Sukses

Tiba-tiba Gigi Terasa Ngilu, Apa Penyebabnya?

Tiba-tiba gigi terasa ngilu saat Anda sedang menikmati makanan dingin tentu mengganggu. Lantas, apa saja sih penyebab kondisi ini?

Saat tengah asyik menikmati es serut atau makanan dingin lain, pernahkah Anda tiba-tiba meringis karena gigi terasa ngilu? Kalau ya, bisa jadi Anda punya masalah gigi sensitif. Jangan diabaikan, supaya tidak bertambah berat.

Gigi sensitif sendiri dapat digambarkan sebagai sensasi singkat yang disebabkan oleh rangsangan seperti panas atau dingin terhadap lapisan dentin yang terpapar. Ketika lapisan dentin tersebut kehilangan pelindungnya, rasa ngilu dapat muncul secara tiba-tiba.

Penyebab Gigi Ngilu

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan gigi terasa ngilu dan sensitif. Sebagian besar di antaranya melibatkan hilangnya lapisan enamel gigi yang melindungi dentin. Beberapa penyebab itu antaranya lain:

1 dari 3 halaman

Paparan terhadap Suhu Panas dan Dingin yang Ekstrem

Sensitivitas gigi dapat disebabkan oleh lapisan enamel gigi yang aus atau saraf yang terbuka. Ketika Anda makan atau minum sesuatu dengan suhu yang sangat rendah atau tinggi, rasa sakit dapat muncul secara tiba-tiba dan tajam.

  • Penurunan Gusi

Gusi adalah jaringan berwarna merah muda yang menutupi tulang dan mengelilingi akar gigi untuk membantu melindungi ujung saraf gigi. Seiring bertambahnya usia, jaringan gusi sering mulai mengalami penurunan atau yang disebut resesi gusi.

Resesi ini membuat akar gigi terekspos, sehingga Anda lebih rentan terhadap penyakit gusi dan infeksi gigi. Jika gigi Anda tiba-tiba terasa lebih sensitif daripada sebelumnya, resesi gusi bisa menjadi salah satu penyebabnya.

  • Lapisan Enamel Terkikis

Adanya hipersensitivitas dentin menyebabkan mereka yang mengalaminya merasa tidak nyaman ketika makan atau minum. Kepekaan semacam ini dapat disebabkan oleh konsumsi makanan yang sangat asam atau menyikat gigi terlalu keras.

Akibatnya, enamel yang melapisi dan melindungi gigi terkikis sedikit demi sedikit. Hal ini tentu dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam dan menusuk, terutama saat menggigit makanan.

  • Gigi Berlubang

Gigi berlubang juga bisa menjadi alasan mengapa gigi terasa ngilu dan mengganggu secara tiba-tiba. Pada tahap awal, kerusakan ini bisa saja hanya di sisi atau puncak email gigi tanpa diketahui selama beberapa waktu.

Namun, setelah pembusukan mulai berkembang menjadi infeksi, Anda mungkin mulai mengalami rasa sakit pada gigi.

  • Infeksi gusi

Penyakit gusi atau yang juga disebut penyakit periodontal dapat menyerang lebih dari 47 persen orang dewasa di atas usia 30 tahun. Pada tahap awal, penyakit ini disebut gingivitis.

Beberapa orang bahkan mungkin mereka tidak mengetahui bahwa mereka menderita kondisi ini. Munculnya gigi dan gusi yang sensitif tersebut bisa menjadi tanda adanya penyakit gusi.

  • Gigi atau Mahkota Retak

Kondisi mahkota gigi yang retak dapat menimbulkan rasa ngilu dan sesitivitas di gigi. Meskipun gigi yang retak hanya sedikit atau bahkan tak kasat mata, rasa sakit tetap dapat muncul, terutama saat makan atau minum.

2 dari 3 halaman

Cara Jitu Mengatasi Gigi Ngilu

Gigi ngilu dapat diatasi dengan mengetahui penyebabnya. Untuk menemukan penyebab rasa sensitif pada gigi Anda, dokter gigi akan melakukan sejumlah pemeriksaan.

Ini berguna untuk mengetahui apakah diperlukan perawatan lebih lanjut seperti penambalan atau perawatan gigi lainnya.

Selain itu, pemberian pasta gigi khusus gigi sensitif juga direkomendasikan untuk menghilangkan rasa ngilu menusuk pada gigi. Selain itu, lakukan juga teknik menyikat gigi yang benar.

Caranya dengan memegang sikat gigi pada sudut 45 derajat. Selanjutnya, sikat gigi secara perlahan dan jangan terlalu ditekan dalam gerakan melingkar.

Pemilihan sikat gigi yang tepat juga penting dalam mencegah rasa ngilu muncul kembali. Pilih sikat gigi yang memiliki bulu halus agar tidak mengiritasi gusi.

Itulah beberapa penyebab tiba-tiba gigi terasa ngilu. Saat Anda mengalaminya, segera lakukan langkah-langkah di atas untuk mengatasi keluhan yang ada. Yang terpenting, perawatan tersebut harus dilakukan secara rutin agar tidak kambuh berulang.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar