabannya lewat uraian di bawah ini.

Pernahkah Anda melihat seseorang yang narsis? Ya, orang narsistik cenderung membuat yang lain jadi jengkel akibat perilaku yang sombong dan suka merendahkan orang lain. Ini dilakukan karena ia merasa dirinya adalah “bibit unggul” yang sulit untuk ditandingi dalam segi apa pun.  Katanya, perilaku narsistik ini terjadinya bisa diprediksi pada usia-usia tertentu. Apa benar?

Mengenal Apa Itu Kepribadian Narsistik

Narsistik atau sering disingkat narsis, adalah kepribadian di mana orang tersebut menganggap dirinya sangat penting, lebih baik dibandingkan orang lain, dan bangga secara berlebihan pada dirinya.

Narsis yang berlebihan bisa tergolong sebagai gangguan kepribadian, dan ini mulai terlihat saat seseorang menginjak usia pubertas, sehingga lebih banyak dialami oleh orang yang memasuki usia remaja.

Untuk mengenali ciri orang yang narsis, berikut beberapa perilaku yang dapat Anda kenali:

  • Sangat kagum pada diri sendiri
  • Lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan orang lain
  • Membutuhkan kekaguman dan pujian dari orang lain
  • Selalu ingin diperhatikan
  • Selalu berharap mendapatkan perlakuan yang istimewa
  • Memiliki rasa percaya diri yang tinggi
  • Selalu merasa dirinya yang paling hebat
  • Kurang dapat menerima kritikan dari orang lain
  • Sering merasa iri terhadap orang lain yang sukses
  • Selalu membesar- besarkan prestasi diri sendiri
  • Kurang memiliki empati pada orang lain
  • Berfantasi tentang kesuksesan, kecantikan, kekuasaan dan ketenaran tanpa batas

Artikel lainnya: Cara Menghadapi Orang Narsis

1 dari 3 halaman

Kenapa Narsis Sering Terjadi di Usia Remaja?

Kepribadian narsistik banyak terjadi pada remaja karena usia ini adalah masa transisi dari anak-anak ke dewasa. Remaja merupakan kelompok umur yang rentan dengan segala macam gangguan kepribadian, sebab di usia ini mereka juga sedang mencari jati dirinya.

Pada masa remaja, seseorang membutuhkan pengakuan dan aktualisasi diri dibandingkan orang dengan usia dewasa. Cara aktualisasi dirinya bisa diwujudkan dengan meningkatkan penampilan diri secara berlebihan, sehingga cenderung menarik perhatian orang lain.

Remaja berusaha tampil menarik juga agar mendapatkan pengakuan dari orang lain. Nah, semakin ingin diakui, semakin aktif juga mereka menunjukkan diri ke masyarakat umum.

Salah satu cara yang dapat dilakukan sekarang adalah dengan banyak upload atau posting  foto serta apa pun tentang dirinya di media sosial.

Lalu ketika ia sudah masuk ke usia yang lebih dewasa, kira-kira masuk ke umur 30-an, perilaku narsistiknya sudah mulai berkurang. Ini bisa disebabkan karena orang tersebut sudah makan dan tidak tidak memerlukan pengakuan dari orang lain lagi.

Artikel lainnya: Sering Selfie, Benarkah Gejala Narsis dan Psikopat?

2 dari 3 halaman

Apa Narsis Perlu Pengobatan?

Sebetulnya tidak perlu pengobatan, karena seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kondisi ini akan hilang perlahan seiring bertambahnya usia.

Namun, jika gangguan narsistik sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan menetap sampai usia dewasa, sebaiknya segera melakukan konsultasi lebih lanjut ke psikolog.

Nantinya orang yang narsis akan didiagnosis lewat tes Personality Inventory Narcissistic. Tes ini berisi pertanyaan untuk mengukur hal-hal yang mengarah kepada gangguan narsis seseorang.

Apabila ditemukan gangguan narsistik, penderita diarahkan untuk menjalankan psikoterapi yang tujuannya untuk memberi wawasan dan arahan kepada mereka mengenai fakta dan realita yang ada.

Banyak remaja narsis yang memiliki sifat egois dan tidak peduli terhadap perasaan orang lain, namun seiring dengan pertambahan usia, sifat ini akan berkurang bahkan menghilang.

Untuk menghindari perilaku narsis yang semakin parah pada remaja, peran orangtua sangat penting dalam hal ini. Anak perlu diasuh dan dididik dalam suasana yang menyenangkan, menggembirakan, lingkungannya positif, serta diajarkan untuk punya tingkat toleransi tinggi terhadap sesamanya.

Kesimpulannya, perilaku narsis memang terjadi di umur-umur remaja. Apabila narsis tidak sampai menyakiti perasaan orang lain itu masih dianggap normal, dan biasanya akan hilang seiring beranjak dewasa.

Namun, jika narsis semakin parah dan merugikan, kemungkinan orang tersebut mengalami gangguan kepribadian. Untuk itu, Anda bisa berkonsultasi ke psikolog atau psikiatri terpercaya guna menyelesaikan masalah yang ada. Agar lebih praktis, Anda juga bisa konsultasi langsung dengan psikolog lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar