Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Hal yang Perlu Kamu Tahu soal Ereksi Klitoris

Ereksi bukan hanya milik para pria. Ternyata, wanita juga bisa mengalami hal tersebut, biasanya disebut ereksi klitoris. Yuk, cari tahu lebih lanjut.

Saat mendengar kata “ereksi”, pasti pikiran Anda tak akan jauh-jauh dari pria dan penis. Padahal, ketika terangsang secara seksual, ereksi pada wanita bisa terjadi, lho! Hanya saja, hal yang dialami tidak terlihat jelas seperti pria karena sumbernya berasal dari klitoris alias ereksi klitoris.

Tak Hanya Pria, Wanita Juga Bisa Ereksi

Klitoris adalah organ yang mirip sebuah tombol kecil yang menjadi lebih besar ketika terangsang. Organ ini terletak di bagian atas vulva, tepat di atas uretra (saluran kemih) dan bukaan vagina.

Bagian tubuh ini terlindungi di bawah lapisan penutup klitoris. Lokasinya yang tersembunyi itu menyulitkan untuk mendeteksi ereksi klitoris.

Hal senada disampaikan dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter. Menurutnya, klitoris yang terlihat hanya sekitar ¼ dari ukuran sebenarnya. Sisa dari bagian klitoris lainnya terdapat di dalam tubuh.

“Selain itu, klitoris cenderung membesar atau membengkak saat terangsang akibat aliran darah yang menuju ke klitoris. Jadi, cara kerjanya memang sangat mirip dengan penis,” kata dr. Sara.

Meskipun demikian, kondisi ereksi pada wanita ini bukanlah fenomena yang aneh atau gangguan organ intim. Seorang konselor seks dan penulis buku Mastering Multiple Sex,  Eric M. Garrison menuturkan, ereksi tersebut sangat normal dan alamiah dirasakan wanita.

Bahkan, klitoris menjadi kunci kepuasan sebagian besar wanita dalam bercinta! Ya, 50-75 persen wanita yang mengalami orgasme mengaku stimulasi klitoris sangat berperan untuk mencapai orgasme.

Artikel Lainnya: 10 Teknik Meraih Orgasme untuk Wanita

1 dari 3 halaman

Ini Yang Terjadi Saat Wanita Ereksi

Saat ereksi pada wanita terjadi, bagian dari klitoris yang dapat Anda lihat akan membesar 50 hingga 300 persen.

Heather Jeffcoat, seorang dokter terapi fisik yang berspesialisasi dalam fungsi seksual menyampaikan, bibir vagina juga akan membengkak 2-3 kali lipat dari biasanya.

Perubahan warna juga terjadi di bagian klitoris. Tak cuma membesar, saat terangsang, klitoris yang tadinya berwarna pucat akan berubah warna menjadi lebih merah muda. Jika yang sedari awal klitorisnya berwarna merah muda, akan berubah menjadi merah. 

Seiring perubahan tersebut, kelenjar Bartholin yang ada di dalam vagina juga akan mengeluarkan pelumas alami. Alhasil, baik klitoris maupun bibir vagina bagian dalam akan basah dan terlihat lebih berkilau.

Sayangnya, sebagian besar wanita tidak mengenali rasa dan ciri dari ereksi klitoris mereka sendiri. Tapi, untungnya, beberapa kaum hawa tetap bisa merasakan. 

Berdasarkan pengakuan seseorang yang dilansir dari Healthline, saat klitorisnya membesar, itu akan terasa sangat sensitif jika disentuh. Perasaan yang dihasilkan juga nikmat dan bahkan, cenderung menggelitik. 

Artikel Lainnya: 8 Penyebab Disfungsi Ereksi yang Perlu Anda Waspadai

2 dari 3 halaman

Cara Merangsang Ereksi Klitoris

Sangat bagus jika saat sesi foreplay, wanitanya mengalami ereksi klitoris. Itu berarti, pasangan mampu membuat Anda terangsang. Namun, jangan berhenti di situ. Kondisi ereksi tersebut tetap bisa dieksplorasi sehingga sesi bercinta bisa bertambah “panas”. 

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan pasangan jika wanitanya sudah “menegang”, yaitu:

  • Sentuh klitorisnya. Gerakkan jari Anda di sekelilingnya searah jarum jam atau berlawanan dengan arah jarum jam.
  • Usap dari bawah ke atas atau ke samping. 

Lakukan secara perlahan dulu. Jika wanita sudah terlihat menikmati, barulah sentuhan atau gerakan pada klitoris bisa dibuat lebih intens. Selain bermain dengan jari, Anda juga bisa mempertahankan ereksi klitoris lebih lama dan membuat si wanita semakin “basah” dengan sex toy.

Sebelum menggunakan sex toy, pastikan bahwa benda tersebut dalam keadaan bersih. Sebab, jika tidak, itu bisa meningkatkan risiko iritasi dan penyakit menular seksual, seperti gonore, sifilis, atau sering keputihan

Artikel Lainnya: Wanita Sering Melakukan Orgasme Palsu, Apa Alasannya?

Bisakah Ereksi Klitoris Menandakan Suatu Penyakit?

Normalnya, ereksi klitoris terjadi saat Anda mendapatkan rangsangan seksual. Jika ereksi pada wanita itu terjadi tanpa adanya rangsangan, itu bisa menandakan suatu masalah. Misalnya, gangguan gairah genital persisten (PGAD) atau priapismus.

PGAD adalah suatu kondisi yang dapat menyebabkan orang terangsang dan mengalami ereksi klitoris bahkan ketika tidak ada rangsangan fisik, visual, suara, atau lainnya. Kabar buruknya, kondisi seperti itu bisa sangat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Ereksi tersebut umumnya berlangsung selama kurang lebih 4 jam dan disertai rasa nyeri. Bahkan, tak cuma nyeri, ereksi klitoris yang berkepanjangan bisa menyebabkan munculnya jaringan parut yang dapat terbentuk di bawah klitoris dan itu sulit dihilangkan.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan PGAD atau priapismus, antara lain sebagai berikut ini.

  • Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat diketahui dapat memengaruhi saraf di kemaluan. Saraf tersebut akan menstimulasi pembuluh darah untuk memasukkan banyak darah ke klitoris dan menyebabkan ereksi.

  • Zat Psikoaktif

Pengguna ganja, kokain, atau ekstasi dapat mengalami penyakit ini.

  • Anemia Jenis Sel Sabit

Penyakit anemia sel sabit merupakan jenis anemia yang jarang terjadi. Namun, studi mencatat bahwa lebih dari 40 persen penderita anemia sel sabit pernah mengalami priapismus.

  • Kelainan Darah

Kelainan darah seperti leukemia dan mieloma multipel diketahui dapat menyebabkan penyakit ini juga.

Untuk mengobatinya, biasanya dokter akan memberikan obat dekongestan terlebih dulu untuk menurunkan aliran darah. Jika tidak berefek, dilakukan tindakan aspirasi menggunakan jarum suntik untuk menyedot darah agar ereksi berkurang. 

Jika masih tak berhasil lagi, tindakan operasi dapat dilakukan. Tujuannya, untuk mengalirkan darah dari organ intim ke tempat lain agar darah tak terus berkumpul di situ. 

Itu dia sejumlah fakta mengenai ereksi pada wanita atau ereksi klitoris. Selama ereksi yang terjadi dipicu oleh rangsangan seksual, maka itu adalah kondisi normal. Anda pun tak perlu cemas. Bila masih punya pertanyaan seputar kesehatan organ intim, konsultasikan saja hal tersebut melalui fitur Live Chat.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar